Yesus Tidak Pernah Disalib?

8 06 2010

Mari Menjawab Mereka 7

Sumber dari vonis muslim dalam masalah ini adalah Alquran : “dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An Nisaa’: 157)”. Sebagian ulama mereka menafsirkan bahwa orang yang “diserupakan” itu adalah Yudas Iskariot.

Sebenarnya gampang saja untuk cepat-cepat menyudahi debat kusir ini : Apakah anda percaya pada Tuhan yang menipu atau anda percaya pada Tuhan yang memang berkuasa atas maut? Bagi saya, Tuhan yg menyerupakan seseorang untuk menggantikan Yesus dikayu salib itu, adalah Tuhan yang menipu. Bagaimana mungkin Tuhan mau melakukan hal yang Dia sendiri mengutuknya? Lebih mudah untuk dimengerti bahwa Tuhan yang saya percayai itu tidak takut Orang yang diurapiNya mati, tanpa melanggar hukumNya sendiri dengan menipu manusia. Mau disalib, mau dibakar, dirajam, terserah, tapi Tuhan yang saya percayai memiliki kuasa atas maut dan bukannya pengecut menimpakan kematian pada orang lain. Dia adalah Tuhan yang berdiri diatas maut.

Tapi hal itu tidak cukup disini. Kita harus memiliki bukti historis dari sekedar argumen logika. Kita sesungguhnya sudah memiliki banyak bukti historis mengenai penyaliban Kristus : Alkitab. Keempat Injil dan Kitab Kisah Para Rasul sebenarnya sudah mencatatkan bukti kuat penyaliban, kebangkitan dan kenaikan itu buat kita. Mana yang lebih akurat, kesaksian orang-orang yang menyaksikan sendiri kejadian itu atau dari Muhamad yang mengaku mendapat wahyu yang menolak penyaliban Kristus itu 600 tahun kemudian?

Tidak ada yang meragukan kredibilitas kesaksian Injil. Injil ditulis oleh orang-orang yang hidup, makan tidur dengan menjadi murid Yesus (Matius dan Yohanes), dicatatkan oleh orang yang pernah berjumpa dan berhubungan dengan murid-muridnya (Markus), dan juga dikumpulkan diverifikasi ulang dari kesaksian-kesaksian oleh orang diluar kelompok itu (Lukas). Itu saja sudah cukup, belum lagi orang-orang yang ada dalam catatan sejarah itu yang bisa dimintai keterangan verifikasi seperti: Maria Magdalena, Maria Ibu Yesus, Salome, Pontius Pilatus, para Sandhedrin, semua murid-murid Yesus, Simon dari Kyrene, Yusuf Arimatea, semua orang yang menyaksikan penyiksaan termasuk tentara Romawi, penduduk Yerusalem dan lain-lain, dan seterusnya dan sebagainya.

Jadi orang Kristen memiliki:
1. Catatan orang – orang yang menyaksikan (Matius, Markus & Yohanes)
2. Kesaksian orang – orang yang menyaksikan (Semua orang yang terlibat di kejadian tersebut)
3. Verifikasi data dan kejadian dari orang yang menyaksikan (dikumpulkan oleh Lukas)

Lantas atas dasar apa 600 tahun kemudian mendadak turun sebuah wahyu lewat seorang lain yang tidak menyaksikan (saya dapat pastikan kakek buyut beliau pun tidak menyaksikan) dan menyatakan bahwa kita orang kristen tidak meyakini penyaliban Kristus? Bahwa Tuhan kita adalah tuhan yang sama, yang menipu umatnya dengan menyerupakan seseorang supaya Yesus tidak disalib?

Orang lain boleh saja percaya begitu saja wahyu dari satu orang, tapi kita sebagai orang Kristen tidak boleh cukup puas dari sekedar kesaksian beberapa orang yang berada di fihak kita. Kalau terjadi sebuah perkara, polisi akan mengumpulkan saksi-saksi dimintai keterangan. Apakah ada kemungkinan para saksi bersekongkol untuk menutupi fakta? Tentu saja mungkin! Untuk itulah dicari saksi lain dari kelompok yang tidak mungkin merekayasanya. Siapakah mereka punya kesaksian dan tidak mungkin merekayasa fakta? Gampang jawabnya : musuh orang Kristen. Mereka punya semua alasan di bumi untuk menjatuhkan orang Kristen tapi untungnya, puji Tuhan, mereka adalah musuh yang jujur.

1. Kesaksian Orang Yahudi

Sebagai pihak terdepan dalam menentang Kristus, para ulama Yahudi adalah orang-orang jenius, teliti dan telaten mencatat kejadian-kejadian penting disekitar agama. Dalam Kitab Talmud, mereka menuliskan kesaksian tentang Yesus :

On the eve of the Passover Yeshu was hanged. For forty days before the execution took place, a herald went forth and cried, ‘He is going forth to be stoned because he has practised sorcery and enticed Israel to apostasy. Anyone who can say anything in his favour, let him come forward and plead on his behalf.’ But since nothing was brought forward in his favour he was hanged on the eve of the Passover!
—Sanhedrin 43a, Babylonian Talmud (Soncino Edition)

Terjemahan bebasnya :

Dihari sebelum Paskah Yeshu (Yesus) disalibkan. Selama 40 hari sebelum eksekusi dilakukan, pengumuman dibacakan “Dia akan dirajam karena melakukan sihir dan mengajak orang-orang murtad. Siapa saja yang mau bersaksi baginya silahkan maju dan bersaksi”. Namun karena tidak ada yang mau, ia digantung dimalam sebelum Paskah – Sanhedrin 43a, Talmud Babylonia (edisi Soncino)

Dari pihak sejarawan, kita memiliki Josephus :

Now there was about this time Jesus, a wise man, if it be lawful to call him a man; for he was a doer of wonderful works, a teacher of such men as receive the truth with pleasure. He drew over to him both many of the Jews and many of the Gentiles. He was [the] Christ. And when Pilate, at the suggestion of the principal men amongst us, had condemned him to the cross, those that loved him at the first did not forsake him; for he appeared to them alive again the third day; as the divine prophets had foretold these and ten thousand other wonderful things concerning him. And the tribe of Christians, so named from him, are not extinct at this day.
—Josephus , Antiquities of the Jews – XVIII, 3:8-10

Terjemahan bebasnya :

Ada dalam suatu masa, seorang bijaksana, Yesus, yang kalau diperbolehkan menyebutnya sebagai orang, karena beliau melakukan hal-hal yang luar biasa, seorang guru dimana manusia mendapatkan kebenaran dengan sukacita. Dia menarik perhatian banyak orang Yahudi dan Non Yahudi. Dia adalah Kristus. Dan ketika Pilatus, yang oleh karena usulan para pemimpin kita, telah menghukum dia di salib, dan mereka yang mencintai dia tidak meninggalkan dia, lalu dia muncul kepada mereka dalam keadaan hidup lagi pada hari ketiga, seperti yang dinubuatkan para nabi sebelumnya dan sepuluh ribu hal-hal ajaib lagi tentang dia. Dan suku mereka, Kristen, dinamakan oleh karena dia, tidak musnah sampai hari ini.
– Josephus, Antiquities of the Jews XVIII, 3 : 8 – 10

2. Kesaksian Orang Romawi dan Syiria

Pada masa itu, mereka adalah negara super power dengan prajurit terlatih. Kalau jaman sekarang bisa disamakan seperti Amerika dengan marinirnya. Mereka tahu betul bagaimana menyiksa orang dan membuat mereka mati dikayu salib. Seorang sejarawan mereka, Tacitus, dalam karyanya Annals (tahun 116 Masehi) menyebutkan mengenai Kristus : “Christus…suffered the extreme penalty during the reign of Tiberius at the hands of one of our procurators…”. Terjemahan bebasnya : Kristus…menderita hukuman keras semasa pemerintahan Tiberius oleh salah satu prokurator kita…”

Penulis lain seorang Syiria, Mara Bar – Serapion adalah penulis yang merujuk kepada “Raja Bijaksana” yang dieksekusi orang Yahudi. Seorang penulis lain, satiris Lucian dalam salah satu karyanya pun merujuk kepada Yesus sebagai : “the distinguished personage who introduced their novel rites, and was crucified on that account.” Terjemahan bebas : “kepribadian yang berbeda memperkenalkan kegiatan mereka yang mulia, dan disalibkan karenanya”

Jadi kita memiliki banyak kesaksian yang membenarkan kejadian penyaliban Kristus, baik dari pihak Kristen sendiri, maupun pihak yang berseberangan dengan orang Kristen. Lalu 600 tahun kemudian turunlah ayat yang menolak itu semua lewat seorang manusia dan mengaku-ngaku sebagai wahyu Tuhan, dan mengatakan bahwa kita punya Tuhan yang pintar menipu manusia dengan memiripkan Yudas Iskariot menjadi Yesus, lalu dengan suksesnya menyelamatkan Yesus dari kematian disalib.

Kita bisa berspekulasi seliar mungkin mengenai hal ini, tapi yang penting adalah ini : kita tidak ragu-ragu tentang kematian Yesus dikayu salib. Kalau ada Tuhan yang menyatakan kita ragu-ragu dan berselisih paham mengenai hal ini, padahal nyatanya tidak, entah darimana tahunya itu Tuhan. Tuhan yang penipu yang kabur dari kematian atau Tuhan yang berkuasa atas maut?





Kenapa Baru Sekarang?

3 06 2010

Saya selalu tertarik dengan apa yang terjadi di Palestina. Saya pikir kejadian yg menimpa misi kemanusiaan kapal Mavi Marmaraitu dijadikan momentum oleh Islamis untuk memperlebar permasalahan dan menjatuhkan lawan mereka (Israel) dengan menarik simpati Internasional, karena selama ini usaha mereka membawa agama untuk mendapat dukungan tidak kunjung membuahkan hasil, sedangkan Israel terbukti bisa hidup damai dengan Palestina di Tepi Barat. Karena kita semua sudah lama tahu, bahwa yang jadi korban bukan hanya muslim. Jadi kenapa baru sekarang sadar? Kejadian penyerangan Gaza dan kejadian kemarin ini, bukti bahwa musuh Israel bukanlah Palestina, tetapi Hamas.





Lomokku

1 06 2010

mauliate tu lae Whumbang