Pindah Kampung

17 12 2009


Aksi

Information

44 responses

17 12 2009
lovepassword

Wah malah gak perlu mudik dong ?🙂

17 12 2009
tanobato

Sekarang malah jadi susah membedakan yang mana kampung dan yang mana kota, juga yang mana orang kampung dan yang mana orang kota. Lihat saja lakon orang-orang di televisi yang semakin terasa kampungan tingkah lakunya …

17 12 2009
Fitri

😀

Kalau mau enak, kampungnya diangkat saja terus dipindahkan ke tempat yang bagus.

Walah..aku ngomong apa ini.

Merry Christmas and Happy New Year 2010 to all. I’m lovers you.

Thank you sudah izinkan saya gabung di facebook. Saya lama tak muncul karena aktif di facebook dengan cosmic boy.

17 12 2009
san

mau natal baru disuruh kerja, bererti selama ini ngapain aja tuch si bapak??

17 12 2009
Sura

Na curhat do ho lae jeph

:))

17 12 2009
Lumba_lumba

Hai semua, rame disini ya…
Banyak “HALAK HITA” …HORAS …LAE…aku dapat blog ini dari sahabat diskusi saya lovepassword, semoga sukses ya bang jephman!

17 12 2009
Iksa

Tinggal sudah puluhan tahun pun masih tetap dianggap pendatang … begitulah orang rantau .. (bahkan anak dan cucunya pun masih pendatang juga..)

18 12 2009
hh

Kampung Ambon itu kota, Lae Tanobato. Lebih kota lagi Kampung Melayu. Hehehe.

18 12 2009
Limantina Sihaloho

hahaha…

saya masih di kampung ini…!
trims untuk blog yang luar biasa bagus ini. saya suka kalilah!

21 12 2009
Alex

Tapi Biar bagaimanapun jangan lupa sama bona pasogit ate….
nanti di serobot orang bonani pinasattai…

21 12 2009
Lumba_lumba

Kok sepi dari topik2 yang baru ya, lagi pada sibuk natalan ya?

21 12 2009
borusibarani

Bersyukurlah kalau sukses di rantau, jangan jadi lupa dengan saudara sekampung. kalaupun di kampung janganlah minder, baynak yang bisa di kerjakan di kampung, bila memang mau mencoba dan berusaha…

Met Natal semuanya…

22 12 2009
Fitri

Mbak lumba-lumba,
Blog ini biasanya rame kalau ada komen saya yang bejibun. Tapi kalau saya enggak muncul atau jarang muncul maka yang komen jadi sepi. Coba saja lihat artikel yang komentarnya ratusan, di situ ada saya.

22 12 2009
Gala_ren

@all

Selamat Hari Natal!!

23 12 2009
Lumba_lumba

Mbak fitri, itu artinya banyak orang yang senang dengan karakter anda ketika membaca postingan anda. Bersyukurlah akan hal ini.

Saya pribadi, senang dgn anda bukan karena kita saling kenal bukan? Tapi saya senang, suka sama mbak fitri karena membaca tulisan mbak fitri terutama yg dikerajaanagama itu lho.
Dan saya yakin, mbak orangnya baik, sayang dalam iman, memilih(atau kebetulan) berada pada jalan yang salah.

Salam.

23 12 2009
Fitri

Mbak lumba-lumba,

Masalah iman bukan saya yang memilih tapi Allah-lah yang memberi takdir bagi saya untuk lahir dalam orang tua yang Islam. Boleh percaya atau tidak, tapi sebenarnya saya pernah mengalami hal relijius. Bahkan pernah pula mengalami krisis iman karena agama yang pernah saya anut dahulu.

23 12 2009
Lumba_lumba

Mbak Fitri, saya ini seorang lelaki lho.

Ya, mungkin saja anda ditakdirkan lahir dari orang tua yang Islam. Tetapi, anda tidak ditakdirkan untuk jadi Islam. Iman bukanlah takdir; melainkan pilihan.
Tuhan memberi kita akal dan pikiran, gunanya untuk untuk kita pakai dalam menentukan pilihan.
Kita bebas memilih antara baik dan buruk, benar dan salah, itu tergantung kita.

Anda pernah mengalami krisis iman karena agama yg pernah anda anut?

Saya kurang nanggap, maukah anda menceritakannya?

Salam, TUHAN memberkati.

24 12 2009
Fitri

Mas lumba-lumba (maaf saya kira perempuan)

Saya nggak mau terlalu banyak cerita karena saya yakin banyak yang tidak percaya dengan kata-kata saya. Tapi yang jelas, saya dulu bukan Islam. Masih seiman juga dengan kalian.

Salam.

24 12 2009
Fitri

Mas Lumba-lumba,

Kalau saya bilang bahwa saya pernah berenkarnasi atau kelahiran kembali ke dunia seperti yang ada dalam ajaran Buddha. Apakah mas lumba percaya? Renkarnasi itu juga tergantung pada seperti apa perbuatannya di masa lampau.
Saya bukan bermaksud mempromosikan ajaran Buddha, karena saya pun bukan umat Buddha.

24 12 2009
Sujarwo Tedjo

@ Fitri
Kalau saya bilang bahwa saya pernah berenkarnasi atau kelahiran kembali ke dunia seperti yang ada dalam ajaran Buddha. Apakah mas lumba percaya?
____________________________

>> Yah percaya saja neng.. , wong sampeyan aja sering ganti-ganti namalah, ganti nama blog dan gbr avatar… . Pasti di kehidupan yg akan datang kau bisa inkarnasi menjadi domba yg sesat di padang belantara gurun Sahara. wehwhwehehe… wuwhwhwhehehe
Ngemeng-ngemeng , napa komentar saya koq tidak bisa masuk ke blogmu, pilih kasih sampeyan yah ?

>> Untuk yang merasa Kristen , saya ucapkan selamat Milad Isa Almasih dan juga selamat beraktifitas di hari suci kelian… dan semoga Allah SAW menyertai saudara/i sekalian.

Wassalam

24 12 2009
Lumba_lumba

Mbak Fitri, banyak orang yang mengalami hal2 yang ilahi, atau sesuatu yang sulit dijelaskan dengan nalar dan logika. Pengalaman spiritual seseorang terkadang mempengaruhi orang tersebut dalam mengambil keputusan.

Saya percaya: bisa jadi reinkarnasi itu ada dan mungkin terjadi bagi orang tertentu, tapi…entahlah…saya sendiri tidak yakin.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah: apakah seseorang itu memahami dan sadar apa yang terjadi padanya? Salah dalam memahami maka salah pula kesimpulannya. Jika salah kesimpulannya berarti salah pula kita dalam mengambil keputusan. Bukankah demikian?

Nah, saya percaya anda telah mengalami sesuatu, tetapi aku tidak yakin anda memahaminya dengan benar.

Jika anda berkenan coba aja ceritakan pengalaman anda itu, dan kita lihat keputusan yg anda pilih.

Salam Natal 2009

25 12 2009
Fitri

Mas lumba-lumba, saya memang pernah mengalami hal ilahi yang sulit di jelaskan dengan logika. Bahkan sulit untuk dibuktikan, tapi saya berani bersumpah kalau saya tidak berbohong. Mungkin juga banyak yang nggak percaya, tapi saya sungguh-sungguh pernah mengalami renkarnasi. Dan mas Lumba tahu, kalau kehidupan yang dulu saya bukan Islam.

Umur saya sekarang 25 th, jadi sekitar 25 th yang lalu, saya adalah orang yang berbeda. Saya bukan pengikut agama Buddha, tapi saya pernah mengalami renkarnasi. Ini sulit di jelaskan dengan logika. Mungkin karena itulah saya masih ingat persis kejadian sewaktu dalam kandungan. Walaupun dulu saya bukan Islam, sekarang justru saya malah di lahirkan dari orang tua Islam. Mau tahu agama saya dahulu? Saya dulunya juga Kristen, bahkan menganggap Islam adalah sesat. Mungkin karena perbuatan itulah saya sekarang di takdirkan lahir dari orang tua Islam. Saya sangat menyesali perbuatanku yang lampau.

25 12 2009
rodrymikhael

makasih kyai tedjo, Tuhan Yesus memberkati🙂

25 12 2009
Fitri

Masih percaya? Pasti enggak, kan?

25 12 2009
Lumba_lumba

Apanya yang harus kupercaya mbak Fitri? Toh anda masih belum menceritakan kisah anda?
Saya kira tadinya mbak Fitri telah mengalami “sesuatu yang ilahi” sehingga ‘sesuatu’ itu telah mendorong anda untuk mengambil keputusan menjadi ‘Islam’.

Selamat Natal mbak Fitri, tetaplah pelajari Islam dengan hati yg bersih/netral, dan semoga tercerahkan.

Salam.

25 12 2009
Fitri

Tuh, kan tidak percaya.

25 12 2009
jephman

mau percaya pun memangnya berpengaruh pada apa bu Fitri?🙂

Supaya kami percaya apa yg bu Fitri percaya dari reinkarnasi ibu?🙂

25 12 2009
Fitri

Ini bukan promosi ajaran Buddha lho. Karena saya pun kurang tertarik mempelajari ajaran agama Buddha. Tapi seandainya aku mengaku pernah mengalami renkarnasi tentu tak kan ada yang percaya sebelum melihat dan mengalami sendiri.

Kalau percaya, mungkin akan saya lanjutkan ceritanya. Tapi kalau tidak, maka saya berhenti sampai di sini.

26 12 2009
Lumba_lumba

Lha…mbak Fitri kok muter2 terus aja sih? Dari awal kan udah saya bilang: percaya kalau anda mengalami sesuatu, tapi saya tidak yakin kalau anda memahaminya dgn benar. Eh, ditunggu ceritanya kok malah klaim kosong kaya gitu, terus apanya yg harus dipercaya?

Gini lho mbak Fitri: “Apa dan bagaimana anda sebelum di kandungan yg anda bilang itu, bagaimana anda mengetahui sesuatu dikandungan dan mengapa anda/atau kapan anda mengetahui masa kandungan dan sebelumnya, dari siapa? Dan apa hubungannya dgn keislaman anda sekarang? Bisakah anda ceritakan itu?

Atau anda hanya me-reka-reka suatu kisah aja yg tak berdasar? Mohon pencerahannya mbak.

26 12 2009
hh

Diceritakan dulu donk, mbak yu……. supaya jangan menjebak gitu, neng geulis.

makin cantik aja neng geulis ini.

salam cantik

26 12 2009
hh

Bingung aku baca tulisanmu, neng Fiet.
“…….Walaupun dulu saya bukan Islam, sekarang justru saya malah di lahirkan dari orang tua Islam.”

Neng bilang, neng terlahir dari orang tuan muslim, itu berarti waktu neng dalam kandungan orang tua neng adalah muslim? Jadi kapan neng beragama bukan Islam, atau tepatnya kristen?

Mohon kisah reinkarnasi itu diceritakan.

salam

26 12 2009
rodrymikhael

mbak, tahu dari mana kalau mbak pernah mengalami reinkarnasi? emang kehidupan mbak fietria jaman dulu seperti apa? thx

26 12 2009
Fitri

Mana mungkin kalian percaya walau saya terjun ke gunung berapi. Paling-paling justru dianggap taqiyah atau mereka-reka cerita. Sudah ya. Enggak usah di bahas lagi, ntar adminnya marah kalau saya OOT. Kalau sudah marah, komentar saya di moderasi lagi.

27 12 2009
hh

ceritakan saja, neng Fiet.
Barangkali pengalamanmu itu bukan reinkarnasi, ataupun inkarnasi. Karena pengertian reinkarnasi adalah penjelmaan kembali, atau penjelmaan baru.
sedangkan inkarnasi adalah penjelmaan.

salam

28 12 2009
Lumba_lumba

Mbak Fitri, gimana kalau saya tebak apa yang kamu alami dalam ‘reinkarnasi’ yang kamu maksud itu? Jadi, saya ceritakan kisahmu: kalau benar bilang benar kalau salah kamu perbaiki.

Hitung2 buat menghibur teman2 disini. Bagaimana neng Fitri?

28 12 2009
hh

Ku jamin adminnya gak bakal marah, neng. Ceritrakanlah, pleaseeeeee.

29 12 2009
Fitri

No komen kalau tak ada izin dari admin. Back to topic Pindah Kampung.

29 12 2009
hh

Pak Jeph, tolonglah diberi ijin kepada Sdri Fietria.
boleh, bukan?

29 12 2009
jephman

dari dulu juga tidak dilarang lae. Hanya kalau komentar sudah lebih dari 100, baru dihapus. itu juga kalau sy gak byk kerjaan

29 12 2009
Fitri

Apalah arti sebuah kampung bagiku. Karena sedari kecil selalu ikut orang tua pindah ke luar kota maupun desa. Dan saat inipun aku merantau dan hidup mandiri demi kuliah di kota dan berpisah dari orang tua selama 5,5 tahun.

29 12 2009
hh

Luarbiasa kemandirianmu, neng Fiet, kalau saja makin banyak orang Indonesia seperti dirimu ini. Salut.

Banyak arti dari sebuah kampung itu, neng.
Kampung itu harus dibangun. Biarlah hanya dari segi penduduknya yang sedikit masih disebut kampung, bukan karena masyarakatnya yang kampungan dari semua sisi kehidupan yang lain.

salam mandiri

29 12 2009
lovepassword

Koment banyak itu memperlama loading, tapi kan keren juga. Di ImanKristen dan Agamaku koment malah bisa sampe 1000 lebih lho. Hi Hi Hi . Cuma saran saja : Minta tambah bonus dikit misalnya jadi 200 atau 250 gitu.🙂 …
Salam Saudara Jephman…
Met Tahun Baru

30 12 2009
jephman

kalau lbh dari 100, disini saya lihat sudah ngalor ngidul. kebanyakan ngelawak hahahihi, mending kalo lucu. ini sudah ngeyel, gak nyambung, ketawa sendirian pulak hehehe (tuh kan aku jdi ikut2an🙂 )

30 12 2009
Fitri

Saya ingat teman semasa SMU saya dulu juga banyak yang pisah dari orang tua karena harus bersekolah ditempat yang jauh dari kampungnya. Dan dengan uang minim, mereka berusaha bertahan hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: