Bupati Bekasi dari PKS Berada Dibalik Penyegelan Gereja

27 07 2010

Saya mengikuti terus berita yang menimpa saudara-saudara seiman di HKBP Pondok Timur Indah. Semua persyaratan, tanda-tangan warga sekitar, surat-surat kepemilikan tanah dan lain-lain sudah terpenuhi. Kenapa justru terjadi penyegelan gereja? Terbitnya surat keputusan penutupan gereja malah dari Bupati Saadudin yang berasal dari partai PKS. Kejadian yg sama dengan HKBP Depok yang juga walikotanya berasal dari PKS.

Tampaknyaselalu modus ini yang digunakan: Mempergunakan SKB 3 menteri ttg pendirian rumah ibadah sebagai tameng legal, memakai tokoh dan ormas sebagai kaki tangan provokasi masyarakat sehingga seakan-akan penutupan gereja terjadi karena ketidaksetujuan masyarakat, menggunakan pejabat yang pro Islamis untuk mengeluarkan produk hukum. Hasilnya: diinjak-injaknya kebebasan beragama yang dijamin undang-undang.

===========================================================================

Jemaat HKBP Filadelfia Harap Menag dan Mendagri Konsisten
Selasa, 09 Februari 2010
15:30:58 WIB
Jakarta, RMOL. Sekitar 350 orang jemaat Gereja HKBP Filadelfia, Bekasi, yang mendatangi Komisi III DPR, memohon anggota Dewan agar mendesak Bupati Bekasi membuka segel dan gembok yang menutup bangunan gereja semi permanen mereka.

Salah seorang warga jemaat Filadelfia, D Samosir, menjelaskan alasan penyegelan Bupati adalah jemaat belum memiliki izin membangun sarana peribadatan di atas tanah seluas 1088 meter persegi di desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Jemaat telah memiliki surat-surat kepemilikan tanah yang sah.

Padahal,
jemaat sudah mengantongi tandatangan persetujuan dari 260 warga desa setempat, diketahui oleh Kepala Desa, untuk mendirikan rumah ibadah. Hingga saat ini mereka masih menunggu pengesahan dari Bupati.

Berbagai cara dilakukan aparat Kabupaten Bekasi untuk menghalangi jemaat melakukan ibadah. Pada hari Natal, 25 Desember 2009, Bupati mengerahkan personel Satpol Pamong Praja untuk menutup bangunan semi permanen gereja. Akhirnya, saat ibadah Natal, jemaat hanya menggunakan tenda sederhana.

Lalu pada tanggal 31 Desember 2009, datang surat dari Bupati Bekasi Saaduddin yang isinya larangan melakukan kegiatan ibadah.

Menurut Samosir, di balik penyegelan itu juga ada peran dari kelompok lain yang tidak menandatangani persetujuan membangun gereja.

“Ada Ustad Maimun, Ustad Nesang, Azis Uji. Mereka yang mengkoordinir masyakat lain untuk menolak kehadiran rumah ibadah,” kata Samosir kepada Rakyat Merdeka Online, di gedung DPR, Jakarta, beberapa waktu lalu (Selasa, 9/2).

Pada tanggal 25, 27 dan 31 Desember 2009, tiga orang tokoh masyarakat itu diduga telah mengerahkan massa untuk merusak gereja.

Samosir menjelaskan perwakilan jemaat pun sudah berdialog dengan Camat, Dandim, Sekretaris Desa dan Kapolres setempat. Namun, hasilnya tetap nihil.

“Kami meminta menteri agama dan mendagri untuk sungguh-sungguh melaksanakan dan memberhasilkan pelaksanaan keputusan bersama  nomor 8 tahun 2006 sebagai produk yang dibuat kedua menteri tersebut dan harus dilaksanakan oleh Bupati dan Walikota seluruh Indonesia,” jelasnya.

SKB Menteri Agama dan Mendagri nomor 8 tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama dan pendirian rumah ibadat.

Peraturan bersama ini mengatur tentang tugas kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat, pembentukan forum kerukunan umat beragama (FKUB) pendirian rumah ibadat, dan izin sementara pemanfaatan bangunan gedung.

Salah satu butir yang tercantum dalam UU bahwa pendirian rumah ibadat harus memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis bangunan gedung serta persyaratan khusus. Persyaratan khusus yang dimaksud di antaranya terdapat minimal 90 KTP pengguna rumah ibadat dan dukungan masyarakat setempat minimal 60 orang. [ald]

 

Puluhan Tahun Berdiri, Jemaat Gereja Diusir Ormas dan Polisi
Kamis, 22 Juli 2010
15:39:53 WIB
Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo
Jakarta, RMOL. Puluhan orang jemaat gereja HKBP Pondok Timur Indah (PTI) Bekasi, Jawa Barat, mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan tindakan penyegelan dan pelarangan beribadat yang dilakukan sekelompok orang dari Ormas tertentu.

”Kami melaporkan sebuah tindak pidana sistematis dan terencana dengan terlapor saudara Tajuddin, tokoh agama setempat,” ujar Robert Keytimu, kuasa hukum Tim Pembela Kebebasan Beragama di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan (Kamis, 22/7).

Ia menjelaskan jemaat HKBP PTI yang memiliki anggota sebanyak 1500 orang, sudah beribadah di lokasi gereja selama 20 tahun. Namun belakangan, masyarakat terutama Ormas tertentu menolak keberadaan mereka.

Setelah kesepakatan dengan Pemkot Bekasi, jemaat diperbolehkan melaksanakan kebaktian di tempat lain yaitu lahan yang disediakan Pemkot yang berlokasi di Jalan Puyuh Kampung Ciketing Bekasi. Namun pada 18 Juli lalu, ketika jemaat akan melakukan peribadatan, sekelompok massa tetap melarang diadakannya peribadatan di lahan tersebut dengan memasang spanduk berisi larangan dan mengusir jemaat.

”Apapun resikonya kita tetap beribadah di tempat yang diberikan pemerintah,” tegas pimpinan jemaat Pdt Luspida Simanjuntak.

Ia juga menyayangkan sikap Kapolres Kota Bekasi yang tidak berbuat apa-apa saat para jemaat diintimidasi oleh massa. Menurutnya Kapolres melalui stafnya malah meminta supaya kebaktian tidak dilaksanakan dengan alasan jumlah massa yang sangat banyak.

”Kami menyayangkan di sebuah negara demokrasi yang berdasarkan Pancasila tapi penegak hukumnya tidak mencerminkan rasa kemanusiaan. Seharusnya penegak hukum bersikap independen,” jelasnya.

Sementara itu Kadiv Humas Polri, Irjen Edward Aritonang ketika dikonfirmasi mengatakan akan mempelajari laporan tersebut. ”Itu bukan kekerasan,” katanya singkat.[ald]

 

Gereja Disegel Bupati, Jemaat HKBP Filadelfia Diterima DPR
Selasa, 09 Februari 2010
14:46:30 WIB
Laporan: M Hendry Ginting
Jakarta, RMOL. Ratusan jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)Filadelfia Bekasi, sebagian besar perempuan dan anak-anak, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Mereka saat ini berkumpul di depan lobi gedung Nusantara II. Kedatangan mereka terkait penyegelan gereja mereka oleh Bupati Bekasi.

Gereja HKBP Filadelfia terletak di Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Jemaat ini dibawa pimpinan Pdt. Palti Panjaitan. Sudah beberapa tahun ini, jemaat gereja Filadelfia selalu mendapat gangguan dalam menjalankan ibadah. Pada tahun 2008 saat memperingati Natal, gereja ini pernah diserang oleh sekelompok orang tak dikenal. Pada perayaan Natal 25 Desember 2009, juga gereja diserang massa saat ada kebaktian Natal .

Lebih sadis lagi, selama beberapa minggu terakhir, jemaat terpaksa mengadakan kebaktian pagi di jalan raya karena bangunan gereja mereka telah disegel oleh pihak Bupati Bekasi, Saaduddin . Pihak gereja pun telah mengadukan perkara ini kepada Komnas HAM yang telah menyurati Bupati yang kebetulan berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Saat ini Komisi III DPR RI akan menerima wakil gereja yang dianiaya ini. Rencananya, mereka akan diterima pukul 14.00 diruang rapat Komisi III di Senayan. Hingga saat ini para jemaat masih menunggu agenda pertemuan untuk mencurahkan kesulitan mereka dalam beribadah. [ald]

Sumber : Rakyat Merdeka Online





Yuhuu! Alkitabku Jadi Bahasa Batak lho!

20 07 2010

Mari Belajar Menjawab Mereka 8 : Alkitab sudah dipalsukan

Sejujurnya, saya bingung harus memulai dari mana, karena dari semua tuduhan Islam terhadap Kekristenan, inilah yang paling serius, seru dan menarik, lucu dan sekaligus urakan campur aduk tak menentu. Tapi bagaimana juga, kita harus berterima kasih terhadap saudara kita terkasih muslim, karena mereka adalah salah satu pihak yang memicu berbagai penelitian yang berujung pada kebenaran Alkitab. Aku jelaskan dulu mengapa saya katakan paling serius, seru dan menarik, lucu dan sekaligus urakan.

Saya bahas yang paling serius dulu: tuduhan ini sering mendasari berbagai hate speech (kotbah menebar kebencian) yang dilakukan sebagian ulama mereka untuk menjatuhkan kredibilitas Alkitab. Bagaimana pikiran anda tidak negatif jika tetangga Anda dicap percaya kitab palsu. Beli buku bajakan saja sudah tidak enak didengar, ini kitab suci dipalsukan? Apa gak sedeng ya? Sudah begitu kita yang dicap memakai kitab suci afkiran ini masih disebut sering menghina Alquran. Buset dah.

Yang paling seru dan menarik:  karena muslim biasanya jadi membabi buta mencari-cari kesalahan atau kontradiksi Alkitab untuk menunjukan “bukti” tuduhan ini. Anda pasti pernah geleng-geleng kepala melihat begitu membludaknya kreatifitas saudara kita ini mencari-cari “kesalahan” Alkitab, bahkan pada hal yang begitu absurd untuk dimengerti orang awam seperti saya. Jangan heran jika respon komentar mereka nanti pun berputar-putar di model beginian, tanpa mau mendengar jawabannya. Bagi Anda yang butuh sumber untuk menjawab model seperti ini, sudah banyak sekali website yang menyediakan jawaban-jawabannya: Pembahasan Alkitab dalam bahasa Indonesia klik disini ; pembahasan “Alkitab yang Diedit” ada disini ; pembahasan “kesalahan & kontradiksi Alkitab”  klik disini

Mengapa saya katakan yang paling lucu, muslim menuduh Alkitab dipalsukan tapi  tidak memiliki apa yang menurut mereka Alkitab yang asli. Jangan kaget kalau mereka menggunakan injil Barnabas dan menyatakan itu adalah injil yang asli. Kita bagai menghadapi manusia robot yang hanya bisa berfikir menurut apa yang telah diprogramkan, tanpa bisa kritis keluar dari belenggu yang menyebabkan mereka menjadi berfikir begitu. Anehnya lagi mereka sering memakai ayat-ayat Alkitab yang menurut mereka sudah dipalsu, diedit, digonta-ganti ini untuk membenarkan nubutan tentang Muhamad.  Hal yang sama juga dilakukan pada agama lain seperti Budha/ Hindu, yang kerap kali mereka hina,  namun pada saat yang sama dengan seyakin-yakinnya memakai kitab agama Budha/Hindu untuk membenarkan kedatangan Muhamad. Entah bagaimana mereka sanggup menjilati kembali ludah mereka. Bahkan ketika selesai melakukan itu dan kita menjawabnya, mereka sering memposisikan diri sebagai yang terzholimi dan merasa dihina agama, nabi dan Alqurannya. Mendekati mengerikan memang.

Yang paling urakan: muslim memandang rendah Alkitab yang telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa dan versi, tapi tanpa sadar, juga memiliki Alquran terjemahan berbagai  bahasa dan versi. Lagi-lagi standar ganda. Alquran terjemahan bahasa Indonesia saja sudah lebih dari 3 versi (lihat disini). Biasanya mereka berargumen bahwa Alquran menyertakan bahasa aslinya dalam bahasa Arab jadi bisa melakukan kroscek tidak seperti Alkitab. Ini tidaklah sepenuhnya benar, bahasa Alquran yang asli paling awal ada beberapa versi, yang paling tua dari tahun 150 hijriah dalam bahasa Arab dialek Almail dan yang lain dalam versi kufic  (lihat disini) dan versi arab Quraish yang dipilih menjadi versi Alquran sekarang  (sumber: wikipedia).  Belum lagi perbedaan tulisan, dialek, cara baca dan hal yang paling penting : tewasnya para penghafal Alquran yang paling awal karena perang. Ini yang membuat Utsman bin Affan memutuskan untuk mengumpulkan versi yang menurut dia benar dan membakar versi lain. Jadi, apa yang menjadi keputusan kalifah ini sepenuhnya keputusan pribadi tanpa disaksikan atau ada verifikasi dari Muhamad sendiri sebagai penerima pertama. Tanpa ada satupun muslim yang bisa membuktikan apakah keputusan Utsman bin Affan ini benar atau salah atas mushaf pilihannya dan membakar mushaf-mushaf lain. Mereka ada pada posisi harus mempercayai pilihan seorang manusia.

Pertama-tama kita harus mengerti bahwa yang dimaksud Islam dengan Alkitab berbeda. Mereka hanya mengakui Taurat, Zabur (Mazmur) dan Injil serta Alquran mereka. Jadi kadang percuma mengutip ayat dari kitab lain. Ibarat tubuh, mereka hanya melihat kepala, tangan dan kaki, tanpa mau tahu ada organ lain yang penting, bulu hidung misalnya.  Banyak hal lain yang juga berbeda: Istilah “ahlul kitab” sedikit berbeda dengan pengertian kita pada “ahli kitab”. Bagi mereka ahlul kitab adalah kita (orang kristen) dan Yahudi. Juga kita harus tahu bahwa kebanyakan muslim tidak bisa membedakan Injil dengan Alkitab, bahkan tidak tahu bahwa Alkitab terdiri dari berbagai kitab terkanonisasi. Mereka tidak tahu ada 5 kitab dalam Taurat, tidak tahu ada kitab Matius, Markus, Lukas Yohanes dalam Injil, tidak tahu ada Perjanjian Lama dan Perjanian Baru, dan seterusnya. Perhatikan kalau saya memakai kata “tidak tahu” belum pada tahap “mengerti”. Seiring “berdiskusi” dengan mereka kita bisa melihat perbedaan-perbedaan ini.

Percaya atau tidak, tuduhan ini sebenarnya membuat kebingungan bagi umat Islam sendiri, karena disatu sisi Alquran menyatakan Alkitab dipalsukan, diselewengkan, disisi lain membenarkan kitab-kitab sebelumnya. Salah satunya ayat ini :
Dan ini (Al Qur’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Umulkura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Qur’an), dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. Al-An’am 6:92

Ada banyak lagi ayat-ayat senada yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelum Alquran : Al-i-‘Imran 3:3 ; Al-Baqarah 2:41,91; Al-Maidah 5:44, 46,48,68,  Al-An’am 6:92, Yunus 10:73,94, Al-‘Ankabut 29:46, As-Sajda 32:23, Fatir 35:31, Az-Zukhruf 43:4, Al-Ahqaf 46:30 d
Sedangkan ayat – ayat  yang menyatakan adanya pemalsuan Alkitab : Al-Baqarah 2:41, 79
[41] Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Qur’an) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa
[79] Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.

Ayat senada ada pada: Al-Baqarah 2:42, 75; Al-i-‘Imran 3:71, 78; An-Nisaa 4:46; Al-Maidah 5:13, 14, 15. Perhatikan pada ayat 41 surat Al Baqarah diatas bagaimana Alquran membenarkan Alkitab disatu sisi dan menuduh Alkitab telah diselewengkan terjadi diayat yang sama.

Tuduhan seperti ini bukan hanya membingungkan muslim, tapi juga buah simalakama bagi Alquran sendiri. Perhatikan pernyataan ini : Jika Alquran menyatakan Alkitab sudah dipalsukan, tentu PADA SAAT itu Allah tidak akan membenarkan kitab-kitab sebelumnya, karena tidak mungkin Yang Maha Tahu, jadi tidak tahu Alkitab sudah palsu. Jika Alquran menyatakan Alkitab dipalsukan SESUDAH Alquran diturunkan adalah hal yang lebih gila lagi, karena perpustakaan gereja dan sinagoga  sudah terlanjur diisi dengan manuskrip-manuskrip yang berasal dari sebelum Muhamad lahir.

Kita jangan terjebak seperti saudara-saudara kita ini, dengan serta merta memakai ayat-ayat Alquran yang membenarkan Alkitab. Jangan mau melakukan jilat-jilatan ludah. Jijik ah. Alkitab dapat dibenarkan karena Kebenaran tidak perlu pembelaan atau pembenaran, alias akan membenarkan dengan sendirinya.

Jadi bagaimana kita membuktikan bahwa Alkitab yang ada ditangan kita sekarang adalah kitab yang otentik, yang bisa kita percayai sepenuhnya? Seperti kita ketahui, Alkitab tidak ditulis oleh satu orang dan pada satu waktu, tapi ditulis puluhan orang mulai dari raja, ulama, nabi sampai pegawai pajak dan rakyat jelata dalam kurun waktu ribuan tahun. Kita memiliki sekitar 5000 manuskript dalam bahasa Yunani yang siap digunakan untuk membuktikan keotentikan Alkitab. Ada sekitar 24000 salinan lagi dalam bahasa-bahasa lain. Tidak seperti Alquran yang dibakar manuskript (mushaf) lainnya, kita justru bisa melakukan kroscek ayat mana saja yang terjadi salah salin/tulis, mana ayat yang berbeda, atau ada yang hilang karena memiliki salinan-salinan lain. Hal yang justru memudahkan kita melakukan penelitian jika memang Alkitab sudah dipalsukan.

Untuk Perjanjian Lama, kita memiliki Septuaginta, serta Targum yang berasal dari abad 3 SM, juga ada teks Masoret, Pentateukh Samaritan, juga teks Qumran. Untuk Perjanjian Baru kita memiliki Codex Vaticanus,  Sinaiticus, Alexandrius, Bezae. Juga berbagai manuskrip papirus dan fragmen. Yang paling tua berasal dari abad pertama Masehi sampai abad ketiga. Belum lagi sekitar 36000 lagi dokumen non Alkitab yang mengambil kutipan sehingga kita bisa melihat sejauh mana reabilitas dokumen. Silahkan surfing dengan oppung Google untuk mengetahui seluk beluk berbagai sumber penting itu juga untuk membaca tulisan lain tentang keotentikan Alkitab.

Tapi walaupun begitu kita tidak boleh menutup mata, harus jujur mengatakan Alkitab memang memiliki kesalahan. Alkitab memang tidak memiliki 50000 error seperti yang dikatakan Ahmed Deedat. Menurut Wescott dan Hort, kesalahan itu tidak lebih dari salah eja dan varian. Hanya 60 yang benar-benar salah tulis, dan dari 60 itu hanya 7 yang dari awal sudah salah tulis. Dan hal ini bukanlah kesalahan fatal yang mengubah iman Kristen, semisal, dari Yesus disalibkan menjadi Yesus digantikan stuntman buat disalibkan, atau dari “kasihilah musuhmu” lantas berubah jadi “penggallah leher musuhmu”. Jadi murni human error mengingat proses pengkopian teks, murni dilakukan manusia.

Satu pertanyaan yang masih menggelitik saya adalah : mengapa muslim begitu mudah mencap Alkitab sudah dipalsukan padahal Alquran sendiri sudah membenarkannya. Ada teori (klik disini) yang mengatakan sebenarnya Muhammad tidak sedang menuduh Alkitab dipalsukan dari tulisan tapi diselewengkan secara verbal. Mungkin mirip bermain-main dalam tafsiran. Anne Cooper dalam bukunya “In The Family of Abraham” memiliki teori mengenai hal ini:  “Alasan utama mengapa Muslim mencap bahwa Alkitab telah dikorupsikan teks-nya adalah karena mereka betul-betul tidak mempunyai pilihan lain lagi. Karena Qur’an disatu pihak membenarkan Alkitab, tetapi belakangan baru diketahui (bukan pada masa-masa sahabat Nabi) bahwa isi keduanya saling tidak cocok, sehingga tidaklah mungkin keduanya turun dari Allah yang sama. Dan karena Qur’an dianggap wahyu yang terakhir dari Allah, maka cara yang paling gampang untuk menghindari kesulitan-kesulitan ini adalah meletakkan tuduhan bahwa isi Alkitab telah dikorupsikan oleh si pemalsu”.

(Dari berbagai sumber)





Ngobrol

19 07 2010





Paket Hemat

14 07 2010





Partisisapi

12 07 2010





Kemanakah Hutanku?

6 07 2010

Seorang sahabat menghubungiku tentang permasalahan ini beberapa waktu lalu, permasalahan lama yang tidak mendapat perhatian pemerintah,  tenggelam oleh kemeriahan Piala Dunia, dikalahkan oleh desahan video mesum artis, kemanakah janji-janji kampanye pemilu lalu? Entah kenapa presiden dan para menteri kita bersedia memberikan perhatian dan komentar tentang video porno daripada perusakan hutan, kesejahteraan rakyat kecil dan pemanasan global yang di depan mata.

Masih ingat kasus PT Inti Indorayon Utama (IIU) beberapa tahun lalu yang disinyalir menyebabkan kerusakan hutan dan banjir di Tapanuli Utara? Sekarang PT IIU berubah nama menjadi PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan tidak merubah kebijakannya mengambil kayu dari hutan untuk keuntungan perusahaan. Banjir , tanah longsor, kerusakan ekosistem, kehilangan kekayaaan keanekaragaman hayati diganti oleh keuntungan para pemegang saham, hasil pajak yang entah kemana, dan hanya 1% persen keuntungan diberikan kepada masyarakat sekitar. Berbagai protes dilakukan masyarakat sekitar hanya berujung pada penindasan dan kriminalisasi. Walaupun PT TPL mengaku sudah menanam kembali hutan yang ditebangnya, masih diperlukan puluhan tahun lagi agar hutan kembali seperti semula.

Hutan di Porsea adalah hutan rakyat yang sudah ada sebelum republik ini berdiri, penghasil kemenyan terbesar di Indonesia yang diperlukan indusrti parfum Perancis serta sumber damar & rotan yang menjadi sumber nafkah penduduk sekitar. Sekarang rusak oleh beberapa orang kaya yang berhasrat untuk lebih kaya, tanpa memikirkan masyarakat sekitar yang telah memelihara hutan tersebut semenjak nenek moyang mereka menginjakkan kaki di Tanah Batak.

Salah satu kegiatan penghijauan yang dilakukan penduduk setempat bersama LSM. “Kemanakah hutanku yang indah?” mungkin itulah di benak Oppung ini, melihat keserakahan manusia yang terjadi.

Salah satu produk yang menggunakan pulp kertas dari PT Toba Pulp Lestari.  Kebiasaan boros menggunakan kertas tanpa sadar bermuara pada perusakan hutan dan menambah pundi-pundi kekayaan pengusaha rakus dan pejabat yang korupsi.