Jualan Daging Kurban

6 06 2008


Aksi

Information

30 responses

6 06 2008
Wilton Repply Marbun

Horas salam kenal. Btw, kartun2 lae bagus2! pesan2nya menyentil. Ok terus berkarya. Oh yach lae, melalui situs lae ini saya mau nitip pesan buat masyarakat sumatera utara :

Horas,
Danau Toba sudah masuk nominasi 7 keajaiban alam di dunia. Saat ini rankingnya di urutan 40. Agar bisa masuk 7 besar keajaiban alam diperlukan suara dari kita masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Sumatera Utara. Bila ini tercapai, akan membawa dampak yang sangat positif sekali bagi pariwisata Sumut. Karena kita tidak perlu biaya yang besar untuk mempromosikan pariwisata Sumut yang mana selama ini tidak adanya dana yang cukup untuk mempromosikan pariwisata Sumatera Utara. Bila masuk 7 besar, dunia akan melihat keindahan Danau Toba yang kita cintai. Dan semoga masyarakat disekitar Danau Toba juga harus berubah menjadi lebih baik dan terutama menjaga keamanan, kermahtamahannya, dan membuat nyaman turis2 yang berlibur di Danau Toba. Dan kepada kita semua agar lebih peduli untuk menjaga lingkungan disekitar Danau Toba.
 
Oleh karena itu, mari berikan suara kita untuk Danau Toba di situs http://www.new7wonders.com Semoga Danau Toba dan pariwisata Sumatera Utara Semakin jaya.
 
Horas dari Bali
 
 
Wilton Repply Marbun
PT. Sinar Wahana Bali Tours & Travel
Jl. Kuta Permai VII No. 1 Kuta – Bali
Telp/Fax : 0361 764361
Mobile : 08124607312

7 06 2008
lohot simanjuntak

kami kambing bandot
mau poligami,
poligami itu indah tau !!
kami kambing bertanduk
akan merubah hukum dan waktu !!

7 06 2008
sihomb

kenapa harus selalu nyinggung kambinggg..???
sentimen kali lae ini
ntar diplesetin orang jadi hombing lagi….
(padahal hombing gak tau apa-apa lo soal itu…., kebetulan tidur waktu itu)

8 06 2008
tobadreams

OOT nih Lae (lagi malas melihat kambing hehehe…),

Ajakan buat semua blogger Indonesia, dan siapa saja yang mencintai keindahan Danau Toba, Taman Nasional Komodo, Gunung Krakatau :

ayo ramai-ramai kasih suara dukungan agar ketiga obyek wisata kebanggaan kita itu menang dalam pemilihan “Tujuh Keajaiban Alam” yang bersifat sedunia, dan secara online.

Info selengkapnya, klik saja link di bawah ini :

http://tobadreams.wordpress.com/2008/06/06/dukung-danau-toba-agar-masuk-tujuh-keajaiban-alam/

Mauliate
Horas

10 06 2008
Wilton Repply Marbun

Horas Lae,
Kebetulan gereja saya HKBP Denpasar akan mengadakan pesta parheheon NHKBP. Kebetulan kami mau cari dana untuk acara tersebut dengan cara menjual baju kaos yang berisi gambar kartun buatan lae. Apakah kami bisa menggunakan kartun – kartun lae itu? Untuk mendapatkan ijin lae itu apa yang harus kami lakukan? Saya tunggu jawabannya

Wilton Repply Marbun

10 06 2008
jephman

Bisa lae.
Asal benar-benar buat pesta itu plus mencantumkan alamat blog ini, ambil saja.

Apa mau saya kirimkan filenya?

Kalo sudah jadi kirimkan sampel kaosnya boleh? Buat kenang2an 🙂

11 06 2008
artikulasang

kayaknya ente doyan dengan kambing.. emang ente ada hubungan dengan kambing ?…

12 06 2008
jephman

ana doyan daging yang diciptakan Tuhan dengan baik, tanpa memandang rendah orang yang gak doyan daging babi. Buat apa ana makan sapi tapi menganggap hina yang makan babi.

Karena ana percaya, bukan yang masuk ke dalam mulut yang menaziskan, tapi yang keluar dari mulut dari dalam hati yang menaziskan

ana tidak ada hubungan dengan kambing, kalau dengan tulang Sihombing ada 🙂

12 06 2008
fiantoni

Eh, itu koran tempe perlu diklarrifikasi..bukan yang kambing putih tapi kambing hitam juga yang dicekik…hehehe…

13 06 2008
togarsilaban

Kesian kali kambing-kambing, jadi tumbal terus dan bemper. Jangan heran kalau sebentar lagi Partai Kambing akan lolos verifikasi. Nah bisa-bisa Partai Kambing menjadi penguasa.
Mereka akan protes dan membuat undang-undang tentang Kambing anti tumbal, anti bemper..

