We Were Soldiers !

10 11 2008

Hari Pahlawan, Toleransi dan Telor asin

Bat. Front Bandung Timur
L.Siagian BA
M. Girsang
DR.L Tobing
Manik BA
M. Saragih
W. Napitupulu
M.Purbaraja
D.L Toruan
M.Napitupulu
S. Nainggolan

Bat. Front Bandung Barat
M. Sihombing
A.Siagian

Bat. Front Bandung Selatan
A. Lubis

Bat. Front Bandung Timur
Meliala P.A PI
D. Napitupulu

(mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan nama/marga atau ada yang terlewat)

Ketika mendengar lagu “Halo-Halo Bandung” yang teringat mungkin kota Bandung yang menjadi lautan api, yaitu ketika TKR dipaksa meninggalkan sebagian kota dengan rel kereta sebagai batas demarkasi oleh kolonial Belanda. Anggapan itu separuh benar, karena kejadian peledakan gudang mesiu Belanda oleh Moh. Toha dan Ramdan yang menjadi puncak peristiwa itu sebenarnya ada di Dayeuh Kolot.
img0066a1

Beberapa waktu lalu, saya berjalan-jalan di kota Dayeuh Kolot yang sejuk tapi padat dan melihat tugu itu, sungguh kaget ketika menemukan nama-nama dengan marga-marga Batak tertera disana. Nama-nama tertulis diatas itu adalah beberapa nama-nama pahlawan berdarah Batak yang tertera di tugu peringatan Bandung Lautan Api di Dayeuh Kolot sekitar 15 Km arah selatan kota Bandung. Ada satu lagi tugu Bandung Lautan Api yang lebih besar di Lapangan Tegal Lega, Bandung. Tapi kejadian puncak peristiwa Bandung Lautan Api menurut penduduk yang saya “wawancarai” ada di lokasi tersebut.

img0059a1

Menurut beberapa orang tua (Batak) yang pernah saya temui, orang Batak pertama yang merantau ke Jawa Barat, dan Bandung khususnya adalah tentara. Betapa bangga sekaligus sedih ketika melihat keadaan orang Batak yang merantau ke Bandung sekarang, amat prihatin bahkan sengsara, tidak jauh beda dengan pendahulunya yang sudah berjuang mengorbankan nyawa bagi kemerdekaan negara ini. img0065a1

Kebanyakan orang Batak yang datang ke Kota Bandung dan sekitarnya, sepanjang pengetahuan saya, adalah mereka yang mencari sekolah/universitas yang lebih baik. Ketika nasib memaksa mereka bertahan hidup di kota kembang itu, sebagian besar mengisi lapangan kerja non-formal seperti berdagang, sopir angkot dan sebagian lagi menjadi buruh pabrik. Sisanya mereka yang berhasil, bersenang-senang menikmati hidup mengikuti gaya hidup di kota Bandung yang materialistis, hedonis, fashion minded, dan santai.

Nila setitik rusak susu sebelanga
Peribahasa yang cocok menggambarkan image penduduk kota Bandung terhadap orang Batak yang dikenal suka meminjamkan uang dengan bunga (rentenir / lintah darat). Menurut penatua yang sudah cukup lama tinggal disana, sebagian ” Bank Perkreditan Rakyat (BPR) INANTA ” ini hanya sedikit jumlahnya dan awalnya tidak berprofesi itu. Namun inilah yang paling diingat penduduk Bandung tentang orang Batak. Psiko-sosial penduduk Bandung juga turut membuka kesempatan bagi mereka ber”karya”. Karena ketika hari raya datang, tidak sedikit yang meminjam uang walaupun sudah tahu bahwa mereka rentenir dengan bunga mencekik.

Keadaan Gereja di Dayeuh Kolot
Perjalanan saya lanjutkan kembali, dari tugu menuju ke arah Gereja Katolik kurang dari 1 Km ke arah Timur dari lokasi. Satu-satunya gereja yang sempat dibangun (kalau tidak mau dikatakan “dilarang berdiri”) di Dayeuh Kolot. Tak usah saya ulas, silahkan lihat sendiri keadaannya dari foto dibawah. Sudah lebih dari 10 tahun gereja Katolik ini mengusahakan izin agar berdiri namun izin dari Pemda dan penduduk di sekitar gereja tak kunjung keluar. Jumlah Kepala Keluarga beragama Katolik di Dayeuh Kolot, menurut sumber yang dapat dipercaya, sekitar 400 KK. Jadi kebutuhannya sudah sangat mendesak, karena kebanyakan mereka harus menempuh sampai belasan Kilometer ke Bandung untuk beribadah. Terima kasih dan penghargaan yang mendalam kepada TNI KODAM III SIliwangi, Khususnya YON ZENI TEMPUR yang rela menyediakan lahannya untuk menampung umat Katolik.

img0068a1

Bagaimana dengan gereja lain?
Menurut informasi yang penulis dapatkan, Jemaat HKBP Dayeuhkolot (yang dahulu ramai diberitakan ditutup karena ditentang masyarakat sekitar) sempat menggunakan ruang serbaguna di salah satu gedung Kodam III Siliwangi masih dalam lokasi Tugu Pahlawan Bandung Lautan Api tersebut diatas. Sekali lagi terima kasih dan penghargaan yang mendalam kepada TNI KODAM III SIliwangi, Khususnya YON ZENI TEMPUR yang rela menyediakan ruang serbagunanya untuk mereka.

Jemaat dari denominasi lainnya sebagian menggunakan rumah sebagai tempat ibadah. Inilah yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. Disatu sisi penggunaan rumah sebagai tempat ibadah memang menyalahi peraturan, disisi lain, bukan tidak ada usaha dari umat Kristen untuk mendapatkan izin, tetapi entah mengapa lebih mudah mendapatkan izin untuk mendirikan mall, ruko bahkan tempat permainan biliard yang sering digunakan untuk berjudi, daripada izin mendirikan tempat ibadah. Sementara jumlah umat Kristen yang terus bertambah jumlahnya, bukanlah manusia yang tidak kasat mata yang tidak terlihat ketika di minggu pagi kebingungan mencari tempat ibadah. Menurut penatua halak hita yang sudah lama tinggal di Bandung, jika jumlah punguan, anggota parsahutaon dll, dihitung maka ada sekitar 500 KK untuk Bandung Selatan, maka Jumlah orang Batak yang tinggal di Bandung dan sekitarnya sudah mencapai sekitar 3000 orang. Sampai sekarang tak ada satupun gereja yang berdiri di Dayeuh Kolot.

Introspeksi
img0067a3Mungkin inilah pesan Kristus kepada kita, bahwa perilaku hidup orang Kristen umumnya dan Batak khususnya belum mencerminkan kasih Kristus secara nyata, sehingga saudara-saudara kita yang muslim belum rela disebelah rumahnya berdiri gereja, yang walaupun nama-nama pahlawan yang sudah berkorban nyawa tertera jelas di tugu itu, tidak menjamin kemerdekaan beragama dan menumbuhkan sikap toleransi di negara ini.

Hubungannya dengan telor asin?
Di pasar yang tak jauh dari lokasi tugu banyak yang jual telor asin.

We Were Soldiers!


Aksi

Information

15 responses

11 11 2008
Charly Silaban

Wah jangan2 ini yang jadi penyebab dulu di sekolahan kalo ditanya cita-citanya apa, pasti banyak yang kepengen jadi tentara…

11 11 2008
noschy parbiar

Maol nai nian ate mandapot ijin pajongjong hon gareja i?
Gabe sada sungkun-sungkun do on nian di roha ta be. Boasa…?, boasa songon on…?
Naung hurang be do nuaeng haporsea on ta tu Tuhan i benna gabe songon on ?

Hita panotnot i majolo angka dongan ta ganup marsada-sada no ro tu gareja.
Boi do ra dohonon ualu puluh porsen naro tu gareja i dang naeng manomba Tuhan i, ale laho manganggar hon akka arta na be.
Boasa ni dok songon i?,
bereng hamu ma angka ruas terutama di inanta na mar pahean namarhillong, mar assesoris (kurabu, horung-horung, tintin berlian na di ikkat mas, tusuk konde, haccing peniti mas, dll ) angka amanta pe nuaeng nungnga somal mamangke tintin mas apala na balga.
On ma ra sada buncir na mambaen silau pamerengan di gareja jala buncir ni kecemburuan sosial di dongan tarlumobi di dongan sepupu. Ditambah dope muse puluhan mobil na parkir di sekitar gareja i na gabe buncir ni kemacetan jala mangganggu aktivitas warga sekitar.

Nunga jarang berengon angka ruas naro tu gareja mar-angkutan (naik angkot) boasa ?
Mungkin ma ra alani gengsi, maila di dok pogos. E tahe…, dang tardok roha sipata? Molo pogos iba on sona di sangko dongan, nga adat ni halak hita ra i ate?

Pandita, Porhanger? dohot Sintua pe bereng on nunga hurang pelayanan na tu ruas na.
Jamita ni Pandita nuaeng on nungnga jarang begeon menasehati ruas na asa toktong mangulahon nadenggan, nga godangan isi ni jamita ni Pandita begeon mengenai durung-durung, perpuluhan asa denggan di pasahat tu gareja.
Partangiangan, molo di jabu ni na mora Pandita ma na marjamita, ale molo di jabu ni napogos do ninna sintua parsiajar ma di suru pasahat hon jamita.
Namarsahit, Misalna adong ma ruas namarsahit,
molo ruas na pogos namarsahit pola so diboto do i, ba molo dung malum sahit ni ruas i,
jumpang di gareja do salam on na i jala antar di dok ma : “hubege baru marsahit hamu ate? imada alani sibuk niba gabe so sanga ro iba mandulo hamu”
Ale molo na mora jala na marpangkat ruas namarsahit i, torus hatop do i dulo on na, dang pola pente on ni sogot.

Godang dope nian sicaritahonon, ale dang tartulis hon di son, saonari na gabe sungkun-sungkun? Nungnga Kristen (Pengikut Kristus) hita?

Huhila molo dung Kristen (Pengikut Kristus) na denggan hita persoalan ijin pajongjonghon gareja dohot segala massam penghambat boi do i gabe ture. Adong naso TARPATUPA DEBATA, molo ias rohatta? Amen.
Horas.

11 11 2008
lapotimus

Kepahlawanan orang batak di negeri tercinta ini tidaklah diragukan, tapi ketika kita mengurus ijin mendirikan gereja kepahlawanan itu tidaklah berarti sama sekali, lenyap di telan bumi.

Pangidoan unang ma patorbanghu bunga ni hepeng i bah…

12 11 2008
lohot simanjuntak

ala adong diskriminasi,gabe nomor dua bangsoi di negara on ,pabungahon hapeng ma ulaonna,marbohabahenonma,ida ma,di sude tempat dohot halak hita mambangun negara on,alai mansai maol do mangalehon ijin pajongjongkon bagas joro ,holan marhaposeon tu debta ma hita ,sai naungkapon na doi,mauliate-horas

12 11 2008
sihomb

hmmm…
gaya baru dari jephman
ternyata gaya reportasenya gak kalah dengan coretannya
keep your spirit lae ..

http://rapmengkel.com

13 11 2008
batuhapur

itu dia yang bikin sakit hati.. bukannya gak tau mereka saat terjadi BLA… ada orang kristen dan batak yang gugur di medan tempur untuk membela negara ini khususnya Bandung. bukan orang ARAB yang datang membela bangasa ini..

tapi sekarang….!!! orang Arab dan mau seperti arab yang menguasai Bandung…dengan sarung, topi kupluk serta piara jenggot, jadilah penguasa…dengan sebutan Allahhu Akbar…!!!robohkan Gereja…hancurkan. dan itu semua Fakta..

nah… untuk lebih jelasnya… cari aja di om google… semua peristiwa itu…

16 11 2008
G. Meha

Taringot tu bunga ni hepeng ma jo tutu.

Ido tutu, patorbanghudo bunga ni hepeng na binahen ni parhepeng i ( perorangan dan koperasi). Tung manongkik situtu do. Hira tuhap tu nappuna hepeng do sude pangomoan si sadari i. Hira beda saotikma tu pengalaman niba tingki manarik taksi, ikkon setorhononma tu partaksi pitupuluh lima ribu rupiah asing ni manuhor bensin, hape na binoan tu jabu holan sampulu ribu ma. Parasinganna saotik, molo martaksi olo do sipata adong penumpang na dao, molo partiaga tiga dang adong istilah godang tiga-tiga na lakku, ai terbatas do tiga tigana.

Alai molo ta patudos/bandinghon tu UMR na tinontuhon ni pamarenta, dang marimbar i, sarupa manokkik. Buruh do tulangpunggung ni sada paberik alai ingkon minim hianma umr i. Kesimpulanna, Pamarenta pe nang Pangusaha, sarupa PANONGKIK do. Parasinganna, buruh ni pabrik, dang pola loja be manontuhon aha si ulaonna jala dang pola pikkiranna pemasaran dohot penjualan. Molo partiga tiga na maminjam hepeng sian parhepeng, ibana do tu sude. Ibana do mamingkirhon aha tiga-tigana, inganan partiga-tigaan; ibana do mamingkirhon strategi penjualan, ibana do tong berhadapan tu perpas.

Tabandinghonma jo muse tu perusahaan na maniop HPH naso pola porlu manuan hau, na sopola mamingkirhon strategi pemasaran dan penjualan na jitu ai laris manis do parhau dohot harotas, alai panduduk di na humaliang perusahaan i tontong marsingkor.

Boasa holan goar ni rentenir do na hurang denggan, alai perusahaan perambah “resmi” goarna tung mansai angur?

17 11 2008
tondibangarna

makanya batak itu goblok balga daltung nya.liat itu mehjid sepanjang jln raya medan siantar bertabutran.tanpa ijin .knapa gereja hrs punya Ijin bangunan?berarti batak itu penakut di kandang sendiri .inilah namanya batak goblok takut jadi pahlawan yg benar?takut di penjara takut mati tapi katanya beragama? kalau mengatakan yg sebenar nya koq takut ? berarti goblok.

17 11 2008
batuhapur

G.meha

botul ma nadidok munai lae… cuman na munafik do akka na mangkritik i…

17 11 2008
Toni Silalahi

Buat lae tondibangarna,
Jangan gitu ngomong lae. Kita bukanlah tipikal kristen yang brutal. Ga pernah kita dijarin pake cara kekerasan buat menyelesaikan masalah.
Apalah arti Gereja, kalo itu hanya jadi simbol saja. Gabe taringot ende sikkola minggu tingki gelleng. “Gereja bukanlah gedungnya, dan juga bukanlah menara…”
Kekristenan kita ga akan pernah berkurang karena hanya masalah Gedung Gereja.

17 11 2008
noschy parbiar

@tondibangarna
Horas Lae
Molo huhilala ndang alani goblok manang penakut manang takut mati halak hita i, gabe buncir ni gareja ndang boi jongjong di bangso ta on. porsea do au molo gareja tabaen gabe joro ni Debata, ndang gabe inganan ni ruas laho pataridahon dirina, persoalan ijin pasti do boi pungkaon ni Tuhan i, ale molo tongtong dope diroha ta joro ni Debata gabe inganan ni pataridahon diri ta, huhila maol do dapot ta ijin i. Ise do sian hita naso muruk molo jabu ta dibahen gabe inganan ni parbadaan? ra.. namarbadai di jabu ta i naso tupa be paloasan ro tu jabu ta, dangi nuaeng? Tuhan i pe songon i do ra pamingkiran na : ” ai aha ma guna ni pajongjong on mu joro di Ahu ? molo gabe inganan ni parbadaan! inganan ni pataridahon dirim. ”
Ambal-ambal ni hata Tahe ? nunga boha nuaeng barita ni huria ta na di Bandung, nunga mar denggan roha sude angka dongan ruas i ?
Mauliate.

18 11 2008
jephman

mungkin yang dimaksud pintar oleh lae Tondingbangarna itu : mata ganti mata, nyawa ganti nyawa kayak tetangga sebelah

bukan “tampar pipi kiri beri pipi kanan”

ya lae?

20 11 2008
Pico Seno

saya lahir di asrama tentara di dayeuhkolot (batalyon apa lupa).

Saya ingat pada suatu hari mampir ke sana berasama papa, ditunjukkan sebuah gereja Katolik… tapi sedih juga yah bila orang Batak di sana tidak mempunyai tempat untuk ibadah..

Benci juga liat fanatisme sempit yang dipertontonkan oleh warga bandung tertentu. Tapi sekali saya ikut peringatan Bandung Lautan Api, saya merasa bahwa Bandung adalah kota nasionalis, kota penggonjlokan tingkat lanjut TNI (terutama AD) dan lokasi markas Siliwangi dan Kudjang yang berhasil mengubur cita-cita DI/TII mendirikan negara islam (khususnya Jawa Barat).
Mungkin Bandung perlu dibakar sekali lagi agar orang jadi ingat…

blog yg bagus.

22 11 2008
siagian

beuh , horas bah.

udah segitu aja dari aku

24 11 2008
Adieska

Sedih 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: