Psst! Di Alkitab nabi-nabi pada mabok loh!

9 09 2009

Mari Belajar Menjawab Mereka 4

Menyambung tulisan-tulisan sebelumnya, kali ini saya mencoba menulis tentang pandangan muslim terhadap perilaku nabi-nabi di Alkitab Perjanjian Lama.

Kita pasti pernah menemukan tulisan atau perkataan atau cara pandang saudara-saudara kita terkasih muslim yang negatif terutama jika mereka mengomentari Alkitab tentang nabi-nabi dari sudut pandang mereka. Ini menarik karena memberikan pelajaran betapa berbeda agama Kristen dengan Islam.

Banyak tanggapan negatif dari saudara terkasih muslim ketika Alkitab mencatat bahwa Salomo (Sulaiman) memiliki ratusan istri dan gundik, atau Lot dibuat mabuk oleh anak perempuannnya lalu meniduri mereka, Harun yang membuat patung sapi dari emas lalu menyembahnya, atau nabi Nuh setelah air bah lalu mabuk minuman, atau betapa kejinya nabi Daud yang dicatat meniduri istri panglimanya sendiri lalu mengirimkannya ke baris depan perang agar mati dan banyak contoh-contoh lain yang ditulis Alkitab.

Satu hal yang perlu digarisbawahi, Alkitab mencatat kejadian-kejadian ini bukan untuk ditiru perilaku buruknya dan Alkitab selalu mencatat akibat dari perbuatan buruk itu.

Dari beberapa komentar muslim tentang hal ini beberapa benar, beberapa lainnya salah. Hal-hal detail mengenail hal ini dapat dibahas nanti, tapi ada hal lain yang lebih baik untuk ditarik pelajaran, yaitu Kekristenan memiliki cara pandang berbeda tentang nabi.

Alkitab mencatat bahwa para nabi pernah melakukan dosa, tetapi TUHAN tetap memilih mereka walaupun berdosa. Sedangkan Alquran memandang: “Nabi itu suci tidak berdosa karena sudah dipilih Allah maka dijaga Allah dari dosa”. Pernyataan ini memang ada benarnya. Cobalah kita bayangkan, masa kita melarang orang berjudi padahal kita sendiri tukang main judi? Jadi tidak masalah kan?

Mari kita mencoba berfikir kenapa hal ini menurutku tidak menjadi masalah:

Alquran mengatakan kepada pengikutnya agar tidak memiliki lebih dari 4 istri.

Muhammad memiliki minimal 11 istri.

Tidak ada masalah kan?

Tentu saja, muslim terus menghormati dan mengikuti beliau dan boleh memiliki 4 istri. Lantas kenapa contoh-contoh seperti Salomo, Lot, Nuh, Harun atau Daud diatas menjadi masalah? Tentu tidak menjadi masalah bukan?

Kenapa tidak mungkin orang-orang yang telah berdosa menjadi nabi? Asalkan mereka telah mengakui kesalahan mereka dan bertobat. Yang menjadi masalah adalah jika berkotbah tentang dosa dan pada saat yang sama tetap melakukan dosa dan tetap menganggapnya bukan perkara besar. Hal ini tentu saja merupakan kemunafikan dan merusak kredibiltas nabi itu.

Tapi ketika mereka bertobat dan menyesali apa yang telah mereka perbuat, tentu saja tidak menghalangi mereka dipilih Tuhan menjadi nabi.

Saya pribadi bisa mengerti mengapa muslim punya pikiran negatif dengan ayat-ayat Alkitab tentang nabi-nabi yang berbuat dosa, karena memang itulah yang diajarkan kepada mereka. Tetapi Alquran nyata sekali berbeda dengan Alkitab, dan kita harus mencoba saling mengerti, mulai dari diri kita sendiri mencoba memahami mengapa cara pandang muslim begitu negatif.

Tidak ada yang memalukan mengatakan kebenaran. Orang bilang : “Kebenaran kadang menyakitkan”. Dan Alkitab adalah buku jujur yang mencatat benar-salah, baik-buruknya para nabi. Alkitab bahkan membeberkan borok-borok dari para pahlawannya sendiri. Maka dari itu saya dapat mempercayainya. Jujur.





Plis dong !

4 09 2009

Plis-deh





Plis deh !

4 09 2009

Plisdong





Cape deh (2)

1 09 2009

paradoks