Trus, nantinya udah bisa ditebak….Kambing makan kambing……

Ueee…eeekkk…..

13 06 2008
tobadreams

SELAMATKAN HUTAN LINDUNG DAIRI

Horas,

Saat ini kawasan Hutan Lindung Register 66 di Batu Ardan, Desa Sopokomil, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara sedang terancam dialih fungsikan. PT Dairi Prima Mineral sudah memasukkan pengajuan untuk mendapatkan izin dari Menteri Kehutanan untuk mengeksplorasinya.

Kawasan hutan lindung tersebut adalah habitat harimau Sumatera dan 20 jenis tanaman langka. Menurut Walhi Sumatera Utara, saat ini harimau di kawasan itu tinggal sekitar 15 ekor. Sebagian besar sudah “mengungsi” ke Aceh Selatan, karena terusik oleh aktivitas penambangan seng dan timah hitam yang dilakukan PT Dairi Prima Mineral di perbatasan hutan lindung tersebut.

Selain sebagai “rumah” hewan dan tanaman langka, hutan lindung tersebut adalah bagian dari sistem ciptaan Tuhan yang menjaga keseimbangan ekologi Danau Toba dan sekitarnya.

Oleh karena itu kami merasa tergerak untuk mengajak semua warga negara Indonesia yang peduli kelestarian alam dan lingkungan hidup, terutama orang Batak di mana saja : mari kita selamatkan kawasan Hutan Lindung Register 66 di Batu Ardan, Desa Sopokomil, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Mari kita lakukan dengan segala cara yang mungkin dan sah untuk menekan Menteri Kehutanan, agar jangan mengeluarkan izin eksplorasi hutan lindung tersebut. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih meridhoi dan memberkati perjuangan kita.

Jakarta, 13 Juni 2008

Raja Huta & Suhunan Situmorang

http://tobadreams.wordpress.com/2008/06/13/gerakan-penyelamatan-hutan-lindung-dairi/

14 06 2008
Manik

Mengingat Kambing akan segera di sikat, maka selayaknya para Kambing harus diselamatkan sebelum punah…

Aku rasa akan bermunculan para demonstran yg akan melindungi binatang yg satu ini…
Jika binatang ini akan punah, Kotoran kambing pun akan sangat bernilai harganya…. ihihihi….

15 06 2008
hh

tertegun baca komen lae lohot

18 06 2008
Ucok

Indonesia

Di luar sel kantor Kepolisian Daerah Jakarta Raya itu sebuah statemen
dimaklumkan pada pertengahan Juni yang panas: “SBY Pengecut!”

Yang membacakannya Abu Bakar Ba’asyir, disebut sebagai “Amir” Majelis
Mujahidin Indonesia, yang pernah dihukum karena terlibat aksi terorisme.
Yang bikin statemen Rizieq Shihab, Ketua Front Pembela Islam, yang sedang
dalam tahanan polisi dan hari itu dikunjungi sang Amir.

Dari kejadian itu jelas: mencerca Presiden dapat dilakukan dengan gampang.
Suara itu tak membuat kedua orang itu ditangkap, dijebloskan ke dalam sel
pengap, atau dipancung.

Sebab ini bukan Arab Saudi, wahai Saudara Shihab dan Ba’asyir! Ini bukan
Turki abad ke-17, bukan pula Jawa zaman Amangkurat! Ini Indonesia tahun 2007.

Di tanah air ini, seperti Saudara alami sendiri, seorang tahanan boleh
dikunjungi ramai-ramai, dipotret, didampingi pembela, tak dianggap bersalah
sebelum hakim tertinggi memutuskan, dapat kesempatan membuat maklumat,
bahkan mengecam Kepala Negara.

Di negeri ini proses keadilan secara formal dilakukan dengan
hati-hati–karena para polisi, jaksa, dan hakim diharuskan berendah hati
dan beradab. Berendah hati: mereka secara bersama atau masing-masing tak
boleh meletakkan diri sebagai yang mahatahu dan mahaadil. Beradab: karena
dengan kerendahan hati itu, orang yang tertuduh tetap diakui haknya untuk
membela diri; ia bukan hewan untuk korban.

Keadilan adalah hal yang mulia, Saudara Shihab dan Ba’asyir, sebab itu
pelik. Ia tak bisa digampangkan. Ia tak bisa diserahkan mutlak kepada
hakim, jaksa, polisi–juga tak bisa digantungkan kepada kadi, majelis
ulama, Ketua FPI, atau amir yang mana pun. Keadilan yang sebenarnya tak di
tangan manusia.

Itulah yang tersirat dalam iman. Kita percaya kepada Tuhan: kita percaya
kepada yang tak alang kepalang jauhnya di atas kita. Ia Yang Maha Sempurna
yang kita ingin dekati tapi tak dapat kita capai dan samai. Dengan kata
lain, iman adalah kerinduan yang mengakui keterbatasan diri. Iman
membentuk, dan dibentuk, sebuah etika kedaifan.

Di negeri dengan 220 juta orang ini, dengan perbedaan yang tak tepermanai
di 17 ribu pulau ini, tak ada sikap yang lebih tepat ketimbang bertolak
dari kesadaran bahwa kita daif. Kemampuan kita untuk membuat 220 juta orang
tanpa konflik sangat terbatas. Maka amat penting untuk punya cara terbaik
mengelola sengketa.

Harus diakui (dan pengakuan ini penting), tak jarang kita gagal. Saya baca
sebuah siaran pers yang beredar pada Jumat kemarin, yang disusun oleh
orang-orang Indonesia yang prihatin: “… ternyata, sejarah Indonesia tidak
bebas dari konflik dengan kekerasan. Sejarah kita menyaksikan pemberontakan
Darul Islam sejak Indonesia berdiri sampai dengan pertengahan 1960-an.
Sejarah kita menanggungkan pembantaian 1965, kekerasan Mei 1998, konflik
antargolongan di Poso dan Maluku, tindakan bersenjata di Aceh dan Papua,
sampai dengan pembunuhan atas pejuang hak asasi manusia, Munir.”

Ingatkah, Saudara Ba’asyir dan Saudara Shihab, semua itu? Ingatkah Saudara
berapa besar korban yang jatuh dan kerusakan yang berlanjut karena kita
menyelesaikan sengketa dengan benci, kekerasan, dan sikap memandang diri
paling benar? Saudara berdua orang Indonesia, seperti saya. Saya mengimbau
agar Saudara juga memahami Indonesia kita: sebuah rahmat yang disebut
“bhineka-tunggal- ika”. Saya mengimbau agar Saudara juga merawat rahmat itu.

Merawat sebuah keanekaragaman yang tak tepermanai sama halnya dengan
meniscayakan sebuah sistem yang selalu terbuka bagi tiap usaha yang berbeda
untuk memperbaiki keadaan. Indonesia yang rumit ini tak mungkin berilusi
ada sebuah sistem yang sempurna. Sistem yang merasa diri sempurna–dengan
mengklaim diri sebagai buatan Tuhan–akan tertutup bagi koreksi, sementara
kita tahu, di Indonesia kita tak hidup di surga yang tak perlu dikoreksi.

Itulah yang menyebabkan demokrasi penting dan Pancasila dirumuskan.

Demokrasi mengakui kedaifan manusia tapi juga hak-hak asasinya–dan itulah
yang membuat Saudara tak dipancung karena mengecam Kepala Negara.

Dan Pancasila, Saudara, yang bukan wahyu dari langit, adalah buah sejarah
dan geografi tanah air ini–di mana perbedaan diakui, karena kebhinekaan
itu takdir kita, tapi di mana kerja bersama diperlukan.

Pada 1 Juni 1945, Bung Karno memakai istilah yang dipetik dari tradisi
lokal, “gotong-royong” . Kata itu kini telah terlalu sering dipakai dan
disalahgunakan, tapi sebenarnya ada yang menarik yang dikatakan Bung Karno:
“gotong-royong” itu “paham yang dinamis,” lebih dinamis ketimbang
“kekeluargaan” .

Artinya, “gotong-royong” mengandung kemungkinan berubah-ubah cara dan
prosesnya, dan pesertanya tak harus tetap dari mereka yang satu ikatan
primordial, ikatan “kekeluargaan” . Sebab, ada tujuan yang universal, yang
bisa mengimbau hati dan pikiran siapa saja–“yang kaya dan yang tidak
kaya,” kata Bung Karno, “yang Islam dan yang Kristen”, “yang bukan
Indonesia tulen dengan yang peranakan yang menjadi bangsa Indonesia.”

“Gotong-royong” itu juga berangkat dari kerendahan hati dan sikap beradab,
sebagaimana halnya demokrasi. Itu sebabnya, bahkan dengan membawa nama
Tuhan–atau justru karena membawa nama Tuhan–siapa pun, juga Saudara
Ba’asyir dan Saudara Shihab, tak boleh mengutamakan yang disebut Bung Karno
sebagai “egoisme-agama. ”

Bung Karno tak selamanya benar. Tapi tanpa Bung Karno pun kita tahu, tanah
air ini akan jadi tempat yang mengerikan jika “egoisme” itu dikobarkan.
Pesan 1 Juni 1945 itu patut didengarkan kembali: “Hendaknya negara
Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya
dengan cara leluasa.”

Dengan begitulah Indonesia punya arti bagi sesama, Saudara Shihab dan
Ba’asyir. Ataukah bagi Saudara ia tak punya arti apa-apa?

Goenawan Mohamad

18 06 2008
jephman

another statement from one of the “talking heads”

Tanpa mau jujur melihat SUMBER dan AWAL permasalahan

18 06 2008
Pande

ada ngak kambing warna pink.
hahahhahha

19 06 2008
pardosa

mau kambing putih ato kamping hitam sama ajalah.. sama sama bakal jadi sate kambing yg dijual di sabang… hahhahaahaha…. 😀

Horas Bo..

Pardosa

19 06 2008
Ucok

Jeph.. Bataknya mana ya?… Kok kambing melulu… semoga segera kembali ke khittah…

20 06 2008
jephman

Bataknya damai sejahtera nonton Euro lae,
sementara para kambing bikin ulah, ya…gitu deh 🙂

20 06 2008
batakasli

Horas lae,

sedih aku orang batak sebagai konsumen agama impor. Yang satu ke kambing2an , yang satu lagi ke domba2an.

Jijik aku liat budaya barat dan arab menguasai pikiran kita halak batak..

20 06 2008
jephman

Horas!
sama juga aku lae,
sama agama asli juga jijik aku, main santet, tenung, jimat-jimatan, berdoa sama arwah orang mati dll, dlsb.

yang penting dombakan damai sejahtera dan gak nguber2-nyembelih yang lain bikin pernyataan bhw yang lain gak berhak hidup dinegara ini.

23 06 2008
Singal

kalau tidak ada kambing hitam, gantinya apa ya….

25 06 2008
noschy

Dang adong bapa, ganti ni kambing hitam.

11 07 2008
David Simamora

hatcit butuhakku ….

15 07 2008
raja

aha do tahe bahasa batak ni sila pertamapancasila ” ketuhanan Yang Maha Esa” ?

19 07 2008
pandulo

Sila Pertama : Sada do Tuhan da………so tung adong na pajago-jago hon…. ido ra ate akka dongan…?

11 09 2008
hermes bryan sinaga

wahhh,memang hitam tuh identik dengan sisi negatif ya?
sampe2 kambing juga di bedain atas dasar hitam putih,
ga nyangka,kambing juga ada rasis nya,ckckckck…

tapi jangan saLah,orang di Indonesia pada suka kambing,makanya setiap kasus ada ja yg dijadiin/ngerasa jadi kambing hitam
kayanya seLera indonesia sesuai dengan tingkah Lakunya
cuma di Indonesia ada buaya darat><uLar kepaLa 1,wakakaka

yang Lebih parah,kita orang indonesia bukan hanya mencari perbedaan di antara binatang (daLam haL neh kambing,buaya,uLar,ato yang Laen),
kita juga selaLu mencari perbedaan sesama manusia,baik itu dari suku,agama ato apaLah namanya
di sadari ato tidak,kita orang Indonesia sudah terlaLu banyak dosa,kemunafikan yang selaLu di baLut dengan hukum dan perundang-undangan
so,kaLo saja kita semua mau introspeksi diri,mungkin bencana yg ada di Indonesia (gempa,keLaparan,penyakit,Lumpur sidoarjo,dan Laennya)neh akan berakhir…

P E A C E

10 04 2009
P. Pasaribu

buat lae eh.. bang Goenawan Mohamad

sampeyan tu bicara apa..?? panjang lebar namun tiada makna.. ibarat org abis minum tuak trus ma uta uta..tu aha mai..??
semua punya arti, ASAL SALING MENGHARGAI. Camkan ya bang, eh.. mas, eh.. om ,eh.. pak, eh.. Goenawan Mohamad

30 06 2009
dinandjait

gantinya kambing hitam, jadi kamput, amang Singal.

27 12 2009
Fitri

Tenang saja, Islam juga boleh makan babi asalkan kondisinya dalam keadaan darurat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: