Jangan Bohong Kau!

18 03 2009

jgn-bohong


Aksi

Information

47 responses

18 03 2009
Charly Silaban

Dari muncungnya sebenarnya ketahuan bahwa dia…. siganjang munsung hahaha…

18 03 2009
gandhim

Magigi iba mambereng ibana bah..

19 03 2009
Jadimora

mirip si budiman sudjatmiko akke…?

tutu do gabusmi…?

20 03 2009
Ronsen

nama partainya gak mendukung slogan =))

20 03 2009
gurpaq

adong go lae caleg na so margabus….paboa hamu majo poang asa nibuto mamillit caleg annon,mauliate

20 03 2009
simbolon_par-pahae

kalo ga pintar bohong jangan jadi caleg…marisuang…

20 03 2009
Lambas Sihaan

Jelek banget sih, gambarnya. Apa nggak ada kartunis batak yang bisa ngegambar. Idenya sih bagus. Sayang tidak didukung tehnik. Jadi kehilangan pesan yang ingin di sampaikan. Kalau untuk majalah dinding anak SMP masih bisa. Tapi kalo untuk umum maaf, malu-maluin.

Paling juga komentar ini kagak di muat. Ya..nggak. Cuman komentar yang berisi sanjungan doang yang di muat.

20 03 2009
Mossack Anme

btw,,tu karakter siapa sih? Mohon lae e-mail aja deh…

Jujur,,saya ga nyambung… 🙂

23 03 2009
gandhim

Untuk lae Lambas Sihaan (bukan Siahaan ya?): Cok lah lae buat yang bagus itu kek mana, jangan asal nyembur aja. Trus jangan cuman bikin bagus gambarnya, lae buat juga kreatip ya, biar bisa kita nilai juga 😀

23 03 2009
Pandulo

@Lambas Siahaan

Lae, mau gambar yang cantik pigi noh ke studio……
Di sini kita tidak butuh itu, tapi makna yang terkandung dari kritik sosialnya.

Ada bloggmu tidak? Coba dulu buat yang kayak kau bicarakan itu, biar kulihat maccam mana…….

23 03 2009
Lambas Siahaan

Bere ku Pandulo.

Kalau saya memberi kritik untuk kartun bung Jephman, itu untuk membangun bung. Jangan terus beringasan. Ambil sisi positipnya.

Repotnya, orang Batak nggak pernah mau mengambil sisi positipnya. Selalu memandang dari sisi negatipnya. Dari halak Batak di Kampung sampai Perantauan, selalu memandang persoalan dari sisi negatipnya.
Padahal, kalau kritik saya dilihat dari sisi positipnya, tentu akan mendapat hikmah untuk pembelajaran

24 03 2009
Fery

kalau sudah tersudut, jurus Dalihan na tolu dipakai, panggil bere lah, oppung, cucu hhehehehe :p. makanya itu mulut jangan cuma kritik, kalau mau mengkritik, bikinlah dulu yang minimal sama baiknya, baru kritik. Kalau cuma kritik saja, ya OMDO alias OMONG DOANG ! KEKEKEKEKEKEK :))

24 03 2009
amrin

Si lambas sihaan ini kutengok mirip sama effendi simbolon, anggota DPR yang suka buat sensasi itu….

Kalau mau tenar dan komenmu diperhatikan lambas, kacangan kali caramu,… heheh, sekalian kau buat aja spandukmu, biar di contreng kau lambas(ga cuman di komen), jangan cm bisa buat komen cari sensasi. Perusak topik memang si lambas ini bah…

24 03 2009
Richard Siburian

Lae Siahaan,

Lae bukan memberikan kritik yang membangun, tapi asal bunyi alias tong kosong nyaring bunyinya. Kalau memang membangun, harus disertai dengan saran, pendapat, opini atau masukan yang bisa dijadikan bahan perbaikan. Jadi, tidak hanya membilang “Jelek banget sih”, tanpa ada memberikan sumbangan pikiran.

Lain kali Lae, sebelum mengaku mampu memberi kritik yang membangun, belajarlah yang banyak, supaya ada sumbangan berarti yang kau kasi untuk orang lain.

24 03 2009
cindy situmorang

@Lambas Siahaan atau Lambas Sihaan:
/*
Jelek banget sih, gambarnya. Apa nggak ada kartunis batak yang bisa ngegambar. Idenya sih bagus. Sayang tidak didukung tehnik. Jadi kehilangan pesan yang ingin di sampaikan . Kalau untuk majalah dinding anak SMP masih bisa. Tapi kalo untuk umum maaf, malu-maluin.
*/
Jangan Bohong Kau!

/*
Repotnya, orang Batak nggak pernah mau mengambil sisi positipnya. Selalu memandang dari sisi negatipnya. Dari halak Batak di Kampung sampai Perantauan, selalu memandang persoalan dari sisi negatipnya.
Padahal, kalau kritik saya dilihat dari sisi positipnya, tentu akan mendapat hikmah untuk pembelajaran
*/
Jangan Bohong Kau!

24 03 2009
Mossack Anme

gwuakakakakak…

ngakak baca comment Cindy yang terakhir…

JLEB…!!

24 03 2009
hari

???sapa yg mo dikritik nie….???

caleg itu…. lae jephman…. ato sie lambas iko????
awak jadi bingung???

kkkkk

24 03 2009
Lambas Siahaan

@ Cindy Situmorang

Lambas artinye Lapang. Biar di ledekin juga gue masih Lapang Dada. Nggak gampang marah kayak kawan2 diatas.

24 03 2009
andrewblack

kalau masalah priuk, hilang pastinya jendral nih… hahahaha

24 03 2009
hari

kkkk benar juga kata kau lae!!!!
tak pernah lagi ku dengar lagi masalah iko……..

26 03 2009
gandhim

@Lambas Siahaan: Sumpe loh?

26 03 2009
minggu

pargabus do ho Lambas Siahaan
holan carito do ho

nagok ma hatam Lambas Siahaan

dang toho ho halak hita bah….

26 03 2009
leonar tambunan

Lae Lambas,
Namanya kartun itu begitu. Ada seninya…
Coba perhatikan kartunnya diatas, cuma dengan dua garis rambut saja ketahuan tokoh yang dimaksud.

Kalau tokoh seperti anda gampang bikin tokoh kartunnya: palenya kosong…
tak berotak!

27 03 2009
Andy Siagian

Buat Lae leonar tambunan.

Ga perlu digambar manusia buat kawan itu.
Cuma gambar aja kaleng cat yang kosong lengkap dengan pemukulnya. Begitulah dia, sekali pukul suaranya keras menyalak karna isinya kosong.
Tong kosong nyaring bunyinya, begitulah dia. Taunya cuma mengkritik, suruh dulu dia posting hasil kartun2 dia. Kita buat perbandingan.

Mana ada aturan dalam menggambar karikatur.

28 03 2009
simbolon_par-pahae

@lambas siahaan
>>>>Jelek banget sih, gambarnya. Apa nggak ada kartunis batak yang bisa ngegambar. Idenya sih bagus. Sayang tidak didukung tehnik. Jadi kehilangan pesan yang ingin di sampaikan. Kalau untuk majalah dinding anak SMP masih bisa. Tapi kalo untuk umum maaf, malu-maluin.

Paling juga komentar ini kagak di muat. Ya..nggak. Cuman komentar yang berisi sanjungan doang yang di muat.>>>>>>

Kritikan seseorang biasanya akan didengar apabila dia juga punya gagasan yg bagus buat hal yang dia kritik. tetapi apabila bisanya cuma omdo (omong doang)…kritikannya tak lebih dari suara radio rusak…
yang lebih parahnya coment lae yang satu ini menurutku tak lebih dari comment anak SMP yang sirik (sirik tanda tak mampu)….soalnya lae kita ini sudah duluan pesimis commentnya ga dimuat….
Horas….

30 03 2009
Pandulo

@Leonard Tambunan
/”Kalau tokoh seperti anda gampang bikin tokoh kartunnya: palenya kosong…”

haha….Mallapak……

30 03 2009
Lambas Siahaan

Busyet dah…

Kayaknya komentar ke gue udah nggak sehat lagi. Udah menyerang pribadi. Orang Betawi bilang : Susah ngomong sama orang yang kagak ada sekolahnye.

Makanya dari awal gue bilang : Orang Batak selalu melihat dari sisi negatif doang.

Masih bermental : Elat, Teal dan Late Plus Hosom.

Udah ah…. Malas bicara sama orang yang kagak pernah makan sekolah.

30 03 2009
gandhim

@Lambas Siahaan:
Dari awal, komentar anda sudah tidak sehat. Komentar anda sudah dimulai dengan tendensi menyerang, coba baca tulisan anda “Apa nggak ada kartunis batak yang bisa ngegambar”, berarti kan anda merendahkan orang Batak! Anda sudah mengeneralisir sesuatu tanpa fondasi yang kuat.

Kalau merasa diri anda makan sekolahan, tunjukkan sikap santun, jangan cuman bisa komen negatif tapi tidak ada kasih saran positif. Kalau tidak bisa menunjukkan itu, jangan anggap diri anda makan sekolahan.

Tidak peduli Batak atau bukan, dalam berkomunikasi dengan orang itu ada tata krama nya. Anda kan makan sekolahan, seharusnya jauh lebih santun. Dan gak usahlah bawa-bawa ciri Batak dalam diskusi ini. Orang yang tidak Batak pun, kalau mendapat komentar seperti anda pasti memberi komentar yang sama.

31 03 2009
Mossack Anme

Setiap orang Batak mempunyai sifat keras dan pantang menyerah. Bagi saudara Lambas, kedua sifat itu menempati sisi negatif dalam penilaiannya. Bagi Anda (Lambas) kedua sifat itu mencerminkan orang Batak yang jelek, kasar, suka seenaknya sendiri, ga pakai otak, dll. Ok, itu anggapan Anda.
Sekarang bicara anggapan saya. Bagi saya, kedua sifat itulah modal orang Batak untuk menantang dunia luar yang sebnarnya lebih kasar, contohnya ya Anda ini. Anda orang Batak (mungkin) tetapi tidak mencerminkan orang Batak yang positif dengan memposisikan diri bukan sebagai orang Batak. Ok, itu hak Anda. Tetapi bagi orang Batak, kedua sifat itu adalah sifat anugerah yang membuat orang Batak (persatuannya) dikhawatirkan akan memunculkan suatu kekuatan yang dapat menggoyang quo yang diharapkan oleh para orang-orang yang seenak jidat. Nha, Anda ini saya rasakan sebagai pion saja bagi mereka.
Mungkin “orang-orang Batak yang seperti Anda“-lah yang menyebabkan kerusuhan di DPRD Sumut.
Jadi, ya silahkan berpendapat, dan kita lihat di kehidupan nyata, sifat keras orang Batak itu, menghasilkan sesuatu yang positif atau negatif? Saya sendiri sudah membuktikan bahwa itu positif dan sangat positif, dengan catatan bahwa sifat keras dan pantang menyerah itu tidak disalurkan dalam perpecahan seperti halnya Anda ini.
Salam damai.

31 03 2009
lohot simanjuntak H16

@ all
na sala tulis do ra goar ni abanghon .seharusna sambal siahaan;gabe lambas siahaan .oot mode:on

31 03 2009
simbolon_par-pahae

@Lambas
Diboto lae do lapatanni goarmi???
Lambas ma lae marroha (songon goarni lae i)…asa dapot tua lae sian Tuhan i. Kalo lae memang orang terpelajar dan kami adalah orang bodoh dan tak punya sekolah (seperti komentar lae di “Jangan Bohong Kau!”), berilah kalimat yang lebih bagus untuk mengkritik orang supaya lae kelihatan orang yang terpelajar…kasilah contoh buat kami-kami yang bodoh ini lae…atau karena lae terlalu pintar jadi ga ngerti lagi cara mengkritik yang baik???
salam damai…
Horas…

31 03 2009
glorialimbong

ai seramma poang ito lambas komn mi (mana tau ito lamabas ini gak ngerti. Seram kali lah ito lambas komenmu itu).
Aniway, tetap semangat nge postnya pak jephman 🙂

2 04 2009
Sambal Sihaan Naoto

Lae sambal…kalau istilah medan lae itu sipanggaron, sok jago.
Inilah contoh orang batak tembak langsung yang malu-maluin, anak smp pun malu kalau kayak gitu caranya.

Kritik? apanya yg kritik…itu lebih cocok memaki namanya…

2 04 2009
dongants

Komentarnya si lambas ini mirip banget dengan siahaan-siahaan lainnya yang kukenal. Apa setiap siahaan begitu ya? Lagaknya, bicaranya, mirip banget….
Btw dimanakah si lambas ini, kok ga muncul lagi?

2 04 2009
joe

to : Lambas sihaan
sebuah kritik yang baik harusnya juga memberikan pandangan dan jalan keluar ato solusi yang membangun. Itu baru kritik. Kalo hanya mencela tanpa bisa memberikan jalan keluar ya namanya itu tadi BU ( besar Uap ) kayak kalo kita masak air itu… banyak kali asapnya… gosong pula…

3 04 2009
malona

@ all
sudah… sudah…
kita akhiri aja ngomentari si ito lambas itu.

Maklum ajalah.. si lambas/gambas inilah yg disebut:
“The Real Siahaan Namiring”

Peace!

3 04 2009
Lambas Siahaan

@ bung Dongants dan malona.

Dengan segala hormat. Jangan bawa2 Siahaan untuk jadi sasaran komen anda. Apalagi sampai menyebut Siahaan Namiring. Cukup seorang Lambas aja. Seorang Lambas sudah cukup untuk meladeni semua komen kelas warung kopi. Marga besar Siahaan terlalu kerdil untuk di bawa ke komentar kelas recehan diatas. Oke ????.

Untuk lae2 komentator kelas kolong jembatan.

Mohon komentar fokus ke kartun aja. Jangan melebar kemana2 kayak celana kolor tukang becak.

Ni lompa gadong na tata
Bahen lompan ni parsiadapari
Andorang so ni dok hata
Ba jolo denggan ma di pikiiri.

Para komentator kelas abang becak. Sebelon ngomong dipikir dulu ya. Dicerna dulu baru di telan.

3 04 2009
rtampubolon

bah-bah!!!

sabar – sabar lae, ito…

memang niat dia untuk memancing di air keruh ( nyambungnya???)
ya maksud ku, dia memang ingin memancing perdebatan. misi nya sdh berhasil. sudah puas dia. cukuplah kita memuaskan hasratnya itu.

sudahlah… udah cukup kritik lae, ito ke dia. kita komentarin ttg makna yng mo sampaikan lae simamora saja. mantapz!

7 04 2009
jack

lambas nagila…
Anda jgn soklah!!! bunyimu aja sok pinter, padahal bodoh….
disebut “siahaan namiring” anda sudah sewot. komentarmu diatas sdh menyangkut semua orang batak: Repotnya, orang Batak nggak pernah mau mengambil sisi positipnya. Selalu memandang dari sisi negatipnya..
maksud loe?

8 04 2009
dongants

@ lambas

Dengan segala hormat. Jangan bawa2 Siahaan untuk jadi sasaran komen anda. Apalagi sampai menyebut Siahaan Namiring. Cukup seorang Lambas aja.

Pak lambas atau siapun anda…
Kami tidak memulainya, tapi kamu yang menjelekkan orang batak dan kami marah. Lagipula mengenai marga saya hanya teringat dengan teman saya yang marganya anda ambil jadi nama anda. Dan saya minta maaf pada semua yang bermarga siahaan karena persamaan ini.
Pernyataan anda “Apa nggak ada kartunis batak yang bisa ngegambar. ” ini udah jelas menusuk dan juga yang ini “Dari halak Batak di Kampung sampai Perantauan, selalu memandang persoalan dari sisi negatipnya” dan “Malas bicara sama orang yang kagak pernah makan sekolah.”
Anda sudah menggunakan internet, berarti anda sudah pintar donk. Lewat internet anda bisa saja menyebutkan nama anonim menggunakan nama/marga batak padahal bukan orang batak. Asal anda tahu komentar anda ini menusuk pada orang batak dan lebih-lebih lagi kalau anda menggunakan nama/marga batak untuk berkomentar yang jelek tentang orang batak.

8 04 2009
malona

@ lambas siahaan

Sekarang baru saya tahu, kamu pastinya
yg disebut “Batak Dalle”.
Bonapasogitmu bukan di Balige tapi di Tanjung Balai Asahan.
he…he…he..

9 04 2009
gunawan sihombing

HATI-HATI SEMUA BRO………DIA ITU BUKAN HALAK HITA DAN BUKAN NASRANI
DIMOHON AGAR SEMUA TIDAK TERPANCING DAN TERPROVOKATOR…DI STOP DARI SEKARANG..OKE….PISSS…….I LOVE U ALL. JBU

10 04 2009
P. Pasaribu

@Lambas Siahaan
/*
Jelek banget sih, gambarnya. Apa nggak ada kartunis batak yang bisa ngegambar. Idenya sih bagus. Sayang tidak didukung tehnik. Jadi kehilangan pesan yang ingin di sampaikan . Kalau untuk majalah dinding anak SMP masih bisa. Tapi kalo untuk umum maaf, malu-maluin.
*/
emang kau kartunis juga..?? brani kali komentarin punya org..

/*
Repotnya, orang Batak nggak pernah mau mengambil sisi positipnya. Selalu memandang dari sisi negatipnya. Dari halak Batak di Kampung sampai Perantauan, selalu memandang persoalan dari sisi negatipnya.
Padahal, kalau kritik saya dilihat dari sisi positipnya, tentu akan mendapat hikmah untuk pembelajaran
*/
memang nya kau guru ato dosen..??

Busyet dah…

Kayaknya komentar ke gue udah nggak sehat lagi. Udah menyerang pribadi. Orang Betawi bilang : Susah ngomong sama orang yang kagak ada sekolahnye.

Makanya dari awal gue bilang : Orang Batak selalu melihat dari sisi negatif doang.

Masih bermental : Elat, Teal dan Late Plus Hosom.

Udah ah…. Malas bicara sama orang yang kagak pernah makan sekolah.

memangnya kau sekolah dimana..?? tulisan mu pun buruk kali..

@ bung Dongants dan malona.

Dengan segala hormat. Jangan bawa2 Siahaan untuk jadi sasaran komen anda. Apalagi sampai menyebut Siahaan Namiring. Cukup seorang Lambas aja. Seorang Lambas sudah cukup untuk meladeni semua komen kelas warung kopi. Marga besar Siahaan terlalu kerdil untuk di bawa ke komentar kelas recehan diatas. Oke ????.

Untuk lae2 komentator kelas kolong jembatan.

Mohon komentar fokus ke kartun aja. Jangan melebar kemana2 kayak celana kolor tukang becak.

Ni lompa gadong na tata
Bahen lompan ni parsiadapari
Andorang so ni dok hata
Ba jolo denggan ma di pikiiri.

Para komentator kelas abang becak. Sebelon ngomong dipikir dulu ya. Dicerna dulu baru di telan.

memang ada apa dengan abang becak..?? ada masalah..?? jgn pandang rendah org bung..abang becak sekalipun… memang siapa siahaan itu..??

7 05 2009
Gala_ren

Wuihhh…
mulutmu..bagus banget yah..
Udah oto..sombong pula.
katanya lambas..artinya lapang.
Koq kayaknya jadi marah sih..
nggak konsisten nih..

Klo mo mengkritik..ya harus siap di kritik..
tuh baru betul2 lambas.

14 06 2009
ndro siahaan

kok siahaan nya yang dibawa-bawa T_T, kan tidak semua siahaan tidak menghargai karya orang lain.

lagipula siahaan kan sama dengan marga batak laennya, sama2 batak hehehehe. Bangga kali aku jadi orang batak ini.

15 08 2009
Asido_naibaho

Haha
Maup ma ho lambas tor mate ho bulus

4 07 2015
ojo dumeh

hupamate ma si lambas on…utut begu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: