Anakhonhi Do Hamoraon Na Di Au

2 10 2009

Anakonhi


Aksi

Information

30 responses

2 10 2009
Robinson Agus Sihotang

huahahaha…
bursik ma tahe, sok kali appara ni si Jephman non …
memang dasar supir Medan Sidikalang do ho bah… , hira-hira so binoto timbo ni lagak mi kedan !!! jgn pura-pura malulah… , ai sarupa do karejo songon dia pe taho tong do tu ianakonmi do hasil karingat mi…

Sidikalang…
Sidikalang…
Sidikalang …..
Ayo Medan Sidikalang PP

2 10 2009
Manik

Di scene ketiga; kenapa menjadi terdiam penumpangnya itu..??

Horas lae jeph, sudah lama tidak mampir kemari…

3 10 2009
dongan

Tambahkan lagi lae, pekerjaan utama bukan hanya sekolahkan anak tetapi juga sebagai orang batak kudu wajib mengurus hula-hula dengan baik lebih daripada istri dan dongan tubu ๐Ÿ™‚

Nb:
Pengalaman pribadiku sebagai keluarga muda berhula-hula ria selama lebaran kemarin banyak disemprot muka masam, he he he he he…

3 10 2009
jakpurut

aku sebagai orang batak mengakui dengan bangga, inilah pola pikir orang batak yg selalu melekat dimana aja ๐Ÿ™‚

” Sekolah kan anak….”

3 10 2009
lovepassword

aku ikut bangga boleh nggak? ๐Ÿ™‚

3 10 2009
Robinson Agus Sihotang

@ Lovepassword

hehehehe, ya pasti bisa dong mas…. falsafah hidup orang Batak itu, selalu membanggakan anakn2ya kepada siapapun. Jadi di hati setiap orang tua suku Batak terpatri Anakhonki Do Hamoraon na di au ( Anak-anak ku itu yang menjadi harta kekayaan bagi seluruh keluargaku). Di bona pasogit (tanah kelahiran) orang-orang Batak, kehidupan begitu keras dan alamnya tidak bersahabat, sehingga ketika anak-anak Batak yg memiliki kesempatan belajar, sekolah kemudian berhasil pula di perantauan akan menjadi landasan bagi mereka akan begitu juga kpd anak-anaknya di kemudian hari. Sebenarnya seluruh manusia, suku dan agama apapun sudah pasti begitu prinsip orang tua kpd anaknya. Tetapi di orang Batak itu menjadi trade mark yang sangat kental turun temurun menjadi warisan kebanggaan sampai ada lagu yang lahir dari situasi tsb. Anda dpt cari kasetnya lho di toko-toko kaset, judulnya sama dgn judul posting di atas. gitu lho mas

3 10 2009
lovepassword

Oh gicu yah ? SIP deh. Sip Markusip

3 10 2009
hh

+ Jadi, apa pekerjaan utama bapak yang menghasilkan duit untuk nyekolahin anak-anak bapak?
– Ya, nariklah lae! Gimana sih? Lae pikir Korupsi, dll? nggak la yauwwwww.
+ Hehehe.

3 10 2009
dongan

Usul buat lae jephman, buat donk kartun mengenai dalihan na tolu dalam 3 gambar hubungan mardongan tubu, marboru dan marhula-hula… Idenya mungkin masing-masing hubungan diatas digambarkan positif dan negatifnya sebelah menyebelah. Dalam beberapa kasus keluarga muda batak sering terombang ambing dalam melayani saudaranya (orangtuanya) berkenaan dengan hubungan dalam dalihan na tolu. Sering kali ditemukan hubungan yang dibangun tidak seimbang. Misal suami lebih condong pada keluarga suami (dongan tubu) sedangkan istri lebih condong ke keluarga istri (hula-hula suami). Malahanan posisi boru sering jadi (maaf kata) seperti budak di dalam perkumpulan keluarga besar. Padahal apa yang didapat boru? Cuma ulos dan beberapa patah kata pujian (kalau lagi baik ya didoakan juga). Tolongin ya lae jeph…

GBU

4 10 2009
Robinson Agus Sihotang

@ dongan

Segala curahan hatimu itu lae, tidak dapat digambarkan dgn kartun. Tetapi kartun dapat diuraikan dengan kata-kata yang sangat panjang. Jadi intinya, lae dapat mencurahkan uneg-uneg tsb ke dalam suatu blog, renungan , surat pembaca dsb. Hehehe…. ai dang saleleng na hita na gabe boru, ai hita pe boi do gabe hula-hula di akka keluarga iboto ta, namborut ta manang marga dia pe na manjou raja i tu hita.

4 10 2009
dongan

Lae Robinson, permasalahan yang kulihat dalam dalihan na tolu saat ini udah seperti lingkaran setan. Saat kita jadi boru, sering diperlakukan ga pantas sehingga pada saat posisi kita di suatu tempat adalah hula-hula maka seenaknyalah kita berbuat pada boru kita. Dimanakah posisi kasih kita sebagai orang-orang yang sudah ditebus Allah?
Oya OOTdulu nih, si fitriea ngamuk tuh, dia ada kirim comment ke blogku minta tolong lae jeph jangan mem-ban comment dia… Ada-ada saja si mbak ini sampai minta tolong ke orang lain. Yang pasti comment dia di-ban pasti karena isinya kasar dan menghina…

4 10 2009
hh

Lae Dongan,
Hula hula yang memperlakukan borunya seenaknya adalah hula hula yang tidak ‘elek’ marboru. Salah itu. Hehehe.

5 10 2009
jolmanaotodoahu

Somba marhula-hula
Elek marboru
Manat mardongan tubu

Dari ketiganya, kepada siapakah kita harus berhubungan dengan ekstra hati-hati?

Kalok menurutku, lebih gampang berhula-hula daripada yang lain. Kehati-hatian justeru sangat perlu kita perhatikan dan lakukan pada saat berhubungan dengan boru dan dongan tubu; pada boru kita harus elek, sedangkan pada dongan tubu kita harus manat.

Kepada hula-hula, santai aja. Bila salah, kita cukup melakukan somba. Kalok ada perdebatan dengannya, santai aja. Ngomong aja apa-adanya tetapi tetap dengan sopan dan santun. Jangan takut. Justeru kita yang harus dieleki dan dimanati olehnya.

Dengan demikian, dari sananya, tidak akan pernah ada hula-hula yang sembarangan dengan boru dan dongan tubunya. Soalnya, dia harus elek dan manat.

Bagaimana bila ada hula-hula yang memper”budak” borunya? Nah ini hanya oknum yang belum mengerti benar apa inti dari dalihan natolu itu.

Begitu kira-kiranya yang kumengerti lae.

5 10 2009
Fitri

@dongan
Kasar? Menghina? Justru komentar yang ingin saya sampaikan adalah tentang fery yang beragama kristen tapi menyamar sebagai wawan dan beragama syi’ah untuk mencuci otak umat Islam supaya murtad. Dan hal itu lebih jelasnya, kunjungi link misteri nama wawan yang sudah saya sebar di artikel anti mualafisasi. Justru saya heran, kenapa kalau ada komentar yang menghina islam justru diloloskan?

5 10 2009
Robinson Agus Sihotang

@For All

Sebagai warga negara Indonesia yang tetap memelihara rasa nasional kebangsaan yang kental baik agama apapun maka dalam kesempatan ini, untuk seluruh pembaca, simpatisan, bapak, ibu dan handai taulan marilah kita sejenak tafakur dan berdiam diri untuk mengheningkan cipta bagi saudara/i sebangsa setanah air yang meninggal dunia, karena menjadi korban bencana alam dimana gempa bumi telah melanda tgl 30 September kemarin di Sumatera Barat dan Jambi. Demikian juga begitu banyak korban yang luka-luka, rumah-rumah porak poranda. Jikalau sekiranya bisa supaya sudi kita meringankan tangan dalam membantu meringankan beban para saudara-saudari kita di sana. Kita dpt menyumbangkan uang ke rek yg ada di layar-layar stasiun tv nasional. KIta tunjukkan kita adalah sebangsa dan setanah air.

6 10 2009
rodrymikhael

wah ini kartun betul2 merepresentasikan orang batak
bisa dilihat betapa sulitnya orang2tua di kampung berkerja mencari nafkah, mulai dari bertani, beternak bebek/babi sampai jualan…semuanya itu supaya anak2 mereka bisa sekolah, belajar dan menjadi lebih maju dan lebih pintar dibanding orangtuanya…cobalihat betapa bangganya para orang2tua, kendati mereka bukan lulusan pendidikan tinggi, tapi mereka bisa sekolahkan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi dan lulus jadi insinyur, dokter, ekonom, dll…
itulah hebatnya orang batak
hidup batak!

6 10 2009
jakpurut

@rodrymikhael

kalau kita dengar lagu Nahum Situmorang, maka pas lah… kartun ini

” Anakkho hi do na hamoraon di au…. ” ๐Ÿ™‚

6 10 2009
Fitri

Ada komentar lucu dari Sujarwo Tedjo di blog saya. Masa’ saya dibilang suka orang Batak dan suka mengadu domba muslim dan nasrani. Sementara saya enggak pernah punya teman muslim yang jadi domba. Lagipula siapa sih yang nyebar gosip bahwa saya suka orang Batak?
Justru saya yang sering di obok-obok oleh nasrani.

6 10 2009
lovepassword

Santai saja bu pit pit, yang namanya manusia itu ada yang waras, ada yang setengah waras ada juga yang tidak terlalu waras. Lha ini ada dalam semua agama. Jadi kalem sajalah, nikmati sajalah setiap omelan dengan ceria. ๐Ÿ™‚

7 10 2009
tanobato

Sekadar berbagi tentang pengalamanku saat bertugas di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dalam suatu percakapan informal – dan aku satu-satunya orang Batak (dan puji Tuhan, Kristen pula …) yang mereka tidak ketahui – salah seorang tokoh masyarakat berbicara tentang pentingnya menyekolahkan anak dengan menceritakan dirinya yang “habis-habisan” meguliahkan anaknya ke Jawa sambil berkata (dalam bahasa setempat): “Kita jangan mau ketinggalan sama orang Batak yang sering kita katakan (ma’af …) kafir. Mereka biar bagaimanapun miskinnya, tetap menjadikan sekolah anak-anaknya yang menjadi nomor satu. Bukan harta kekayaan kayak kita orang-orang di sini”. Mendengar itu, karena agak tersipu malu (dan bangga …) aku mohon pamit keluar sambil mengingatkan kawanku satunya yang orang Aceh yang mengenalku untuk tidak usah mengatakan siapa aku ini …

7 10 2009
hh

Komentar lucu, memang. Campur aduk, susah dimengerti.

=> Antara gosip Sujarwo suka Batak dengan justru Sujarwo yang sering diobok obok, samasekali tidak ada hubungan.

=> Kalau disebut Sujarwo tidak suka Batak karena sering di obok obok, baru ada hubungannya.

=>Tidak ada hubungan antara mengadu domba dengan seseorang yang menjadi domba.

Lutjchu abis emang.

7 10 2009
Iksa

Salut untuk kegigihan menyekolahkan anakbetapapun susahnya hidup … patut ditiru oleh semua orang..

7 10 2009
lovepassword

Betul Betul Betul . Sip Markusip lah.

7 10 2009
lovepassword

Memangnya ada ya yang mengatakan kalian nggak waras ??? Kacian bener kalian yah? Bener-bener kasihan.

Perlu dilurusken itu. Biar kubela kalian dengan sepenuh cintaku :

Pengumuman : Menurut lovepassword, Mister Jephman dan Mister JakPurut masih sangat waras. Cuma kadang-kadang agak galak saja. Sekian terimakasih.

SALAM

Setuju tidak setuju tetap theng kyu

SALAM lagi deh.

9 10 2009
Huang

jadi itu salah satu tujuannya yaa…

btw selamat blognya masuk dalam impact blog ya ๐Ÿ™‚

12 10 2009
Budaya Pop

Kartun dan komentarnya, membuat saya mengerti lebih dalam tentang alam pikiran orang Batak; suatu salah satu kekayaan budaya Indonesia. Mantap.

13 10 2009
hendry

nga repot lae on….

14 10 2009
parhobass

emmma tutu…. HORAS

16 10 2009
togarsilaban

kerja sampingan ku, narik,
kerja utama, mar nonang di lapo tuak…

14 01 2013
opening a non profit

Keeping a record of outcomes assessment and outcomes measurement
is a vital component to virtually any program, so having nonprofit management software that could accurately track efforts, participants, and progress may be incredibly beneficial.

TN Vocational Center, funded by federal and local government, supplies
parts for Denso where I work. Management: As the saying goes, “Good companies start on the top”, therefore it is important
for you to take a close consider the people who are leading the company.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: