Capek deh

26 05 2009

Cape-deh


Aksi

Information

57 responses

26 05 2009
Filar Biru

mengesankan!

begitulah seharusnya hidup beragama saling hantam dan saling cekek. Analogi yang anda publikan memuaskan dahaga orang-orang yang buta.

menyikapi balasan saudara gabemora di “mari belajar menjwab mereka 2”
saya bukan bermaksud merendahkan diri namun memang saya bukanlah siapa-siapa. memang tidak ada yang dibanggakan dengan diri ini.

terimakasih atas tendesi yang baik

26 05 2009
dass

ga saling cekek kok lae dan tak saling hantam. kalo dilihat dari gambarnya, yang berjenggot berkoar-koar terus ditanyak, eh si jenggotnya malah cekek… 🙂

26 05 2009
hh

Mas Filar,
Saya tidak melihat saling cekek dalam kartun diatas, yang ada adalah seseorang mencekek orang lain.

27 05 2009
parhata

hahahah… si jenggot sakit hati kali… biasanya kan kalau emg ga ada apa2 ga akan tersinggung, berarti si jenggot ada apa2 dong..

27 05 2009
parhobass

toema…. asalma horas jala gabe…

27 05 2009
Filar Biru

@hh
Engkau benar, seseorang mencekek orang lain dan yang mencekek adalah seorang yang berjanggut. Yang tepatnya adalah Orang Islam mencekek orang lain. bukankah begitu? Tidak usah membantah lagi, manusia berjanggut hanya tepat dianalogikan kepada orang-orang arab. Muhammad SAW adalah orang arab dan dia memelihara janggut.

Kartun adalah sebuah cipratan nalar yang ada dalam memori manusia dengan adanya daya cipta ini maka sesuatu bisa terwujudkan melalui nalar tadi.

Apa yang ada dalam benak kartunis aku sudah tahu, tidak perlu lagi diberi tahu, memang begitu adanya.
Sebuah Ilustrasi menarik yang ada dalam benak seseorang, mengaggumkan.
Apakah begini semua orang-orang disini.

Terimakasih telah meluruskan kata-kataku yang salah, mohon maaf memang benar gambar diatas tidak saling hantam.

27 05 2009
G. Meha

Pemikiran saya tidak sejauh itu, pak Filar.
Terimakasih

28 05 2009
jephman

@ Filar

Anda boleh berkomentar menyudutkan semau anda, seakan-akan yang mencekek adalah mereka yang menertawakan dan membuat kartun.
Tapi itu tidak mengubah pola pikir dimana ada kitab suci yang menghina kitab lainnya, dan menjadi marah karena hal-hal kecil yang dilakukan manusia, padahal tuhannya sendiri melakukan hal yang sama.

Dan herannya, masih mengaku Tuhan yang sama.

Salam

28 05 2009
Muh Faruq

Gorok aja tuh, menghina kitab suci

Dilarang mengina kitab suci Alquran, kalo kitab suci org lain boleh

28 05 2009
thegands

sudah tidak ada lagi rasa persaudaraan dan akal sehat di masyarakat kita(walau tidak seluruhnya) tergambar dari sebuah lukisan sederhana ini. mauliate tulang.

28 05 2009
Gala_ren

@ Muh Faruq

Gorok aja tuh, menghina kitab suci

>>Busyet..
Ngeri kali kau..
Yahh..semoga Tuhan memberikan amal padamu yang sudah menggorok, karena orang itu DIANGGAP menghina kitab suci.
saya katakan MASIH DIANGGAP..

Dilarang mengina kitab suci Alquran, kalo kitab suci org lain boleh

>>yang kau lakukan ini apa??pantas nggak kau digorok??
Gorok sendiri lehermu, karena kau sendiri yang bilang

“Gorok aja tuh, menghina kitab suci”

29 05 2009
Eka Situmorang - Sir

Satir !
Tajam menggigit namun tetap ringan.
Cantik !

29 05 2009
GABEMORA

he…he…..sudah mulai MENGAUM…n MENGAYUNKAN PEDANG org itu….sudah keliatan puang….mauffffffffff……

29 05 2009
GABEMORA

aku td liat di TV umat muslim di BALI (minoritas) bisa nyaman disana diantara mayoritas, tetapi bila sebaliknya…iiiiiiiii……sungguh disayangkan……

29 05 2009
David

wah lae .. lagi2 kartun yang kena tepat pada sasaran … 🙂

biarkanlah mereka lae, memang inilah harga yang harus kita bayar untuk menjadi pengikur Kristus, dibenci dan dianiaya!

Gbu

4 06 2009
dongan

@gabemora:
Hidup nyaman tentram di bali, tapi tiba-tiba datang membawa bom dan lebih menjengkelkan lagi setelah muncul korban jiwa mereka menggunakan tameng agama mereka adalah pembawa damai.

Satu pertanyaanku kenapa mereka bisa ada di dunia ini ya? Secaranya bom bunuh diri, poligami, pembodohan dan penyiksaan kaum wanita, dan arabisasi tak ada satu pun prinsip mereka itu yang membawa kebaikan bagi dunia ini. Malah dunia makin kacau dengan adanya mereka. Apa pesan Tuhan dengan adanya mereka ini?

4 06 2009
parhobass

Pesan?

semuanya itu terjadi supaya Nama Tuhan dipermuliakan.. Supaya TUHAN nyata Maha Besar…supaya nyata FirmanNya semua akan terlaksana

lho maksudnya?

Ingat peristiwa Firaun?
Ingat peristiwa salib?
Ingat rasul-rasul yang jadi martir?

Ingat nubuatan akhir jaman?

semuanya harus dan sedang terjadi….

ingat kitab nabi di ujung PL
ada pertanyaan begini:
“Dengan cara apakah kami menghina Engkau?”

semoga diingat;
Salam

12 06 2009
iyudh

Hmm, sepertinya saya tahu kitab suci mana yang dimaksudkan lae Jephman. Al-Quran bukan? Karena Al-Quran mengabarkan bahwa sebagian ahli kitab (Yahudi & Nasrani) telah mengubah kitab suci mereka sendiri?

Oooo, jadi itu bisa dianggap penghinaan ya?

Saya jadi pengen tahu, bagaimana sih pendapat lae Jephman tentang kasus ibu Prita vs RS Omni?

Kalau melihat kartun di atas sih sepertinya lae Jephman akan memihak RS Omni, karena RS Omni sudah dihina oleh bu Prita.

13 06 2009
hh

Hehehe.

16 06 2009
parhobass

bung iyudh…

Anda terpaku di titik menghina.. tanpa melihat apa yang terjadi pada dua belah pihak yang bersangkutan…

Alkitab vs Al Quran
itu berbeda dengan
RS OMNI vs Ibu Prita

Letak bedanya dimana:
1. RS OMNI menyebabkan sesuatu terjadi kepada Ibu Prita, sementara
Alkitab tidak menyebabkan sesuatu terhadap Al Quran, karena Alkitab (kanon Kristen) sudah ada lebih dulu selama +/- 500 tahun, jadi Alkitab tidak dapat menyebabkan sesuatu kepada suatu yang belum ada.

2. Ibu Prita menggugat RS Omni karena ada “kesalahan pada Oknum dokter RS Omni, sementara Alquran menggugat Alkitab, bukan karena kesalahan, tetapi karena usaha membuat Hukum Baru, Allah Baru, Agama Baru, Nabi Baru.

3. Ibu Prita menggugat RS Omni karena ada praktek kesalahan dokter RS Omni toh ada juga orang lain yang sehat2 saja setelah berobat ke RS Omni, dan Al Quran menggugat Alkitab karena ada praktek kesalahan paling tidak pada Kadijah, Waraqah dan Muhammad sendiri, bukan karena Praktek dari Alkitab itu sendiri (contohnya: trinity di Al quran adalah Allah+Yesus+Maria)

cukup 3 sajalah… semoga dibaca dan direnungkan.


Banyak orang yang rela mati demi orang baik,
tetapi dimanakah orang yang berani untuk membela, sekalipun, orang yang benar.

Shalom;
Parhobass

17 06 2009
iyudh

@parhobass :

bro parhobass, mungkin Anda benar, saya memang terlalu terpaku pada titik menghina. But in my humble opinion, Anda juga terlalu terpaku pada perbedaannya, sehingga tidak melihat persamaannya, antara lain :

1. Ibu Prita tidak layak disebut menghina RS Omni, meskipun e-mail beliau mungkin terasa sangat pedas bagi RS Omni. Mengapa? Karena Ibu Prita bisa mengajukan bukti. Demikian juga Al-Quran, tidak layak disebut menghina kitab suci Anda, meskipun mungkin ada isi Al-Quran yang menyakitkan bagi mereka yang mempercayainya sebagai kitab suci yang asli. Mengapa? Karena Al-Quran memang tidak asal bunyi tanpa bukti.

Demikian, semoga bisa dipahami perbedaan antara yang penghinaan dan yang bukan.

18 06 2009
parhobass

Bung Iyudh:
ada statement Anda begini

Kalau melihat kartun di atas sih sepertinya lae Jephman akan memihak RS Omni, karena RS Omni sudah dihina oleh bu Prita.
perhatikanlah kartun itu….

dari kartun ini paralelnya begini
si jenggot = ibu Prita = Al Quran
Non Jenggot = RS Omni = Alkitab

lalu statement yang berikutnya dari Anda
1. Ibu Prita tidak layak disebut menghina RS Omni, meskipun e-mail beliau mungkin terasa sangat pedas bagi RS Omni. Mengapa? Karena Ibu Prita bisa mengajukan bukti. Demikian juga Al-Quran, tidak layak disebut menghina kitab suci Anda, meskipun mungkin ada isi Al-Quran yang menyakitkan bagi mereka yang mempercayainya sebagai kitab suci yang asli. Mengapa? Karena Al-Quran memang tidak asal bunyi tanpa bukti.

statement ini agak menarik:
Karena Al-Quran memang tidak asal bunyi tanpa bukti
buktinya : Ismael yang disembleh, minta dong saya ?
buktinya kekurang tahuan akan Trinity oleh Allahnya Muhammad/Muhammad, Trinity = Allah+Yesus+Maria, lalu Islam asal bunyi tentang Trinity ?

Salam;
Parhobass na Jeges

18 06 2009
iyudh

@parhobass :

Memang statement yang Anda tebalkan itu sengaja saya buat menarik, supaya Anda terfokus kepadanya ^_^ (btw, gimana sih cara bikin komen yang ditebelin gitu??)

Ok, Anda minta bukti, saya insya Allah siap menunjukkannya.

Dan bukti-bukti yang akan saya ajukan, saya jamin 100% akan sesuai dengan akal sehat manusia yang normal. Tidak akan bertentangan dengan common sense.

Hanya saja, terus terang, saya sangat meragukan kebesaran hati Anda untuk mau menerima bukti-bukti yang sangat logis ini. Kecuali jika ada penengah atau hakim yang adil antara kita berdua, yang akan memutuskan perselisihan yang mungkin timbul antara kita nantinya, terus terang saya *sangat meragukan* (<- ini anggep aja bold ya ^_^) kebesaran hati Anda untuk menerima kebenaran, terutama kebenaran yang datang dari seorang muslim seperti saya, dan sangat mungkin bertentangan dengan keyakinan Anda selama ini.

Jadi, apakah Anda punya seseorang yang anda anggap adil untuk Anda ajukan sebagai pemutus perkara antara kita berdua?

Apa itu, Anda mengajukan pertanyaan kepada saya?? Bung, saya rasa Anda sudah out of topic. Pokok bahasan kita sekarang adalah tentang "Apakah pantas jika disebutkan bahwa Al-Quran menghina kitab suci lain?". Saya bilang bahwa ketika Al-Quran menyebutkan bahwa Injil dan Taurat yang sekarang itu berbeda dengan kitab Injil dan Taurat yang diturunkan Tuhan, Al-Quran tidak asal bunyi tanpa bukti. Lalu Anda menanyakan tentang Ismael dan Trinity?

Meskipun OOT, saya akan jawab singkat saja tentang dua pertanyaan Anda ini :

1. Menurut Islam, Ismail a.s. bin Ibrahim a.s. tidak pernah disembelih. Demikian juga anak Ibrahim a.s. yang lain : Ishak a.s. Keduanya hidup sampai dewasa dan keturunannya menjadi bangsa yang besar.
2. Al-Quran tidak pernah menyebut kata "Trinity" atau "Trinitas" atau yang semakna dengan itu dalam ayat-ayatnya.

Thx

"Bukankah Allah hakim yang paling adil?" (QS 95:8)

19 06 2009
parhobass

Bung Iyudh…
A. Cara ngebold, coba waktu kamu buat post baru, klik yang HTML editornya, di situ ada button2 untuk inset BOLD, Italic dan sebagainya.. nah pake aja itu, selamat mencoba..

B. Mengenai diskusi di sini:
1. Pertama jangan pernah menuduh sebelum Anda mmecoba melangkah setapak saja. Bagaimana Anda begitu yakin saya ngga bisa terima informasi penting dari Anda, sekali lagi, saya tidak berharap Anda menerima Kekristenan, yang saya mau Anda mengerti apa itu Kekristenan (tentu ajaran=doktrin=didache), terserah Anda mau Islam atau apa saya tidak perduli, biarlah Tuhan yang tau, ya thoooo… hehehhe

2. Sayapun agak geli sebenarnya mendengar “common sense” dari seorang yang mengaku beragama. Bahwa memang ada hal-hal logis yang bisa kita acukan kepada Oknum yang kita sebut Tuhan, tetapi Hukum Mekanik Dunia tidak berlaku atas Tuhan, sebab Dunia adalah CiptaanNya, artinya TUHAN tidak tunduk kepada ciptaanNya.. Saya kira jika Anda muslim, dan saya sebagai seorang Kristen, agak sulit menerima seorang Perawan bisa hamil dan melahirkan hanya dengan teori “common sense”, saya menemukan begitu banyak kegelian sekarang di otak manusia yang mengaku Allah Maha Besar, tetapi mempercaya teori Big Bang/ Black Hole…, kasihan sekali.

3. Abraham-Ismael-Ishak, Abraham sudah berniat mengurbankan salah satu diantara mereka, dan keteladanan itulah yang kita rayakan (muslim maupun Kristen), dan yang kita rayakan bukan penyemblehannya, tetapi niat tulus dari seorang hamba yang tunduk kepada Tuannya, sebab benar Allah-lah yang menyediakan. Sekarang berilah bukti dari Alquran Anda bahwa Ismael yang “mau” dikurbarkan.

4. Saya pernah mengalami “krisis” iman saya sekitar tahun 1999, sehingga menceburkan saya belajar agama2, Islam, Hindu, Budha, Tao, tetapi semuanya tidak memuaskan saya yang pada akhirnya jatuh ke dunia Filsafat sampai begitu kecaduan akan seorang Friederich Nietzsche, tetapi ketika “tuan” saya ini juga berbicara Kristus dari sudut pandangnya yang pahit, saya teringat Firman, Yesus menjadi batu sandungan, menjadi pusat perbantahan… jadi dari pelajaran2 agama itu saya membaca sebuah terjemahan Al Quran dalam Bhs Inggris maupun bhs Indonesia, saya tidak mau mengajukan ayatnya di sini, semoga Anda tau dimana,…. bahwa Allah Anda, Nabi Anda menyamakan Trinity= Allah SWT + Yesus Al Masih + Maria…, dan Anda begitu terjatuh dalam sekali akan kekeliruan ini.
benar kata Al Quran : “Bukankah Allah hakim yang paling adil?” (QS 95:8), bahwa Allahlah yang menjadi Hakim atas kita, dan Hakim itu di Alquran Anda berkata Ia adalah Allah, dan di ayat lain Hakim di akhirat adalah Isa Al Masih, itu adalah kebenaran.. sebab sudah dituliskan +/- 1000 tahun sebelumnya : Mazmur 50:6 Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela dan siapa Hakimnya sudah dinubuatkan +/- 100 tahun sebelumnyaYesaya 2:4 Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. namaNya Yesus Kristus

sedikit bombastik dan tendensius hehehe, tetapi nikmati saja pelajaran ini… Ok Bung Iyudh…, jika Anda berani Ujilah Allah/Nabi Anda…

19 06 2009
Fietria

Setahu saya dalam Al-Qur’an tidak ada diajarkan trinity. Justru Al-Qur’an mengajarkan tauhid. Jika memang ada konsep trinity, boleh kah saya tahu dimana ayatnya. Ini hanya untuk menambah pengetahuan saja, bukan bermaksud untuk diperdebatkan.

19 06 2009
jephman

@ Fietria

Setahu saya juga gak ada yang ngomong gitu bu.
Yang bilang Alquran mengajarkan Trinity siapa ya bu?

Cape deh 😛

19 06 2009
parhobass

@Fietria:
tidak mengajarkan, tetapi paling tidak mengatakan sesuatu tentang Trinity..
sayangnya itu salah..
Trinity di Al-quran = Allah+Yesus+Maria

maafkan jika Terjemahan ini tidak diterima (tetapi inilah paling tiak terjemahan yang diakui)

sumber: http://www.dudung.net/quran-online/indonesia/5/90
yaa ahla alkitaabi laa taghluu fii diinikum walaa taquuluu ‘alaa allaahi illaa alhaqqa innamaa almasiihu ‘iisaa ibnu maryama rasuulu allaahi wakalimatuhu alqaahaa ilaa maryama waruuhun minhu faaaminuu biallaahi warusulihi walaa taquuluu tsalaatsatun intahuu khayran lakum innamaa allaahu ilaahun waahidun subhaanahu an yakuuna lahu waladun lahu maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wakafaa biallaahi wakiilaan

[4:171] O People of the Book! Commit no excesses in your religion: Nor say of Allah aught but the truth. Christ Jesus the son of Mary was (no more than) a messenger of Allah, and His Word, which He bestowed on Mary, and a spirit proceeding from Him: so believe in Allah and His messengers. Say not “Trinity” : desist: it will be better for you: for Allah is one Allah: Glory be to Him: (far exalted is He) above having a son. To Him belong all things in the heavens and on earth. And enough is Allah as a Disposer of affairs.

sumber : http://www.alquran-english.com/4-an-nisaa/
004.171
ABDLH.YUSUF ALI: O People of the Book! Commit no excesses in your religion: Nor say of Allah aught but the truth. Christ Jesus the son of Mary was (no more than) a messenger of Allah, and His Word, which He bestowed on Mary, and a spirit proceeding from Him: so believe in Allah and His messengers. Say not “Trinity” : desist: it will be better for you: for Allah is one Allah: Glory be to Him: (far exalted is He) above having a son. To Him belong all things in the heavens and on earth. And enough is Allah as a Disposer of affairs.

MUHD M.W.PICKTHALL: O People of the Scripture! Do not exaggerate in your religion nor utter aught concerning Allah save the truth. The Messiah, Jesus son of Mary, was only a messenger of Allah, and His word which He conveyed unto Mary, and a spirit from Him. So believe in Allah and His messengers, and say not “Three” – Cease! (it is) better for you! – Allah is only One Allah. Far is it removed from His Transcendent Majesty that He should have a son. His is all that is in the heavens and all that is in the earth. And Allah is sufficient as Defender.

M.H.SHAKIR: O followers of the Book! do not exceed the limits in your religion, and do not speak (lies) against Allah, but (speak) the truth; the Messiah, Isa son of Marium is only a messenger of Allah and His Word which He communicated to Marium and a spirit from Him; believe therefore in Allah and His messengers, and say not, Three. Desist, it is better for you; Allah is only one Allah; far be It from His glory that He should have a son, whatever is in the heavens and whatever is in the earth is His, and Allah is sufficient for a Protector.

sumber : http://www.islam.gov.my/dircportal/quranview.htm
[Ayat : 171]
171. O People of the Book (the Jews and the Christians)! Do not overstep the bounds of (truth in matters of) your religion and speak nothing but the truth about Allah. Truly Al-Masih, ?Isa the son of Maryam, was no more than a Messenger of Allah and His Word(164) which He conveyed to Maryam and also (he is the breathing of) a spirit from Him(165). So believe in Allah and His Messengers, and do not say: ?(The Lord is a) trinity.? Desist (from this assertion), and it shall be better for you. Allah is but One God. Utterly remote is He, in Glory, that He should have a son! And to Him belongs all that is in the heavens and all that is in the earth. And Sufficient is Allah as Guardian (Who administers all affairs of his creation).

19 06 2009
parhobass

menurut saya, kesalahan inilah yang menjadi begitu dalam persimpangan antara Nit Not dan Not Nit hehehehe

20 06 2009
iyudh

@parhobass :

Seingat saya, saya sudah bilang OOT bung, kenapa dilanjutkan lagi?

Kata Anda :
“Sekarang berilah bukti dari Alquran Anda bahwa Ismael yang “mau” dikurbarkan.”

Kata saya :
Sebelum saya memberikan bukti, tolong tunjukkan dong, Al-Quran surat apa dan ayat berapa yang berbunyi demikian?

Al-Quran tidak asal bunyi (tentang fakta atau sejarah) tanpa bukti. Kalau tidak ada bunyi, kenapa saya harus memberikan bukti?

Sekarang saya balik deh. Kata Alkitab (jangan bilang nggak ada ayatnya ya bung), anak tunggal Ibrahim yang dikorbankan, yaitu Ishak. Faktanya, Ishak tidak pernah menjadi anak tunggal Ibrahim kan?

Kalau Anda jawab yang dimaksud Alkitab adalah anak tunggal dari istri pertama, rasanya cukup jadi alasan bagi saya untuk meragukan kebesaran hati Anda dalam menerima kebenaran. Karena jelas-jelas tertulis di situ “anak tunggal”, dan istilah “anak tunggal dari istri pertama” hanya ada di dalam pikiran Anda saja.

Jadi, kita serahkan saja pada Tuhan yang telah menciptakan kita? Atau Anda mau ber-mubahalah*?

Semoga laknat Tuhan ditimpakan kepada siapa pun di antara kita berdua yang telah berkata dusta dalam masalah Abraham-Ismail-Ishak ini. Amiiin.

Saya anggap masalahnya selesai dengan ini, harap jangan diperpanjang lagi.

(* = baca Al-Quran surat 3 : Aali ‘Imraan ayat 61)

21 06 2009
maridup

Kata para ahli bahwa moralisme lebih dulu ada sekitar 1000 tahun barulah muncul agama. kalau disuruh pilih, aku lebih baik memilih bermoral daripada beragama. Benar nggak choi..!

22 06 2009
jephman

@ maridup

Ukuran moral itu berbeda disetiap suku-bangsa dan tidak menyelamatkan.
Bagi suku-suku tertentu, membunuh musuh dan menyimpan tengkoraknya tidaklah salah. Tetapi jelas tidak bermoral bagi suku bangsa lain.

22 06 2009
parhobass

bung Iyudh…


Kata saya :
Sebelum saya memberikan bukti, tolong tunjukkan dong, Al-Quran surat apa dan ayat berapa yang berbunyi demikian?

Justru saya bertanya kepada Anda,… dimana di Alquran Anda yang berbunyi Ismael yang di”sembleh”, sementara Anda dan Allah anda yakin kalau Ismael yang di”sembleh”..

sembleh: hanya penekanan saya… semoga Anda paham arti yang tersirat di sana…


Seingat saya, saya sudah bilang OOT bung, kenapa dilanjutkan lagi?

Saya menjawab Saudara Fetria, bukan Anda.

kalaupun Anda sanggup belalah Allah Anda di atas yang berkata
Trinity di Al-quran = Allah+Yesus+Maria

22 06 2009
maridup

@jephman
Apa bedanya! malah lebih gawat konsep pembunuhan dalam sejarah agama, apalagi agama yang muncul dari pengkultusan figur. Membunuh dalam moralisme hanya terjadi dalam istilah self-protection, daripada konsep agama menghalalkan membunuh adalah karena konsep ekspansif dan bahkan lebih sering terjadi hanya karena luar kelompok tidak mau menerima faham agama maka hukumnya macam-macam: dibunuh, kafir, haram zadah, bukan anak allah, zalim, dsb.dsb, artinya bahwa tuhan dalam konsep agama masih minta tolong pada manusia supaya ikut ajarannya. Sedangkan moralisme bukan diciptakan tetapi terjadi secara alami pada kelompok dan lingkungannya, dan moralisme akan selalu melebur dalam komunitas sesuai tuntutan alamnya. Saya tetap pilih moralisme.

22 06 2009
hh

Didalam memulihkan hubungan manusia dengan Tuhan yang sudah terputus akibat dosa pelanggaran manusia itu, Tuhan memberikan syarat: manusia itu harus menurut perintah Tuhan, melakukan upacara tertentu, bergantung sepenuhnya kepada Tuhan bukan kepada ilah buatan manusia itu sendiri, dan mengasisi sesama manusia.

Inilah ibadah yang diharapkan Tuhan dari manusia agar hubungan itu pulih kembali, dan ibadah inilah yang sekarang ini disebut sebagai agama, yang artinya tidak kacau. Kalau sudah tidak kacau, itu berarti sudah bermoral, yaitu moral penurutan kepada perintah Tuhan dan moral atau akhlak atau tabiat atau tingkah laku yang baik dan susila terhadap sesama manusia.

Sepuluh hukum yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah hukum moral.

Jadi, tidak ada jarak diantara keduanya dan tidak berdiri sendiri.

Itu sedikit pendapat saya. Mauliate.

22 06 2009
hh

Sdr. Maridup,
Seperti pengertian a_gama yang kita ketahui selama ini adalah tidak_kacau, maka kalau ada konsep ekspansif; menghalalkan pembunuhan, itu berarti sudah tidak kacau, tetapi kacau balau.

22 06 2009
jephman

@ Maridup

Pertama, saya tidak sedang MENGAJAK anda menerima agama. Mau pilih moralisme kek, atau mau pilih spiritualisme kek, mau pilih hantu balau kek, itu terserah kau CHOI !! hehehehe 😛

Kedua, DALAM KEKRISTENAN, konsep pembunuhan yg muncul dari pengkultusan figur, BUKAN TUHANNYA MENYURUH MEMBUNUH UNTUK MEMBELA AGAMA atau TUHAN. Itu adalah pilihan orang/kelompok itu sendiri berdasarkan tafsiran mereka sendiri. Sekali lagi, dalam Kekristenan.

Kalau anda berfikir ttg ayat2 di Perjanjian Lama yg mengajak bangsa Israel untuk berperang (baca : membunuh), itu adalah bagian dari SEJARAH bangsa itu mengenal TuhanNya. Yang ternyata bukanlah seperti itu, karena jelas-jelas mengajarkan “Jangan membunuh” (Kej 5 : 17) dan diperjelas lagi oleh Yesus Kristus : “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Mat 5 : 43-44).

Ini baru masalah membunuh. Saya yakin moralitas jauh lebih luas dari masalah ini mulai dari masalah koteka sampai rekayasa genetika. Dan ini yang penting : RELATIVISME membuat patokan moralitas terombang-ambing sampai tidak bisa membedakan patokan moral, misalnya, beristri 4 atau selingkuh 3 kali yang dikukuhkan dalam perkawinan.

22 06 2009
parhobass

moral itu sudah ada sejak dunia diciptakan
diambil dari kata… “semua ciptaan itu baik”
karena moral = baik
jadi jauh lebih tua dari agama manapun.

tetapi kemudian ada moral yang menyimpang, seperti kata bung Jeph.
bahwa membunuh dan memakan orang jahat (orang batak dahulu kala) adalah moral, adalah kebaikan, lambang dari kekalahan yang jahat atas kebaikan.

cara bermoral yang ngga menyimpang inilah yang dijelaskan bung HH di sini.
bahwa ada yang menyebut itu agama ya terserah yang memanggil. bahwa ada Allah yang mendatangkan agama ya terserah Allah itu. Bahwa ada yang menyanjung Agama sama seperti Allahnya ya terserah dia…

.. tetapi menurut saya Tuhan tidak menciptakan agama, tetapi cara hidup yang bermoral, moral tetap acuannya adalah TUHAN, karena Ia-lah yang menciptakan moral, yaitu moral yang baik, karena acuan moral dikatakan baik hanyalah YANG BAIK.

di luar YANG BAIK hanya ada Agak Baik, Kurang Baik dan Sesat

Baik = B
Kurang baik = B-1
Agak Baik = B+1
Sesat = Not B

jadi semua berputar2 di B
demikianlah manusia dengan agamanya, semua berputar2 di B, tetapi hanya satu B, yaitu BAIK.

Salam;
Parhobass na Jeges

22 06 2009
gemabuluk

gabemora says : aku td liat di TV umat muslim di BALI (minoritas) bisa nyaman disana diantara mayoritas, tetapi bila sebaliknya…iiiiiiiii……sungguh disayangkan……

benar sekali gabemora. di tanah kelahiran saya itu, umat aslinya (org2 bali) sangat sangat toleran. mo bikin gereja? diperbolehkan asalkan sesuai ketentuan. mau bikin masjid dan mushola? silakan. dipersilakan juga. asalkan sesuai ketentuan. silakan cek daerah Jembrana, Negara Bali. Masjid dan Mushola bejibun. silakan cek denpasar dan sekitarnya, gereja berdiri di jalan utama propinsi.

MASALAHNYA, KAMI MAU BIKIN PURA DI JAWA ATO DITEMPAT LAIN, DIPERSULIT. MINTA TANDA TANGAN IJIN KK SEKITAR DIPERSULIT (YG NOTABENE SUDAH SANGAT MENCUKUPI BAHKAN BERLEBIH DR PRASYARAT YG DITENTUKAN UTK MEMBANGUN SUATU T4 IBADAH). BATU2 DAN BAHAN BAKU SPERTI SEMEN DAN LAIN2 DICURI PADA SAAT HENDAK DIGUNAKAN. KAPLING PURA DIKENCINGI. DIBERAKI. AREAL YG MAU DIPAGARI, DIKASI PAPAN ANCAMAN BERPILOK. BAHKAN DI DIENG, SILAKAN CEK SENDIRI! ADA BANGUNAN MEGALITHIKUM LINGGA DAN YONI DIPILOK DENGAN KALIGRAFI BERTULISKAN “TUHAN” DAN DKLAIM BAHWA LINGGA YONI ITU KEPUNYAAN MEREKA. ORANG GOBLOK JUGA TAHU KALO ITU PENINGGALAN HINDU, GA USAH DIPILOK JUGA NGERTI. ditandai cuma pake pilok, goblok apa…?

kalo orang bali mau, mereka gampang aja angkat keris buat ngusir semua pendatang. tapi kan kami tidak seperti itu. huhh. bner kata bung Jeph di judul POSTINGAN INI, CUAPEEEE DEH 🙂
===============================================

Dongan says : “Hidup nyaman tentram di bali, tapi tiba-tiba datang membawa bom dan lebih menjengkelkan lagi setelah muncul korban jiwa mereka menggunakan tameng agama mereka adalah pembawa damai.

Satu pertanyaanku kenapa mereka bisa ada di dunia ini ya? Secaranya bom bunuh diri, poligami, pembodohan dan penyiksaan kaum wanita, dan arabisasi tak ada satu pun prinsip mereka itu yang membawa kebaikan bagi dunia ini. Malah dunia makin kacau dengan adanya mereka. Apa pesan Tuhan dengan adanya mereka ini?”

Begitulah bung Dongan. Keluarga dan teman2 sya disana pun merasakan langsung bom bali ini. Biarpun dizalimi, yg jelas, kami orang Bali ga bakal SEGOBLOK ITU untuk ngebales ngebom daerah orang lain. apalagi ngebawa nama agama untuk bales dendam. ga ada tuh di kamus kami. sori yee. SEKALI LAGI, CUAPEE DEH.

================================================

wuahh. jadi inget pertempuran seru di FAITHFREDOOM sebelum situs itu dilarang, haha. ga ada titik temunya 🙂

23 06 2009
parhobass

ketika sriwijawa dengan budhanya dan kerajaan2 jawa dengan hindunya toleransi masih terjamin… terlihat dari berdirinya Borobudur di jawa

pada jaman kerjaan majapahit/demak d.l.l dahulu kala..
ketika mereka sedikit.. maka toleransi terkenal sekali…

tetapi ketika semakin banyak, kerejaan Demak semakin kokoh, maka perhatikanlah.. semua Hindu/Budha di Jawa/Kalimantan “hangus”…

tetapi itu bukan karena agama.. itu murni tabiat manusia… manusia yang anti damai, antikristus (dalam bhs teologinya)…

23 06 2009
maridup

@jephman
Saya tetap pilih moralisme! manusia selalu salah menerjemahkan apa maunya Tuhan. Tuhan sama sekalali tidak memilih manusia untuk menjalankan missinya, termasuk tidak memilih Jephman, saya atau yang lain. Kalau saya mengikuti alur pikiran Jephman dengan ayat-ayat suci dari tuhannya bahwa saya mengartikan Tuhan itu memasukkan manusia dalam komik pelipur laranya, lalu apapula gunanya membela Tuhan yang tidak kita tidak pernah tau memahaminya?

Mau Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, yang penting itu Kitab Suci yang satu noktah-pun tak bisa dikurangi, itu katanya lho… Kalau menurut Perjanjian Lama pembunuhan itu sah menurut tafsirannya sendiri, lalu menurut tafsiran mas Jeph bagaimana ya? kita buang aja Perjanjian Lama yuk..

Beristri 4, beristri 200, beristri 1000 itukan urusan agama. Lihat saja Nabi Daud istrinya 200, lalu anaknya tak mau ketinggalan Nabi Sulaiman istrinya 1000, inikan di Kitab Suci agama-agama, apa lantas kita buang saja? Yang bawa ajaran ini Nabi-nabi lho,,, kalau awak ini apalah…

Selingkuh 3 kali memang urusan moral. Kalau tak ketauan kan tak merusak moral? tapi kalau selingkuh didepan umum diplototin orang marulah merusak moral. Pakai koteka di hutan yahh moralnya baik juga untuk komunitasnya/alamnya daripada gantung-gantung mulbakulbak, tapi kalau di Jakarta kan dijerat pornograpi menjadi tak bermoral karena bukan alamnya.

Tuhan itu tidak perlu memakai manusia untuk menghakimi manusia ciptaannya, cukup Dia sajalah. Ice-age sudah 5 kali terjadi sepanjang sejarah bumi dan global warming sudah 4 x terjadi dan sekarang sedang memulai yang ke-5 kalinya, disetiap kejadiannya terjadi kepunahan, kebetulan manusia di 9 kejadian itu selamat. Mudah-mudahan Global Warming yang ke-5 sekarang ini Mr.Jeph, saya, hh, parhobas dan teman2 lain selamat. yaa nggak..!

23 06 2009
Garfield

@ Maridup
>>>Mau Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, yang penting itu Kitab Suci yang satu noktah-pun tak bisa dikurangi, itu katanya lho… Kalau menurut Perjanjian Lama pembunuhan itu sah menurut tafsirannya sendiri, lalu menurut tafsiran mas Jeph bagaimana ya? kita buang aja Perjanjian Lama yuk..>>>

Membaca kitab suci secara parsial dan tidak holistik memang berpotensi mengacaukan pikiran pembacanya. Apalagi kalau memang niatnya cuma ingin mengambil ayat untuk pembenaran diri sendiri.

Sebenarnya yang penting bukan pengertian agama dengan ritual-ritualnya. Kekristenan sebenarnya lebih dari sekedar agama. Kristen artinya pengikut Yesus Kristus. Ikhtiar pengikut adalah meneladani kehidupan beliau dan berusaha berbuat seperti yang dicontohkan, itu saja. Secara extrem, menurut saya tidak ada urusan dengan agama, yang memang adalah buatan manusia saja yang tujuan awalnya tidak kacau, tetapi malah menjadi akhirnya menjadi kacau, karena dikuasai nafsu manusiawi saja…

23 06 2009
parhobass

moral yang Anda harapkan itu adalah.. kalau saya buat secara filsafat begini…

“kalau Anda ingin berdamai, maka dari sekarang berhentilah”

CMIIW

termasuk Allah dan segala ciptaanNya.. berhentilah..

tetapi bagaimana Anda tahu Tuhan sama sekali tidak memilih/tidak memakai seseorang ?
kenapa anda tidak berhenti untuk memikirkan itu ?
kenapa Anda mengeluarkan pikiran di page Jeph ini ?
ketika anda berinteraksi, maka Anda sudah tidak berhenti, berarti Anda sudah memulai diskusi, diskusi bagi manusia tertentu bisa berujung “perang” bukan.. ?

TUHAN itu SUCI, TUHAN itu ADIL, TUHAN itu MAHA Penyayang…
itu universal diketahui…
tetapi bagaimana Allah yang SUCI bisa nyambung dengan Allah yang Penyayang ?
yaitu dengan berinteraksi dengan manusia melalui KuasaNya…
manusia yang menolak interaksi itu suatu saat Tuhan akan tunjukkan ke SUCI-anNya, maka Anda, Saya, atau siapapun disini akan di”mati”kan oleh Dia, karena kita tidak-SUCI, sebab Allah tidak mungkin bertolak belakang dengan KodratNya yang SUCI. SUCI bukan tidak SUCI, SUCI adalah SUCI.

23 06 2009
Garfield

Agama mungkin adalah salah satu penyebab kemandegan pertumbuhan kekristenan di dunia saat ini.

Kekristenan yang sudah mulai mati bukanlah dikarenakan semakin berkembangnya ajaran postmodernisme, moralisme, humanisme atau generasi muda yang yang “keras hati”, atau juga kurangnya kerinduan Tuhan yang akhirnya berakibat bangku-bangku di dalam gereja menjadi kosong.

Agama sepertinya ingin mengeluarkan injil diantara orang kudus. Dan sampai umat Kristiani bertobat dari kegiatan ibadah yang dijalaninya selama ini, maka program, kekuatan, atau strategi tidak akan pernah membuat mereka bertumbuh,.

Dalam agama, tidak ada gairah akan Allah, tidak ada rasa lapar untuk mengenal-Nya
Bagi “Orang yang menjalankan agama” kekristenan menjadi seperti sebuah daftar tugas-tugas dan perilaku, seperti keterlibatan dalam kelomppok kecil, menjadi sukarelawan, mengikuti misi, dan membaca Alkitab. “Itulah yang yang dilakukan agama. Hal tersebut mengurangi peran Allah dalam mengatur tugas-tugas yang seharusnya kita lakukan,”

Di samping menggantikan kasih terhadap untuk ritual keagamaan, seorang Kristiani agamawi acapkali mengutamakan hal-hal sekunder, seperti materi, kemewahan, pakaian, , politik, mencintai bumi lebih dari kasih kita kepada Allah.

“Setiap kali pendeta berkhotbah yang diingat oleh jemaat adalah apa yang harus mereka lakukan untuk Allah dan bukan apa yang telah Allah lakukan bagi mereka, banyak pendeta telah berkhotbah mengenai Injil yang salah,”

Karakteristik lain dari seorang yang hidup dalam ritual keagamaan, termasuk pengakuan dan pujian dari orang lain, serta menaruhkan ritual keagamaan lebih tinggi posisinya dari pada kasih terhadap sesama.

“Orang yang hidup dalam ritual agama memiliki banyak peraturan, tetapi tidak memiliki kasih,”. Selain itu, mereka biasanya adalah pemarah, pengadil (dalam bentuk negatif, red), dan lebih perhatian untuk memenangkan argumen.

Agama membuat seseorang menjadi egois dan fokus ke diri sendiri, tetapi Injil adalah mengenai kasih yang berlimpah.

“Salah satu alasan mengapa kita sangat tidak efektif menjangkau orang yang diluar Kristus adalah kita mencoba untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kita adalah lebih baik daripada mereka dan mereka tahu kita tidaklah sebaik itu.”

23 06 2009
jephman

@ maridup

Sudah saya bilang : Saya tidak peduli kau mau pilih moralisme kek, pilih Mortal Combat kek, moronisme kek, terserah kau choi! Gak ada yg ngajak woy! HEHEHE

Bagi saya Tuhan memilih saya untuk ambil bagian dalam missinya. Kalau bagi Anda tidak…lantas kenapa? Apa hubungannya dgn moralisme versi saya dgn mengikuti logika anda?

“Kalau menurut Perjanjian Lama pembunuhan itu sah menurut tafsirannya sendiri, lalu menurut tafsiran mas Jeph bagaimana ya? kita buang aja Perjanjian Lama yuk..”
>> Ya salah. Kan sudah dibilang “Jangan Membunuh”. Massam mana pulak kau ini, baca dulu dong jgn lantas main tembak membabi butong. Ngapain buang2 Perjanjian Lama, mending buang otakmu

“Selingkuh 3 kali memang urusan moral. Kalau tak ketauan kan tak merusak moral? tapi kalau selingkuh didepan umum diplototin orang marulah merusak moral.”
>> Katamu. Kataku itu moralitas tukang tipu hehehe

“Pakai koteka di hutan yahh moralnya baik juga untuk komunitasnya/alamnya daripada gantung-gantung mulbakulbak, tapi kalau di Jakarta kan dijerat pornograpi menjadi tak bermoral karena bukan alamnya.”
>> Lagi-lagi katamu. Kata yg pakai koteka justru kok org Jakarta norak, senyum2 larak-lirik ngelihat kotekaku. hehehe

“Tuhan itu tidak perlu memakai manusia untuk menghakimi manusia ciptaannya, ”
>> Tapi kalau manusia menghakimi manusia menurut ukurannya sendiri boleh bos???

Jelas sekali, relativisme membuat pikiranmu kacau dan kelihatan panik. Apa pula hubungan Ice Age dan global warming dengan moralisme? Mau kiamat skrg pun kalau berbeda ukuran moralitas, mau apa? Selamat pun ukuran moralitas tetap beda.

hehehe

23 06 2009
hh

@Maridup

Mas Maridup,
Saya berani mengatakan bahwa didalam kekristenan sangat jelas ‘maunya Tuhan’ dan tidak disalahterjemahkan, yaitu: Tuhan menghendaki agar tidak seorangpun manusia itu binasa, melainkan beroleh hidup kekal. Cukup jelas bukan?

Kalau hal ini kita sebut sebagai misi dari Tuhan, maka dalam misi yang suci ini Tuhan mengharapkan manusia itu untuk ambil bagian dalam misi ini sebagai bukti bahwa manusia itu mengasihi manusia lainnya. Hal ini dapat kita lihat dari perintah Yesus kepada murid-muridnya setelah misi penebusan itu terlaksana: pergilah ke seluruh dunia, ajarlah mereka……..Dan dalam hal ini, manusia tidak sedang membela Tuhan yang tidak pernah dipahami, tetapi sedang melakukan perintah Tuhan yang dapat dipahami melalui kasih-Nya. (dari segi ke-Ilahainannya memang kita tidak akan mampu memahami-Nya)

Tentang satu noktahpun tidak berobah, itu adalah janji dari pada Tuhan itu. Sekali dijanjikan akan memperoleh hidup kekal bila menuruti firman-Nya, itu akan terlaksana.

Hal pembunuhan, beristri banyak, selingkuh, dan lain lain, itu semua adalah sisi negative dari tingkah laku manusia itu yang terekam dalam kitab suci itu. Perhatikan mas Maridup, hal itu bukanlah ajaran dari nabi nabi itu, tetapi adalah kedegilan manusia itu yang cenderung menjauh dari perintah Tuhan. Yang diajarkan oleh nabi nabi itu adalah seruan Tuhan untuk menginggalkan segala dosa itu. Daud dan Sulaiman bukanlah nabi, tetapi raja bangsa Israel.

Kalau Mas Maridup selingkuh dan tidak pernah ketahuan, apakah mas Maridup masih layak disebut sebagai manusia yang bermoral baik, dan sekaligus penganut moralisme?

…Tuhan itu tidak perlu memakai manusia untuk menghakimi manusia ciptaannya, cukup Dia sajalah. >>>Dalam alkitab sangat jelas perintah ini: “Jangan menghakimi”

Mas Maridup, tulisan di blog ini bukanlah tujuan menghakimi.

Saya tidak sedang mengharapkan akan selamat dari bahaya global warming karena saya tidak percaya bahwa hal itu sudah pernah terjadi. Yang saya harpakan adalah saya akan memperoleh kehidupan kekal yang dijanjikan oleh Tuhan yang saya percayai.

Horas

23 06 2009
maridup

@pengunjung
maaf ya pengunjung…..saya memang nyelonong, karena memang tidak diundang Jephman. nggak percaya ! liat aja nih…
>>>Sudah saya bilang : Saya tidak peduli kau mau pilih moralisme kek, pilih Mortal Combat kek, moronisme kek, terserah kau choi! Gak ada yg ngajak woy! HEHEHE
Kebetulan saya sedang nonton teve di TBN/U channel, semuanya khotbah, khotbah, khotbah 24 jam sehari/ 7 hari seminggu, tak henti-henti, pokoknya trusss aja khotbah. Kebetulan pula saya sedang mencari figur, ya sambil nonton ya buka situs, ehhh… yang dikhorbahkan itu ternyata ada disini. Kayaknya Kristen – pengikut Kristus sangat kental pada Jephman. Nggak percaya ? lihat neh…
>>>Bagi saya Tuhan memilih saya untuk ambil bagian dalam missinya. Kalau bagi Anda tidak…lantas kenapa? Apa hubungannya dgn moralisme versi saya dgn mengikuti logika anda?
Tiba-tiba saya hentikan mengetik karena asyik bahwa figur yang sedang saya cari kebetulan sedang dikhotbahkan dimana ekspressi bule si pengkhotbah kira2 menirukan kejadian ketika Tuhan Yesus sedang mengobrak abrik Rumah Tuhan karena sudah digunakan untuk dagangdomba dll. Entah kenapa remote terpencet ke Headline News dimana aparat pamong praja mengobrakabrik gerobak pedagang tanpa welaskasihan. Saya lantas tersenyum dan balik lagi ke situs ini, kebetulan terbaca tanggapan Jephman. Inilah dia…..
>>> Ya salah. Kan sudah dibilang “Jangan Membunuh”. Massam mana pulak kau ini, baca dulu dong jgn lantas main tembak membabi butong. Ngapain buang2 Perjanjian Lama, mending buang otakmu
Lantas saya membuang otak sesuai anjuran. Dan sekarang saya tak pake otak, tapi kok bisa teru mengetik ya… rupanya sisa2 otak di crenial menyadarkan bahwa saya manusia berasal dari debu tanah ya tentu aja tak berguna otak, andaikan saya berasal dari simpanse menurut Darwin yang hanya 3% beda otaknya dari saya dulu sewaktu pakai otak mungkin nggak ada yang suruh buang otak. Karena sudah tak pake otak maka saya tak ikut campur lagi dengan Kej. 6:6-7. Horeeee aku selamat. Thank U, thank U, thank U.
Kebetulan parhobass (kalau nggak salah parhobass itu pihak boru ya!) sudah nyuruh berhenti, karena katanya diskusi itu bisa berujung “perang”, jadi ngeri aku!, menurut aku perang itu tak bermoral, karena ajaran Musa yang dianut Jahudi kemudian ajaran Yesus yang dianut Kristen dan ajaran Muhammad yang dianut Islam, perang terussssssss, perang salib lah, perang jihad lah.
Bye bye !!!

24 06 2009
jephman

@ maridup

kok yg dibahas gaya bahasaku ya? Kenapa pula moralismenya gak dibahas???

Ya jelas jengkel aku. Saya juga cuma manusia kok yg bisa jengkel…kau sendiri bilang Yesus marah mengobrak-abrik kios pedagang. Marah itu normal & manusiawi. Dendam dan marah terus2an yg tidak boleh.

Tiap menjawab selalu “saya tetap pilih moralisme”. Siapa yg melarang CHOY? <ini niru gaya bahasamu lho 😛
Apa ditelingamu sopan kalau ada orang mengajak membuang Kitab Sucinya? hehehehe

Moral ma ho!
hehehehe

24 06 2009
Garfield

Karakter Lae Jeph memang begitu, seperti Batak pada umumnya: Lugas, keras, to the point…hehehe, dan tampaknya ada yang langsung mengkerut…

>>>karena katanya diskusi itu bisa berujung “perang”, jadi ngeri aku!, menurut aku perang itu tak bermoral, karena ajaran Musa yang dianut Jahudi kemudian ajaran Yesus yang dianut Kristen dan ajaran Muhammad yang dianut Islam, perang terussssssss, perang salib lah, perang jihad lah>>>

diskusi di sini bukan perang…mencoba saling memahami aja jalan pikiran orang-orang yg berdiskusi, membuka wawasan, mengasah akal pikiran kita…justru kalau kita tidak terbiasa berdialog dan berdiskusi itu yg menyebabkan org terbiasa menyelesaikan perbedaan dengan kekerasan dan perang….

4 07 2009
Ben Salomo

Islam bebas menghina dan melecehkan agama lain, tapi giliran islam yang dikritik sedikit saja mereka langsung main bom, gorok…tapi ya gpp sih… 😉

18 07 2009
rodrymikhael

goar na ma silom
angka siloakon alai ganas (buas) do halak i

22 08 2009
jakpurut

itulah implikasi daripada “DOSA ” dari awal di kitab kejadian sudah muncul, hingga akhir zaman nanti, tapi kita punya Raja yg sudah mengalahkan dosa itu 🙂

29 08 2010
Luthfi nurpratama

apa buktinya islam suka melecehkan ?????
yang pertama dulu siapa yang buat situs ini ????
apakah anda dari tadi juga sudah mencela ???

For : Ben Salomo

9 08 2014
sunda

DILARANG MENGAJAK ORANG YANG SUDAH BER AGAMA.

AGAMA MU YA AGAMA MU,
AGAMA KU YA AGAMA KU,

JAWA BARAT ADALAH TARGET KRISTENISASI TERBESAR DI DUNIA,

DAN KAMI MASYARAKAT SUNDA YANG TERLAHIR ISLAM AKAN SELALU MENJAGA ISLAM DI TATAR SUNDA, SUPAYA GAK KECOLONGAN OLEH AGAMA LUAR!!!

KENAPA KAMI ISLAM ?

KARENA PERINTAH NABI MUHAMMAD, DAN LELUHUR KAMI YAITU PRABU SILIWANGI DAN KIAN SANTANG!

10 08 2014
sungguh memalukan orang batak satu ini

lagi” orang batak cari sensasi ckckckck gak ada bosen”nya cari sensasi si manalu ini belajarlah dulu kau mengimani keyakinan kau sendiri jangan asal berkoar macam LIA EDEN kau manalu

13 01 2016
maryam silaban

memang fakta, bahwasannya injil itu palsu, memang palsu dan dipalsukan, sudah berabad – abad orang yang memalsukannya mati kalian masih percaya aja, sudah terbukti secara ilmiah bahwa ALQUR’AN itu benar secara ilmiah dan sudah dilakukan penelitian, masih juga kalian membatah dan mencoba merubah isi ALQUR’AN kami agar seperti kitab kalian, dan yang suka memulai keributan itu orang2 kristen primitif seprti kalian orang batak , orang barat itu tidak seperti kalian

18 05 2016
sibahut

maryam sileban,,tidak ada yang kristen yang heran kalau kamu berkata seperti itu,dari nabi mu sampai allah mu belum mbrojol ke dunia yang fana ini ,Yesus sudah kasih tahu kita2 duluan, akan ada orang2 seperti dirimi, seperti,osama,imam samudra and de geng, jadi ,gak terpancing lah,

3 02 2017
Innassafira

Kita buktikan saja di akhirat nanti, siapa yang benar dan siapa yang salah :), siapa yang menyesal dan siapa yang menang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: