Mari Belajar Menjawab Mereka

23 01 2009

Apakah Yesus Tuhan? Benarkah Yesus disalib? Tunjukan dimana Yesus menyatakan dirinya Tuhan! Tahukah Anda bahwa kedatangan Muhammad ditulis dalam Alkitab?

Itu adalah sedikit contoh pertanyaan yang diajukan oleh saudara kita Muslim yang hendak menyerang mempertanyakan keimanan kita. Pertanyaan yang sudah saya sensor tentunya. Beberapa pertanyaan bahkan lebih kasar dari itu. Bagaimana menjawab mereka?

surgapun-bingung

Sebenarnya sudah lama aku mau menulis ini. Tapi karena keterbatasan pengetahuan maka tidak pernah kucoba tulis. Aku tidak pernah belajar Theologia, tarsingotna aka amang/inang pandita do mangajari on seharusnya :P. Sebagian dari kita pasti pernah berjumpa dengan berbagai pertanyaan dari saudara terkasih kita Muslim. Pertanyaan-pertanyaan yang”mengguncangkan iman”, yang agak sulit dijawab oleh orang awam, dan butuh sedikit pengetahuan lebih dalam tentang iman Kekristenan kita. Sudah ada pula yang sudah jadi korbannya, alias murtad, karena pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya mudah dijawab dan hanya perlu sedikit usaha, yaitu : baca Alkitab. Ada juga website yang bagus dan lengkap : http://www.answering-islam.org. Cuma karena halak kita marpasir-pasir bahasa inggerisnya jadi agak sulit ya bacanya. Kucobalah ya.

Mulai dari mana ya? Ya mungkin mulai dari kata Apologetika saja. Apologetika berasal dari kata Yunani Apologia yang artinya “berbicara untuk membela diri”. Sebenarnya lucu kalau orang Kristen membela diri, karena Tuhanlah yang akan membela kita. Apalagi kalau ini diartikan sebagai membela Tuhan, lebih konyol lagi, Tuhan kok minta dibela.

Tokoh yang paling terkenal dari Apologetika adalah Ahmed Deedat. Ahmed Deedat adalah seorang ulama muslim yang banyak menyerang menulis tentang yang katanya “kesalahan-kontradiksi-kepalsuan” dari Alkitab. Untuk lebih lengkapnya ttg siapa itu Ahmed Deedat ini, lahir dimana atau apa warna favoritnya silahkan ketik kata kunci “Ahmed Deedat” di Google.com atau di Wikipedia.org. Jarang diberitakan oleh saudara kita muslim, bahwa beliau meninggal setelah diserang stroke yang membuatnya lumpuh selama 9 tahun dari leher ke bawah. Ia tidak bisa berbicara atau menelan dan hanya berkomunikasi melalui gerakan matanya selama 9 tahun itu. Entah apa yang diperbuatnya sehingga orang yang begitu terkenal dan disanjung itu meninggal dengan cara seperti itu. Hii…serem ya.

Apa yang memotivasi orang-orang seperti Ahmed Deedat tertarik untuk menggali Alkitab dan mempergunakannya untuk menyerang mempertanyakan iman kita? Tanyalah sama mereka, mana kutahu! Yang pasti banyak yang kukategorikan SKSD. Ya benar! Singkatan terkenal dari zaman 80-an plesetan dari istilah satelit Palapa (saya sendiri sudah lupa apa singkatan aslinya) : Sok Kenal Sok Deket. Yaitu menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk membuktikan bahwa Muhammad sudah diprediksi kedatangannya oleh Nabi-nabi sebelumnya.

Ayat yang paling sering dipergunakan diantaranya :

1. Ulangan 18-18 : “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

Sekilas memang kelihatannya ada seorang nabi (yang sekiranya Muhammad) yang diberitakan Alkitab. Bagaimana menjawab ini? Kalau kita mau sedikit menelusuri ke ayat sebelumnya yaitu ayat 1-2 jelaslah bahwa Tuhan sedang berbicara kepada Musa dalam konteks kesukuan bangsa Israel, bukan bangsa lain, apalagi bangso Batak sub species Dolok Sanggul :

ayat 1-2 :“Imam-imam orang Lewi, seluruh suku Lewi, janganlah mendapat bagian milik pusaka bersama-sama orang Israel; dari korban api-apian kepada TUHAN dan apa yang menjadi milik-Nya harus mereka mendapat rezeki. Janganlah ia mempunyai milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya; Tuhanlah milik pusakanya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadanya.

Perhatikan kata-kata yang saya tebalkan. Disanalah kunci pemutarbalikkan pemakaian ayat, yang dipergunakan untuk kepentingan sendiri, tanpa mau melihat, konteks, latar belakang, atau settingnya. Padahal dengan jelas Tuhan sedang berbicara kepada Musa tentang imam-imam dari suku Lewi dengan saudara-saudaranya (suku-suku Israel lain) dan bukan diluar itu. Jadi kalau dibilang itu adalah nubuatan tentang adanya nabi lain diluar suku-suku Israel, itu bukan nubuatan tapi lubuat-buat.

2. Ayat lain yang sering dicomot digunakan adalah : Yohannes 14 : 16 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,”

Kata “seorang” diatas memang memberikan pengaruh pada pemahaman bahwa Penolong itu bentuknya orang. Padahal kalau mereka mau melihat lagi ayat selanjutnya yaitu ayat 17, jelaslah bahwa seseorang itu bentuknya Roh : “yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Perhatikan keterangan yang diberikan Yesus terhadap “seseorang” itu. Bahwa dunia tidak melihat Dia, pertanyaannya manusia manakah yang kasat mata? Setahu saya semua manusia bisa dilihat. Dan tidak ada manusia yang menyertai kita terus menerus bahkan diam didalam diri kita tentunya, tapi kalau Roh itu bisa.

Ada juga dipersoalkan mengenai terjemahan Parakletos untuk “penolong itu” sebagai salah. Biasanya diplesetkan sebagai “perikleitos” yang artinya “yang dipuji”. Ini kata yang mirip tapi jelas tidak sama. Ahmed Deedat hendak membelokan arti kata Penolong (parakletos) menjadi salah satu nama/gelar Muhammad. Yang sekiranya dapat mengecohkan orang Kristen yang awam. Mungkin padanan katanya “Poltak” dengan “pultak”. Bedakan? (Maaf ya lae kalau ada yang punya nama seperti itu, ini cuma contoh). Atau Simamora dengan Shimamura. Jelas beda! karena yang satu itu IQ-nya jongkok yang lain juragan Honda.

Sampai disitu dulu saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Kalau ada pertanyaan dan aku bisa jawab, akan aku jawab. Tapi kalau tidak, silahkan cari sendiri jawabannya di website diatas. Nantikan pembahasan-pembahasan lainnya. Syalom! Horas! dan Haleluya!





SMS : Setahun Muncul Sekali dua kali

19 01 2009

sms





Jangan Curang Ya

19 01 2009

jgncurang





Ancaman Penutupan Gereja

16 01 2009

Lagi-lagi  penindasan terjadi. Tidak hanya di tanah Batak yang mayoritas kristen, di Manado, Sulut pun mendirikan rumah ibadah adalah sesuatu yang haram. Heran, padahal daerah yang mayoritas kristen terkenal damai dan tidak ada sejarahnya penutupan masjid.

Ancaman Penutupan Gereja
Kapolda: Ormas Jangan Main Hakim Sendiri

Oleh
Novie Waladouw


Manado–Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Brigjen Pol Bekto Suprapto mengungkapkan bahwa ormas yang membawa nama agama jangan main hakim sendiri. Mereka tidak berwenang menutup tempat ibadah. ”Prinsipnya ormas jangan main hakim sendiri. Indonesia negara hukum. Masalah ini harus diserahkan kepada pemerintah dan akan ditangani oleh pihak berwajib,” ujar Bekto kepada wartawan dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur, Rabu (14/1).  Namun, menurut Bekto, masalah yang terjadi di Bolmong masih terkontrol dan dalam penanganan pemerintah setempat. Meskipun sudah menimbulkan keresahan, masalah ini sudah ditangani Muspida Bolmong.


Kapolda mengimbau masyarakat agar tetap menciptakan kedamaian, kerukunan dan keamanan di Sulut. Potret kerukunan antarumat beragama yang sudah sekian lama mengakar di Sulut bahkan menjadi contoh nasional dan internasional tidak boleh dikotori. Ancaman sebuah ormas yang menatasnamakan agama di Bolaang Mongondow (Bolmong) untuk menutup Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) Imanuel Kotamobagu di Sulut harus disikapi.

Jangan Terprovokasi
Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang kepada wartawan di Manado, Rabu, meminta masyarakat dan umat beragama di Sulut jangan terpancing atau terprovokasi. ”Seluruh elemen diminta menyikapi masalah GMIBM dan salah satu ormas di Bolmong itu dengan kepala dingin. Apalagi kerukunan antarumat beragama yang sudah terpelihara dengan begitu baik selama ini mutlak dipertahankan karena ‘torang samua basudara’ (kita semua bersaudara). Untuk itu semua pihak harus menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada pemerintah serta aparat keamanan,” ujar Sarundajang.


Tokoh masyarakat Bolmong, Jambat Damopolii yang juga mantan bupati Bolmong mengatakan, pesan “torang samua basudara” harus terus dipelihara, juga moto leluhur Bolmong ”Mototompiaan, Mototabian bo Mototanoban” (saling memperbaiki, saling menyayangi dan saling mengingatkan) .Menurut dia, persoalan ini jangan dibawa lebih jauh karena justru akan memicu konflik dan mengganggu kerukunan antarumat beragama. Oleh sebab itu, marilah kita jaga persatuan dan kesatuan.
Ketua Badan Pekerja Sinode GMIBM, Pdt AO Rumengan melalui Sekretaris Pdt CH Raintama yang dihubungi SH, Rabu, mengaku pihaknya belum menerima surat resmi terkait suka dan tidak suka lokasi peribadatan di GMIBM Imanuel Kotamobagu. ”Kalau ada surat resmi dari Depag, sudah pasti kami akan bahas di tingkat sinode,” ujar Raintama.


Kakandep Agama Bolmong, Suhada Mokoagow, menegaskan semua agama yang diakui pemerintah, sama di mata Depag. Begitu juga dalam mendirikan lokasi peribadatan tidak ada yang dianaktirikan. Namun, dalam hal lokasi ibadah harus mengantongi izin dari pemerintah.
Ketua Forum Kerja Sama Antarumat Beragama (FKUB) Sulut, Nico Gara yang dihubungi terpisah, juga menyampaikan supaya jemaat GMIBM Imanuel Kotamobagu tenang. Masyarakat di Sulut jangan sampai terpancing.

Antisipasi permasalahan ini FKUB Sulut meminta masyarakat berdoa supaya masalah ini jangan sampai memancing emosi umat beragama. ”Masalah ini perlu ditangani oleh seluruh FKUB baik kabupaten/kota setempat maupun provinsi,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, 7 Januari 2008, sebuah ormas yang mengatasnamakan agama mengeluarkan surat meminta GMIBM Imanuel Kotamobagu ditutup karena tidak mengantongi izin untuk pelayanan ibadah. Surat itu ditujukan ke Wali Kota Kotamobagu, Kajari Kotamobagu, Kapolres, Dandim, Kandepag, MUI Bolmong dan FPI Jakarta.

http://www.sinarhar apan.co.id/ berita/0901/ 15/nus01. html





Genosida di Darfur.

12 01 2009

Adakah yang peduli ?

Saya sama sekali tidak mendukung serangan Israel ke Gaza. Walaupun tidak membenarkan juga Hamas yang terlebih dahulu meluncurkan roket-roket tanpa sasaran jelas. Tapi jelas ada keanehan dalam pemberitaan mengenai konflik Israel – Palestina. Begitu menggebu-gebu media meliputnya. Bahkan ada yang memiliki jam khusus “siaran langsung” relay dari stasiun TV Al Jazeera. Begitu juga reaksi partai tertentu yang paling heboh sendiri.

Lupakan mengenai pembantaian pemberontak etnis Tamil di Srilangka oleh pemerintahnya sendiri. Berita seperti itu tidak bakalan laku disini, karena tidak menyangkut penganut agama tertentu di negeri ini. Lupakan juga aksi terorisme di Mumbai beberapa waktu lalu yang bak film action itu, kejadian seperti ini malah mendapat simpati karena sekali lagi bukan penganut agama tertentu di negeri ini yang jadi korban.

Jadi harus penganut agama tertentu yang jadi korban sehingga statusnya jadi konflik kemanusiaan? Tidak juga. Ini dia anehnya, ratusan bahkan ribuan saudara-saudari kita sebangsa-sedarah-setanah air sendiri, para TKW diperkosa, disiksa, dibunuh, atau bahasa populernya dizhalimi, tidak juga menarik ribuan orang mengecam, mencaci maki, berdemo apalagi sampai menawarkan diri berperang sampai mati membela para TKW. Jangankan meluncurkan roket, cuma gara-gara salah mengkilapkan Mercedez Benz tuannya, mereka bisa disetrika bahkan dilecehkan secara seksual. Adakah yg mencaci-maki, menginjak atau membakar bendera negara para tuan perbudakan modern itu?

Adalagi satu konflik yang luar biasa anehnya tidak menarik “minat” para pendemo dan pembenci Israel laknatullah beserta konco-konconya itu. Beritanya amat sangat jarang ditemukan di media di Indonesia. Pembantaian etnis terbesar di Afrika di zaman modern, dimana informasi dalam hitungan detik dapat didapat, tapi tidak pernah diberitakan secara khusus apalagi diadakan penggalangan dana bahkan penggalangan nyawa untuk membantu mereka di Indonesia.

sudan_genocide_genocide_in_sudan_1

Genosida di Darfur, Sudan adalah bukti keanehan ini. Pembantaian muslim keturunan Afrika oleh saudara-saudara mereka sendiri muslim keturunan Arab (Janjaweed) sudah berlangsung sejak 1990 alias hampir 20 tahun. Apakah harus muslim yang menjadi korban sehingga mengalir bantuan? Ini muslim sendiri yang menjadi korban. Apakah harus rakyat yang tak bersenjata yang perlu dibela? Ini rakyat yang tak punya AK 47 apalagi roket Qassam atau Katyusha. Apa harus membela tanah airnya sendiri sehingga mesti dibantu? Ini etnis pribumi di negeri tanah kelahirannya sendiri yang dibantai etnis pendatang. Apa harus sampai ribuan orang, wanita dan anak-anak jadi korban? Tahun lalu sudah sampai 400.000 orang termasuk wanita dan anak-anak meninggal. Apa mereka melawan dengan melakukan bom bunuh diri? Tidak perlu. Kelaparan akan membunuh mereka dengan perlahan-lahan.

Aneh jika melihat reaksi segolongan orang dan partai yang begitu berapi-api, padahal skala konflik Israel – Hamas hanya bagai tawuran anak sekolah jika dibandingkan dengan konflik di Darfur. Dan ini benar-benar genosida karena etnis membasmi etnis lain, sedangkan setahu saya Israel tidak memerangi bangsa Palestina di Tepi Barat.

Adakah yang peduli? Hanya mereka mengambil kesempatan mencari popularitas diatas penderitaan orang lain itulah yang tahu.

darfur1