Piga Taon

20 08 2009

Pigataon


Aksi

Information

32 responses

20 08 2009
hh

memang tahe, bah……………..

20 08 2009
Robinson Agus Sihotang

Suasana di barisan itu kita serupakan dengan suasana debat di blog lae Jephman ini.

Pemimpin Upacara :
Kepada Sang Bendera Merah Putih…
Hooorrrmaat geraaak …

Kepala Sekolah berteriak melalui pengeras suara toa ….
Untuk anak-anak kami yang berbicara di barisan, saya saya perintahkan diaaaam atau saya persilahkan dari barisan keluaaar……, disini bukan tempat membahas Nurdin M Top cs, atau Auli Pohan cs atau tetek bengek lainnya….

Yang sering ngirim koment Lae Jephman, lae Parhobas, lae Jakpurut, hh, Garfield dan Robinson Agus yang turut merasa diteriakin terpaksalah diam seribu bahasa…. ., kita lanjutin keluar maen maen nanti coy seru Lae Jephman
heheehehe

20 08 2009
GABENAMORA

HEHE…MA TUTU……………

21 08 2009
parhobass

hehehehe… sai na adong do ateh…

Lae Jeph.. kreasi yang rrruuuaaarrr biasa….

21 08 2009
jephman

@ Sihotang
gak ngerti aku lae.
Disini bebas kok mau komen apa. Asal sopan dan bisa dipertanggungjawabkan alias berani adu argumen dengan sehat hehehehe

21 08 2009
jakpurut

tau kan? ada teroris yg baru di bebaskan dari penjara….🙂 membrantas sekaligus menanam…inilah negara ini….

21 08 2009
Robinson Agus Sihotang

@Jephman

Maksud saya lae, kepala sekolah yang berteriak itu adalah simbol dari orang-orang yang tidak menyukai kartun dan koment2 teman lain di blog ini. But show must go on … heheh

21 08 2009
Parhusip Martonggo

Sebelumnya saya meminta maaf jika postingan saya ini Out of Topic!

Sudah 64 tahun Indonesia merdeka. Betul kalau kita ambil penjajah yang datang dari luar negeri sebagai objeknya, tidak ada lagi peperangan dengan para penjajah Belanda, Jepang, Portugis ataupun Inggris. Tapi sekarang setelah 64 tahun para penjajah asing itu angkat kaki dari Indonesia, datang lagi penjajah yang notabene adalah bangsa sendiri yang memakai embel2 SARA sebagai alatnya menjajahnya. Sebagai contoh, perang di Poso, Sampit, Ambon, Aceh, dll. Itulah contoh bagaimana ketidakadilan sangat merajalela di negara yang kata para ulama merdeka atas berkat rahmat allah! (katanya……..!).

OK! Sebagai contoh lagi yang sangat kentara terasa sekali adalah saat pemilu lalu, anda semua tentu tahu bahwa dari enam anak bangsa yang mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres, hanya satu orang saja yang non-jawa! Selebihnya laskar gatot koco semua! Kenapa bisa begini??? E, tanya kenapa??? Inilah katanya sistem demokrasi, yang memungkinkan semua bangsa Indonesia (camkan! Hanya muslim saja) bisa menjadi presiden maupun wakilnya! Namun dalam prakteknya “BULL SHIT!!!” toh juga yang tampil dominan dan sudah pasti menjadi peraih tahtanya dari suku jawa saja! Suku lain silakan cari jabatan lain dibawahnya! Dan kita ketahui pula yang akhirnya keluar sebagai pemenangnya adalah mas SBY dan mas BOEDIONO (keduanya asli wong jowo)! Inilah politik busuk yang terlihat dari mas SBY, selalu saja yang diangkat menjadi menteri diprioritaskan dan dimayoritaskan yang berasal dari sukunya, meskipun dia tidak mempunyai kualitas yang mumpuni! Lihat juga bagaimana dia memilih BOEDIONO sebagai calon wakilnya, terlalu KKN sekali kan! Lihat juga bagaimana pengangkatan Mardiyanto sebagai Mendagri (sebelumnya, Gubernur Jateng), mas SBY tidak melihat dari sisi mutunya melainkan dari sisi kesukuannya, padahal kan banyak Gubernur berkualitas yang pantas diangkat menjadi menteri! Juga persaingan antara Raden Pardede dan Agus Martowardjojo merebut kursi Gubernur BI tahun lalu, semua suara anggota DPR memilih mas Agus dan suara untuk amangboru Raden Pardede, NOL BESAR! Dan akhirnya SBY memilih Boediono untuk “menjaga perasaan” Raden Pardede! Belum lagi kalau kita lihat para kepala staf angkatan, baik darat, laut dan udara, Panglima TNI, dan Kapolri, (lihat juga pangdam, kapolda dan staf2 di mabes mereka masing2) HARUS WONG JOWO! Itulah demokrasi ala SOESILO BAMBANG YUDHOYONO, seorang purnawirawan TNI!

Masih juga ditambah rentetan peristiwa pembakaran Gereja, penutupan Gereja dengan alasan gak masuk akal (mengganggu ketertiban-padahal kan gak berkoar-koar pake toa yang diarahkan kesemua penjuru mata angin), Gereja dibom oleh laskar2 setan bersorban dll! Tidak akan ada habisnya kalau diutarakan semua peristiwa kejahatan mayoritas terhadap minoritas! Sudah terlalu banyak dosa mayoritas itu kepada minoritas!

Jadi tidak mengherankan jika bangsa Papua, Aceh (dalam konteks kesukuan SBY), Maluku Selatan (dan mungkin juga Tapanuli) ingin memisahkan diri dari NKRI, saya sangat mendukung sekali keinginan mereka! Karena mereka memang betul2 terdzholimi (minjam istilah si abu bakar ba’asyir) oleh demokrasi ala SBY!

Cobalah dulu kasih kesempatan sama orang Batak atau suku lainnya yang mimpin, kalau gak bisa Batak Kristen (dan memang gak bisa) ya Batak islam dari Mandailing sana pun jadi lah!

Saya tidak berharap banyak lagi dari Negara ini, karena selama masih itu2 saja yang memimpin dan itu2 saja yang diurusin, ya akan tetap begini2 saja negara ini!

Terakhir saya ingin menyampaikan sepenggal lagu, “Itulah Indonesia….! Tidak majuuuu… Majuuu…! Tidak majuuuu….. Majuuu….! Tidak Majuuuuu….. Majuuu……..!

Botima! Tu akka dongan sahuta sasudena horas ma dihamu! Rap tapaturema diritta Bangso Batak i asa gabe i diritta! Sian ahu, Parhusip Martonggo, nunga Batak, Kristen muse!

HORAS……!!! HORAS……!!! HORAS……!!!

22 08 2009
rodrymikhael

bingung ya, di tingkat nasional ideologi Pancasila dan nusantara yang ‘gemah ripah loh jenawi’ sering didengung2kan dan diagung2kan… tapi di tingkat akar rumput kok ada aja ya kelompok2 sempalan yang pingin mendirikan negara sendiri, dengan ideologi sempalan, dan dengan caranya sendiri pula…

22 08 2009
jengkolin

Eh tahe.. bagian ni angka pejuang protap on..
Mangkanya.. jangan pilih pemimpin yang jantungan..!!

24 08 2009
dongan

I ma tutu…
Kenapa pentolan NII itu masih berkeliaran bebas? Padahal dalam pelajaran sekolah pemberontakan NII (DI/TII) diceritakan sudah selesai dan dipadamkan sejak masa Soekarno.
Mau tau pengalaman para TKI di malaysia? Pengalaman mereka, malaysia sendiri jauh lebih pancasila daripada di indonesia.
Tanya kenapa? Tanyalah pada Soeharto dkk yang membuat negara ini jadi begini.

24 08 2009
lagubatak

hm…. ise ma nuaeng tokke i ate?, na tarlambat kapal do au on??

24 08 2009
tanobato

Tu ahu ndang mansai porlu be hita (nunga Batak, haleluya … Karisten muse!) gabe paresiden di negaranta on. Anggo di ahu, asalma boi mangatur paresiden ni negara on na Jawa, Bugis, manang sian dia pe taho. I do, ‘kan? Horasma di hita sudena.

24 08 2009
parhobass

toho do lae, jadi diritta ma tapature….
naing hita gabe pamaretta hape angka pamago do tong hita, jadi ahama siberengon ni halak sian hita?

molo sian holong ni roha ni lae tu Bangso Indonesia do kaluar sude arsak ni lae on, unang ma antong lagu kebangsaan i lae segai…

24 08 2009
Robinson Agus Sihotang

@Parhusip Martonggo

Pendapat lae di atas tsb, sangat skeptis dan tidak mengandung kebenaran yang sebenarnya. Skeptis dalam artian menurut lae tidak akan mungkin orang Batak yang Kristen nantinya dapat menjadi presiden di negara ini. Kebenaran yang lae utarakanpun bukan kebenaran yang sebenarnya karena hanya berdasarkan pendapat pribadi saja. Tidak ada hubungan antara agama, suku jikalau memimpin suatu bangsa dan negara.

Indonesia ini adalah negara dengan mayoritas pemeluk Muslim terbesar di dunia dan pasti juga hampir 90% mayoritas rakyatnya adalah berpenduduk Muslim di negeri ini. Sudah pasti bahwa apapun kebijaksanaan yang dikeluarkan negara melalui kepemerintahannya adalah hasil dari orang-orang mayoritas di negeri ini. Sikap kita sebagai minoritas dalam kebijaksanaan mereka, hanyalah pendukung dan memberi pikiran dan tenaga bagi kemajuan negara ini. Bahwa negara yang memiliki penduduk mayoritas sudah pasti memiliki berbagai banyak kekurangan di sana sini dan itu sudah pasti lebih banyak dialami penduduk mayoritas dinegeri juga.

Jadi sebagai seorang yang bangga menjadi orang Indonesia, selayaknyalah kita tidak menanyakan apa yang telah diberikan negeri ini kepada kita tetapi kita tanyakanlah apa yang sudah layak kita berikan untuk negeri yang kita cintai ini.

24 08 2009
Non-Blogger

aku se7 dengan Pak Parhusip Martonggo,
64thn merdeka itu secara matematik, anak TK pun tahu! tapi kenyataannya NKRI baru merdeka setelah Suharto menyatakan berhenti. Tapi kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan oleh rakyat Indonesia. Tertundanya pemerataan kemerdekaan diperparah oleh kehadiran agen2 neraka dengan khotbah2 anti-pancasila lewat masjid2 & gereja2 kristen (karena 2 agama ini adalah mayoritas).
yang aku ndak se7, jangan pesimis & jangan ndukung disintegrasi bangsa kita! mbok yo dihargai toh pengorbanan nyawa & hidup leluhur kita yang berhasil melepaskan bangsa kita dari kekuasaan asing! Trus dihargai juga nyawa mahasiswa2 yang gugur demi lengsernya ORBA!
jangan berhenti menyuarakan pendapat anda, Pak Parhusip! untuk inilah kita merdeka! walowpun aku islam-jowo, tapi demi Allah dan Rasullalah aku ndak pernah keberatan kalo misalkan presiden kita berikutnya Hindu-bali atow Kristen-batak!!!

24 08 2009
Non-Blogger

dan pemerintah tidak berbuat apa2…
capek dech!

24 08 2009
Non-Blogger

“…hampir 90% mayoritas rakyatnya adalah berpenduduk Muslim di negeri ini.”
secara KTP mungkin ya! tapi kalo diadakan sensus lagi, statistiknya ndak akan begetu. apalagi kalo tidak dibatasi pada 6 agama, pasti sodara akan terkejut!

“tetapi kita tanyakanlah apa yang sudah layak kita berikan untuk negeri yang kita cintai ini.”
sangat se7! dengan lapang dada & kesabaran seperti para pendahulu kita yang tidak pernah patah semangat!

25 08 2009
cindy

Klo presidennya pintar tapi berniat kurang baik, bisa-bisa kepintarannya dipake utk memperkaya diri dan menutupi keburukannya. Klo presidennya berniat baik tapi kurang pintar, bisa-bisa dikelabui sama bawahannya yang lebih pintar. Tapi lebih baik memilih presiden yg berniat baik dari pada presiden yg pintar, karena setidaknya para pemimpin yg memiliki niat yg kurang baik itu, dipimpin oleh orang yang berniat baik. Tapi akan lebih baik lagi jika presidennya berniat baik dan bijaksana, walaupun kemungkinannya sangat kecil karena orang seperti itu tidak akan menghasilkan keuntungan bagi para pemimpin yg berniat kurang baik, atau bahkan mempersulit gerakan mereka. Jadi biasanya orang itu diasingkan oleh mereka.

25 08 2009
Garfield

@Parhusip Martonggo
Pertama, tidak ada larangan bagi non jawa untuk mencalonkan diri menjadi capres dan cawapres. Masalahnya karena penduduk jawa lebih dari 50% penduduk Indonesia, wajar saja secara probabilitas mereka lebih banyak yang lolos ke pencalonan. Dimana salahnya? salahnya sistem rekrutment yg tidak memungkinkan calon independen maju membuat kemungkinan minoritas bisa maju menjadi kecil.

Kedua, SBY memilih Budiono kenapa dikatakan politik busuk? wajar saja dia memilih pasangan yg dianggap bisa bekerja sama dengan dia dan memiliki akseptabilitas tinggi untuk bisa menang. Masalah dia kebetulan Jawa, kenapa membeda-bedakan suku? kalau memang dia yg terbaik?

Ketiga, pemilihan Gubernur BI, justru menunjukkan SBY fair memberi kesempatan Raden Pardede (yg Batak, kristen) maju sebagai kandidat, masalah tidak ada yg memilih itulah demokrasi. Agus Marto juga ditolak disidang paripurna DPR, itulah Demokrasi.

Keempat, soal pejabat di TNI/Polri…lagi2 saya tidak melihat SBY menentukan harus Wong Jowo..kan rata2 yg dipilih yg berprestasi (Adi makasaya, dsb), kebetulan karena mayoritas suku jawa, ya yg terpilih jawa lagi.

Soal pembakaran gereja, konflik agama, dsb…saya melihat perspektifnya masalah ekonomi dan kesenjangan sosial sebagai pemicu konflik. Berapa banyak saya lihat gereja yg jemaatnya demikian makmur dengan mobil mewah berderet sementara disekitarnya banyak penduduk miskin. Cobalah untuk lebih peduli terhadap penduduk sekitar.

Separatisme di mana-mana tidak menyelesaikan masalah, malah menimbulkan kekacauan saja. Sorry, Saya anggap mereka pengkhianat terhadap cita2 luhur para pejuang NKRI yg sudah berkorban nyawa.

Coba instrospeksi dan otokritik ke dalam sebagai Batak Kristen. Berapa banyak lawyer yg kelihatan mempermainkan keadilan, maaf sopir metromini dan angkutan umum yg ugal-ugalan, preman pasar, pencopet, dsb yg umumnya menciptakan streotip org Batak barbar. Sudahlah, mari kita berdamai dengan keadaan. Kita tidak selalu bisa menentukan apa yg terjadi kepada kita sebagai manusia (khususnya Batak Kristen), tetapi kita bisa menentukan apa yg terjadi di dalam hati kita.

Intinya, mari kita berubah dari diri kita dan keluarga kita dulu, baru ke lingkungan kita dan selanjutnya merubah bangsa ini. Optimis kawan..Peace…

25 08 2009
dongan

Pendapat lae martonggo membuatku teringat pada paham teori konspirasi. Seolah-olah kegagalan kristen di indonesia adalah konspirasi tingkat tinggi yang melibatkan DPR, pemerintah, tentara, polisi, dsb. Padahal ada tangan Tuhan yang juga bekerja disana.
Cobalah kita melihat dari perspektif yang berbeda. Tuhan Yesus memberkati kita semua dalam banyak hal yang beragam (harta, keluarga, tahta). Kalau saat ini orang kristen sulit untuk menjadi kepala, mungkin itu campur tanganNya juga. Suatu saat kalau Tuhan berkenan dan memandang itu perlu, maka orang jawa dan muslim yang lae pandang skeptis itu pun tidak akan bisa menghalanginya.
Sekali lagi cobalah kita memandang ini dari perspektif yang positif. Orang kristen sudah jauh lebih banyak mendapat berkat di Indonesia ini dalam hal yang lain. Berkat tahta itu sangat sulit dan banyak godaan disana. Bagaimana hati kita yang minoritas ini akan menerima kenyataan kalau ternyata orang kristen yang berada diatas juga sama saja dengan orang agama lain yang korupsi dan membunuh.
Percayalah suatu saat Indonesia akan menjadi negara yang disebut-sebut juga pada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Kita ini negara besar dan sebagaimana Tuhan menyayangi Niniwe, Dia akan menyayangi Indonesia juga.

monggo mampir ke situsku ya: http://dongants.wordpress.com
dan juga situs ini:
Alkitab Batak Toba – http://altoba.wordpress.com
Alkitab Sunda – http://alsunda.wordpress.com
Alkitab Makassar – http://almakassar.wordpress.com
Alkitab Madura – http://almadura.wordpress.com
Alkitab Jawa – http://alkitabjawa.wordpress.com
Bible KJV – http://alkjv.wordpress.com
Pasang situs-situs ini jadi blogroll, tolong sebarkan juga di infogue.com. listasberita.com, delicious,com, dsb dan sentuh rekan-rekan anda melalui ayat-ayat alkitab dalam bahasa mereka masing-masing.

Tuhan Memberkati

25 08 2009
parhobass

bagus lae…

25 08 2009
parhuta-huta

kalau menurut quick count (bukan sensus resmi) & pengamatan saya, penduduk islam sebenarnya hanya kurang dari 75% di negara ini, hanya selama ini dibangung persepsi bahwa mereka di atas 90% spy seakan-akan mereka itu mayoritas mutlak di negeri ini

25 08 2009
Robinson Agus Sihotang

@ Dongan

Saya mendukung pendapat lae, sesuai dengan pendapat saya pada wacana beberapa bulan lalu yakni ” INI BUKAN GOSIP INI BUKAN ISU, HANYA CERITA LAMA”

@ Parhuta-huta

Berapun jumlah mereka mari kita dukung mendukung agar semakin banyak dari mereka memberi hatinya kepada panggilan Yesus Kristus dan menerimaNya sebagai satu-satunya Juruslamat Yang Hidup. Kita beritahukan kpd mereka bhw tidak ada jalan Keselamatan lain selepas kematian dari dunia ini kecuali percaya dalam Nama Yesus. Terpujilah NamaNya Yang Kudus.

31 08 2009
Fietria

Makanya pindah dong ke kaltim, disini enggak ada pelarangan membangun gereja. Bangun saja gereja sampai seribu buah di Melak, prov.Kaltim. Pasti daerah Melak masuk kategori tujuh keajaiban dunia. Apalagi perang agama itu enggak ada di daerah saya. Kalau suku Batak di televisi sudah sering disebut, coba suku Banjar malah enggak kedengaran namanya. Coba kita tanya, kenapa kebaya yang asli budaya jawa harus jadi pakaian adat untuk mewakili Indonesia? Kenapa harus angklung dan seruling yang mewakili alat musik indonesia? Sayapun juga terkadang heran kenapa di posisi pemerintahan yang memimpin mayoritas jawa? Kenapa tidak dibagi secara adil untuk masing2 daerah?

1 09 2009
jephman

@ Fitria
Pertanyaannya ke forum anak SMA aja neng.

1 09 2009
Fietria

iya ya…
maklumlah saya memang anak SMA yang bodoh.

2 09 2009
Nokia

Lae, buat lah dulu kartun nya oang Malaysia yang membuat statement bahwa ULOS adalah milik Malaysia, mohon dilihat, dan serukan agar halak hita menunjukan jadi diri nya ke DUBES Malaysia di Jakarta.

Ini berita nya…..

http://lidyanata.blogspot.com/2008/05/sejak-kapan-orang-malaysia-pake-ulos.html#comment-form

2 09 2009
Robinson Agus Sihotang

@ Fietria

Nak Fietria nih… marbete-bete tidak karuan……
Kadang protes napa kebaya Jawa jadi pakaian Nasional, kadang protes kenapa orang Jawa semua jadi pemimpin, kadang protes orang Batak semua keras kepala, kadang merajuk karena salah tanggap koment dr Mr Jephman, kalo direspon dgn keras dibilangnya beraniny sama perempuan saja. Padahal blognya begitu cerdasnya dlm menyerang keyakinan kaum agama tertentu…. dan begitu sangat menyakitkan hati ngelihatnya. Hehehe, tp ndak papalah…. mari kita berkarya walau memang maksima lsampai begitu dulu pemahamanmu. Salam kasih

2 09 2009
Nokia

Berita ULOS Batak di Malay itu sebenar nya dah basi, tapi kl mo liat silakan, dan tidak usah ditanggapi seruan itu, agar tidak ruyem, cuma SOK TERAPI sesaat aja, pada baca ga gitu loh maksud nya🙂

7 12 2009
mauliate amang

kalo ngomongin mayoritas susah deh. liat mayoritas koruptor beragama muslim, sampai ada istilah korupsi berjamaah, mayoritas penghuni lembaga pemasyarakatan juga … tau sendiri agamanya apa?! mayoritas pengelola dan penghuni lokalisasi juga … tau sendiri agamanya apa?! dan seterusnya.

untuk lae atau ito sekalian jangan terjebak dengan dikotomi dikotomi mayoritas minoritas, indonesia mengaku 5 agama, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan islam. Jadi jangan terpengaruh dengan penggunaan bahasa Muslim dan Non Muslim. Kenapa ga biasakan Kristiani dan non Kristiani ajah?

enak di elo kagak enak di gw

21 11 2010
weizly

ga coment apa2….cuman dlm hati miris…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: