Pastor Rantinus, Pejuang HAM Tapteng, ditetapkan Polisi jadi Tersangka

17 12 2009

Tapteng (SIB)
Pastor Rantinus Manalu yang aktif memperjuangkan Hak Azasi Masyarakat (HAM) masyarakat Tapanuli Tengah (Tapteng) dipanggil polisi dalam kasus merambah dan membakar kawasan hutan register 47 Desa Purbatua Kecamatan Barus Utara, Tapanuli Tengah (Tapteng). Dalam pemanggilan itu, Pastor Rantinus telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pastor Rantinus yang dikonfirmasi wartawan membenarkan pemanggilan dan penetapan dirinya sebagai tersangka. Dikatakannya, ia tidak takut menghadapi pemanggilan itu dan akan datang menghadap sesuai surat yang diterimanya dari Polda Sumut.
Namun, Ia meminta semua rakan-rekan pejuang HAM dan keadilan di Tapteng dan seluruh Indonesia bersatu padu dan tidak gentar sedikit pun terhadap pembungkaman suara keadilan. Hanya saja ia akan berkoordinasi dengan Uskup Agung Sibolga Mgr Ludovicus Manullang.
“Bapak-bapak dan rekan-rekan juang, kemarin Kamis (10/12) penangkapan atas diri saya tidak terjadi. Tetapi pagi ini, saya menerima surat panggilan dari Polda Sumut No Pol:S.Pgl/25.30/XII/2009/Dit Reskrim menetapkan saya selaku tersangka kasus merambah hutan register 47 Desa Purbatua Kec Barus Utara Tapteng. Saya dipanggil menghadap Kompol Amwizar, Rabu 16 Desember ini. Saya akan memenuhi panggilan tersebut. Mohon doa dan dukungan untuk tetap membela kebenaran dan keadilan demi masyarakat yang tertindas,” kata Pastor Rantinus.
Perlu diberitahukan, Pastor Rantinus Manalu merupakan ikon pejuang HAM di Tapteng. Pastor bersama rekan-rekannya yang bergabung dalam Forum Pembela Tanah Rakyat (FPTR) aktif dan tidak pernah takut memperjuangkan hak-hak warga masyarakat Tapteng yang haknya diserobot oleh tindakan sewenang-wenang.
Selama aktif di FPTR sejak beberapa tahun lalu, ratusan warga dari berbagai kecamatan di Tapteng mengadu kepadanya (berkas-berkas pengaduan lengkap) untuk diperjuangkan seperti pengaduan karena tanahnya diserobot, karena hak warga miskin seperti Raskin tidak diberi dan juga karena pupuk bersubsidi bantuan pemerintah tidak diterima warga.
Tidak tanggung-tanggung, Pastor pun berangkat ke Jakarta untuk mengadukan hak warga yang tertindas tersebut. Memimpin demonstrasi massa ke Kantor Bupati, DPRD dll. Bahkan karena pengaduannya, Komnas HAM sudah dua kali datang ke Tapteng. Namun karena aksinya memperjuangkan hak-hak masyarakat, tidak sedikit pula yang menanamkan kebencian padanya. (Hel/n)
Sumber : http://hariansib.com/?p=103036

======================================
Polisi Periksa Pastor Sibolga

Kamis, 17 Desember 2009 | 05:21 WIB

Medan, Kompas – Ditemani ratusan orang, termasuk Uskup Sibolga Mgr Ludovicus Manullang, Pastor Rantinus Manalu Pr, Ketua Komisi Justice and Peace Keuskupan Sibolga, Rabu (16/12), diperiksa aparat Kepolisian Daerah Sumatera Utara selama tujuh jam. Pemeriksaan terkait statusnya sebagai tersangka dugaan perambahan hutan Register 47 di Desa Parbatua dan Desa Hutaginjang di Kecamatan Barus Utara, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Pemeriksaan dimulai pukul 11.30 dan berakhir pukul 19.30 WIB.

”Pastor ditanya seputar bantuan benih karet yang ia berikan kepada petani. Kami dari tim kuasa hukum merasa pemeriksaan polisi bukan dalam rangkaian penyidikan, tetapi penyelidikan. Karena itu, kami tidak mau menandatangani berkas pemeriksaan,” kata Diah Susilowati, salah satu anggota tim kuasa hukum tersangka—dari Kontras Sumut. Bersama Rantinus, diperiksa pula Robinson Tarihoran, petani yang menerima bibit bantuan dari Keuskupan Sibolga.

Sebelum pemeriksaan dilangsungkan, ratusan orang yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Tapteng berdemonstrasi di Polda Sumut. Mereka menuntut dilepaskannya Rantinus dan Robinson.

Massa yang terdiri dari delapan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Sumut dan melibatkan pastor, suster, calon pastor, serta biarawan/biarawati itu juga meminta polisi menuntaskan kasus-kasus tanah di Tapanuli Tengah yang dilakukan PT Nauli Sawit serta pelaku lainnya.

Saat berbicara di depan massa, Uskup Sibolga Mgr Ludovicus Manullang mengatakan datang ke Polda Sumut untuk mendampingi Rantinus yang adalah anak buahnya. Seluruh keputusan yang ada di Keuskupan Sibolga, termasuk pemberian bibit kepada petani di Kecamatan Barus Utara, terjadi atas izinnya.

Rantinus, dalam orasi di depan pendukungnya, mengatakan, apa yang ia lakukan semata-mata untuk membantu petani miskin di Tapanuli Tengah tanpa ada niat untuk memperkaya diri.

Pernyataan Rantinus didukung Sodikin Lubis, petani dan ustaz desa setempat. Menurut Sodikin, warga telah turun-temurun menggarap lahan yang diduga kawasan Register 47 itu. ”Warga pun memiliki surat kepemilikan tanah sejak tahun 1941,” katanya.

Rantinus dalam kesempatan itu juga menekankan, pembangunan proyek pemerintah di Tapanuli Tengah banyak yang terbukti masuk kawasan register itu, tetapi sejauh ini tidak bermasalah. ”Kasus ini hanya untuk membungkam saya atas kasus- kasus tanah yang saya dampingi selama ini,” ujarnya.

Menerima laporan

Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut Komisaris Besar Agus Andrianto mengatakan, polisi hanya bertugas menerima laporan masyarakat dan menindaklanjuti. Kasus dugaan penyerobotan lahan di Register 47 yang melibatkan Rantinus, katanya, dilaporkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumut.

Dalam surat panggilan polisi kepada Rantinus, antara lain disebutkan, Rantinus adalah tersangka dalam perkara tindak pidana mengerjakan, menggunakan, dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah dan atau merambah, membakar kawasan hutan yang terletak di Register 47 Desa Purba Tua dan Desa Hutaginjang, Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah. (WSI)

Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/17/05211068/Polisi.Periksa.Pastor.Sibolga


Aksi

Information

15 responses

17 12 2009
hh

Mardisir mardosor aek ni pora-pora,
Na lipe gebe toho molo hata ni namora.
Ala namora parsawit nauli, polisi pe mangurtuk,
Ala namora Indorayon Hutan lestari,
Sude tindakanna i gabe toho.

17 12 2009
san

amang tahe…
pastor pe nunga songon i
boa na ma hita on….?????

17 12 2009
parhobass

horas-ma

17 12 2009
Blasius S. Yesse

Kapan hukum akan berpihak pada rakyat? Para penegak hukum di Tapteng barangkali telah disumbat oleh uang penguasa dan mereka yang punya jabatan bagaikann kerbau dicocok hidung, karena takut jabatannya dicopot atau kenaikan pangkat dihentikan. Kasihan…rakyat ternyata belum merdeka di negeri kita ini. Petani dilarang bekerja di lahannya sendiri…

18 12 2009
hh

Maol huantusi komentar muna on, lae San. Patorang lae jo saotik.

18 12 2009
Robinson Agus Sihotang

Turut Berduka Cita
Dengan kematian hak untuk membela hak-hak azasi manusia di sana..
Untuk Pastor Rantinus semoga diberi kekuatan lahir dan batin dari Kristus Tuhan kita.

20 12 2009
JEFRI RUBEN PANGGABEAN

Dang binoto puang dia na toho di portibion sai adong do masalah dijolo ta, nga dohot pastor dipriksa polisi. Boha na mai amang pastor

21 12 2009
Fitri

Enggak usah ngamuk lagi ya??? Saya sudah join dukungan lewat FB.

21 12 2009
rodrymikhael

kasihan….tapi inilah anehnya hukum di negeri ini…

13 01 2010
gaudens

Pastor, Selamat berjuang…
Jangan pernah menyerah demi kebenaran..
Hukum di negara kita memang Abu-abu,..tak jelas..
Yang salah di benarkan- yang benar di salahkan…
Berjuang trusss…………..
Kebenaran pasti menang…

22 05 2010
boy

Jangan biarkan hak orang kecil dirampas,,,,terus berjuang Pastor…
GmN caranya bergabung dengan FPTR itu???muak dengan kondisi Tapteng yang selalu dibodoh-bodohi oleh aparat…

22 05 2010
boy

oi lae…di pihak dia do ahmu…unang abu2…ayo kita buka mata kondisi TapTeng sekarang,,,apa kyk gt…???TAPTENG ITU=TANAH KANAAN…ATURANNYA MAKMUR,,,BUKAN KAYAK SEKARANG…MASYARAKAT SELALU DIBOHONG-BOHONGI…

16 11 2010
Pejuang Tapteng

Saya setuju dengan komentar lae dohot ito ni ba.Tapi kedepannya apa yang boleh kita perbuat untuk masyarakat kita khususnya Tapanuli tegah yang tercinta lae dohot ito niba,Saya juga muak dengan Aparat pemerintah kurang ajar tak punya moral kucing kurap aparatur negara………..,semuanya tidak ada yang merdeka,pembangunan semuanya mark up,pejabat-pejabat banyak yang tikus,nggak punya hati nurani.Buat Pastor,saya pribadi mendoakan bapak Pastor untuk tetap tabah dan bersabar,semua niat baik bapak pastor pasti akan didengarkan Tuhan,tidak akan ada yang sia-sia,selagi niat kita bersih.Dan jangan menyesali keputusan yang telah kita perbuat,syalommmm buat kita semua.Horasssss

16 11 2010
Pejuang Tapteng

Buat Tuani Lumban Tobing,jagan samapi Tuhan murka kepadamu.Apa yang kau tanam pasti itu pulalah yang tuai.Doa orang yang tertindas pasti akan terwujud,bertobatlah kau Tuani Lumban Tobing,kekuasaanmu akan berakhir ditelan waktu.

24 10 2012
Partopi tao

kapan yach,, negara ini aman… ah,, pusing dechhhhhhhhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: