Negara Agamis, katanya

9 05 2008

sumber >> disini


Aksi

Information

34 responses

9 05 2008
Hedi

wah banyak contoh kayak gitu di negeri ini, lae

9 05 2008
Charly Silaban

Iya.. tikus2 sawah itu memang jadi terganggu..

9 05 2008
Ronsen

bah parah kali ceritanya, lae

9 05 2008
alex®

Itu memang begitu keadaannya, kan?

Aneh memang kalo di kampung sendiri, di tanah sendiri, di lingkungan sendiri dilarang berdiri rumah ibadah. Saya sendiri muslim, tapi saya gak suka aturan-aturan birokratis yang mempersulit itu. 😐

10 05 2008
rina

kasihaan ya kita2 ini……… wahai PEMKO BINJAI coba lihat ke makan pahlawan , ada juga kan disitu makam yang bertanda salib. berarti orang kristen juga turut berjuang dalam mempertahankan negara ini

12 05 2008
rama

yahh.. mau gimana lagi ya. orang kristen memang ditakdirkan untuk susah kok.. itulah seninya.. maklumlah.. kita kn minoritas. Blog ini aseli keren bgt.. nanti saya referensikan ke teman2 batak saya… 🙂

12 05 2008
jephman

@ alex

Kami sudah sering mendengar komentar spt itu dan lama-lama memuakkan juga.
Advokasi spt itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

Sama seperti “silence majority” yang diam saja dan cuma komentar “saya gak setuju” tanpa melakukan apapun.

@ ronsen
Silahkan berbagi ceritanya disini agar semua tahu seberapa parahnya

12 05 2008
Erwin Baja

Lae, songonna ndang adong dope kartun na-umbaru i piga arion.. Na sibuk do haroa ate:-)
Tetap berkarya Lae, makin produktif makin mantap 🙂

Kalo soal yang jadi topik kali ini, wah mohon maaf Lae, aku sih sudah dari beberapa tahun lalu tidak setuju kalo negara kita dibilang negara agamis… Masa kita engga malu mengklaim negara agamis padahal korupsinya luar biasa, padahal kerjanya suka berantam dan bunuh membunuh (pake alasan agama pula, bah puang..), dan hal-hal tidak baik lainnya. Jadi sudah pasti tidak agamis, karena sepanjang pengetahuanku semua agama mengajarkan yang baik, yang membuat manusia tidak kacau, dan sejenisnya. Kata guru agamaku dulu, agama itu berasal dari dua kata yaitu a = tidak, dan gama = kacau , jelek (gak tau juga dari bahasa apa ya..). .
Lebih cocok negara ini sekarang jadi negara hipokrits aja, soalnya sudah lebih dominan orang munafik dan segala kemunafikan.

12 05 2008
ucok

Itulah Indonesia

Sad Part.. karena bukan kita yang buat kebijakan..

Sad Part krn yang buat kebijakan ‘takut’ sama ‘tirani minoritas’

Sad Part krn ternyata ‘tirani minoritasnya’ bisa dengan seenaknya teriak ‘berdasarkan kebenaran’

Sad Part krn vokalitas ‘tirani minoritas’ sering menggiring ‘silent majority’ membenarkannya.

Lalu.. siapa pemilik kebenaran?
Sad Part.. bukan kita.. tapi Dia.
pertanyaan besarnya… Apakah Dia perlu ‘dibela?’
saya sependapat dgn Gus Dur.. Dia tak perlu dibela 😀

bahwa Lae Jeph muak dengan advokasi2 model kami ini, saya juga mengerti.
Susahnya Lae, kita bicara suara2 bernurani yang tidak terorganisir, acak, berhadapan dengan suara2 tak bernurani, yang terorganisir + militan.
Satu lagi, stigma ‘kristenisasi’ (entah siapapun yang menghidupkannya) saya kira perlu dicermati dan dicarikan jalan keluarnya. Cap ini tidak muncul begitu saja tanpa alasan (kembali kita bicara sudut pandang, dan relativitas kebenaran). Yang dibutuhkan di level grassroot adalah orang2 yang mau, mampu, dan bisa menjembatani hal2 yang sensitif ini. Dan itu harus dimulai dari diri kita sendiri, dari hal2 yang kecil, dan dimulai dari hari ini (mengutip kata2 Aa Gym). banyak ‘kesalahpahaman’ / kekeliruan / paranoia/ whatever yang sebenarnya bisa dicarikan jalan keluarnya.
Ini kuulurkan tangan..

13 05 2008
jephman

Kalau lae tahu kejadian aslinya (silahkan cari di Google) bukan “mayoritas takut sama minoritas” tapi secara sistematis “bottom up” dari bawah keatas membangun image kalau mendirikan gereja (walaupun di tanah Batak sendiri) ditengah-tengah muslim pendatang itu mengganggu ketentraman & ketertiban.

Di level grassroot itulah kader-kader mereka bekerja.

Ini bukan kesalahpahaman. Ini kegilaan ditengah-tengah negara yang mengaku agamis. Kalau Islam berdakwah/melakukan syiar agama itu boleh sampai bikin film pemurtadan atau nerbitkan buku yang mendiskreditkan agama lain pun gak ada yang larang. Tapi kalau nonmuslim membangun rumah ibadah itu mengganggu “ketentraman & ketertiban” dan “dapat menyebabkan konflik sosial”.

Silahkan lihat sendiri apa kata salah satu petinggi partai yang justru meminta ijin mendirikan rumah ibadah diperketat>> klik disini

Yang merasa punya konflik itu siapa?
Yang marah dan gak suka kalau ada gereja didekat rumahnya siapa?
Dikampung saya ada orang kristen mewakafkan tanahnya untuk didirikan masjid tuh (walopun babi berkeliaran tapi niatnya baik kan?)

Sementara lokalisasi, rumah biliar / bar dangdut gampang izinnya, rumah Tuhan tempat berdoa justru diperketat ?

Dan itu bukan Indonesia. Orang Indonesia justru tidak sepicik itu pikirannya, orang Indonesia ASELI itu menghargai kebhinekaan.
Itu orang-orang Indonesia yang merasa dirinya orang Arab.
Dan orang-orang seperti inilah yang membuat kebijakan dan duduk di pemerintahan daerah melalui partai.

Uluran tangan lae kurang panjang 😛
Dan jangan sampai kalah dengan ayunan klewang mereka

BTW: Gus Dur (dan lae) melewatkan ayat Al Quran yang menyuruh membela agama.

13 05 2008
jephman

Ini saya kopipes, biar gak capek2 login :

IMB Rumah Ibadah Diminta Diperketat
Wednesday, 07 May 2008
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/sumatera-utara/imb-rumah-ibadah-diminta-diperketat-2.html

KISARAN (SINDO) – Pemkab diminta memperketat penerbitan izin lokasi dan IMB rumah ibadah.Ini penting karena dalam 2 tahun ini terjadi beberapa kali konflik warga.

Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Asahan Syahrial mengatakan, pemkab saat menerbitkan izin-izin tersebut seharusnya jangan hanya memprioritaskan syarat administratif, tetapi juga harus memprioritaskan perhatian masalah kerukunan antarumat beragama. “Kalau hanya syarat administratif yang diperhatikan, peluang konflik sosial pasti bisa muncul.Dan ini tidak perlu terjadi,”tandasnya.

Pernyataan ini sengaja disampaikannya mengingat konflik sosial terkait pembangunan rumah ibadah di Asahan cukup sering terjadi 2 tahun terakhir ini. Lebih lanjut dia menjelaskan, pemerintah daerah (pemda) memang memiliki kewenangan penuh memberikan izin pendirian rumah ibadah.

Ini sudah diatur dalam peraturan bersama Menteri Agama dan Mendagri No 9/2006 dan No 8/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah.

Menurutnya, konflik pendirian rumah ibadah dewasa ini sering mencuat ke permukaan bukan saja dapat menimbulkan masalah sosial semata, tetapi juga dapat menjurus ke konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Sekadar diketahui, di Asahan dalam 2 tahun terakhir telah beberapa kali terjadi konflik soal pendirian rumah ibadah.

Beberapa di antaranya rencana pembangunan rumah ibadah di Kecamatan Buntu Pane dan di Jalan Prof MohYamin,Kisaran. Syahrial juga mengungkapkan, berdasarkan pemantauan pihaknya, terdapat sejumlah rumah ibadah yang melaksanakan kegiatan peribadatan tapi tidak terdaftar di instansinya.

Namun,mereka tidak bisa melakukan tindakan apa pun untuk melakukan penertiban karena mereka memiliki izin dari pemerintah daerah (pemda). Dia menambahkan,dalam melaksanakan pengawasan terhadap rumah-rumah ibadah yang belum terdaftar, kantor Departemen Agama Asahan sudah melayangkan surat kepada pimpinan rumah ibadah tersebut.

Isinya agar segera melaporkan kegiatannya. Senada dengan itu,Ketua Fraksi PKS DPRD Asahan Syamsul Qodri juga menyatakan, penerbitan izin lokasi dan IMB memang perlu diperketat pemda.Langkah ini perlu agar jangan terjadi konflik sosial di daerah ini. (edy gunawan hasby)

13 05 2008
Togar Silaban

Kalau perketatan ijin rumah ibadah itu diberlakukan ke semua agama, yaitu Islam, Kristen, Budha, Hindu, itu baru benar. Masalahnya hanya sebagian yang diperketat, sementara yang satunya tidak, ada yang jelas jelas melanggar (tidak ada IMB, dibangun di sempadan jalan atau sempadan sungai), ya dibiarkan saja.

Sebenarnya ketakutan terhadap berdirinya gereja, adalah karena kedangkalan iman dari yang menghalangi pembangunan gereja itu. Kalau disebut “mengganggu ketentraman”, itu cuma alasan tidak masuk akal. Kalau imannya, atau yang di imani cukup kuat dan bagus kenapa mesti takut ???.

13 05 2008
sihomb

sian sude pandohan na di ginjang i, ndang tarbahen au manang ndang tarlehon ahu pandapot na tuk pa las roha ni angka dongan.
sandok, rap ma hita manghamauliatehon pangarmotion ni Tuhanta di hita.
Asal ma tongtong marsihohot hita tu Ibana, jala tarajumi sangkapNa : Ai ndada na lao di portibion pandang situjuonta…..
Songon sumbangan sian ahu …..( unang jo pintor mengkel ..) ba, satonga ma sian ahu manambai naung hinalojahon ni angka dongan.
(maksudhu ; tangiang do na boi sian ahu ….. kan satonga ni ulaon i ???)

13 05 2008
rina

Amang tahe……………..belum pernah ada trjadi di negara manapun pembongkaran gereja.kalau ini terjadi berarti ini yang pertama di dunia tepatnya di INDONESIA. hebat ya Indonesia yang ktnya negara agamis.

14 05 2008
Ninu

PENUTUPAN GEREJA DAMAI KRISTUS PAROKI KAMPUNG DURI JAK-BAR

Dear All,

Pada hari Jumat tgl 23 November Gereja Katolik Damai Kristus didemo
masa FPI yang sangat emosional sambil berteriak keras, bila hari itu Gereja
tidak ditutup mereka akan memberlakukan HUKUM RIMBA.
Mereka berteriak-teriak dihadapan Kapolres,Kapolsek, Danramil ,Bupati dan Camat.

Ironisnya para pejabat sipil,militer dan Polri hanya diam seribu bahasa
membiarkan massa yang semakin edan dan tidak terkendali. Bahkan Camat
Tambora secara demonstratif menyerahkan surat formal penutupan Gereja
Katolik Damai Kristus yang sudah fungsional selama 20 tahun kepada Romo
Wydio MSC yang menangis tak berdaya!

Pada hal masyarakat seputarnya sama sekali tak berkebaratan dengan
keberadaan Gereja Katolik Damai Kristus yang sudah berbaur dengan mereka
selama 20 tahun.

Wahai Ratu Keadilan dimana gerangan engkau berada? Komnas HAM dimana
gerangan engkau berada? Pancasila dan UUD 45 apakah kalian masih sakti?

Wahai Tokoh2 Agama Islam yang pluriformistik, mengapa kalian hanya diam
seibu bahasa? Aparat kepolisiaan dan militer mengapa kalian mentolerir aktivitaskelompok kecil garis keras yang jelas
melakukan tindakansubversif yang menginjak-injak HAM yang fundamental i.e.: kebebasan
beribadah dan beragama dengan bersikap sebagai penonton? Dimana kewibawaan dan
profesionalisme anda sebagai pengayom dan pengaman rakyat?

Hari Saptu 24 November pihak KeUskupan Agung Jakarta beserta jajarannya
dan DIRJEN. BIMAS KATOLIK STEF AGUS, rapat untuk menentukan sikap.
Pada saat yang bersamaan saya dkk. sebagai awam Katolik juga mulai
melakukan gerakan untuk melawan tindakan anarkis tersebut secara cerdik. Saya
koordinasi semua unsur Katolik dikalangan Jenderal Polri, Jenderal AD, para wartawan Katolik, para politici, para Lawyers,
para anggota DPR dan saya kirim sms resmi kepada May. Jenderal Prijanto yang kebetulan
kenalan baik saya dalam kedudukan formal saya sebagai Wakil Ketua Umum
Paguyuban Kemanusiaan MABES TNI AD “Sekata dalam Nestapa” yang sekarang
menjabat WaGub. DKI. WAKASAD baru Let. Jen. Cornel Simbolon kebetulan Katolik!

Beberapa teman Rm. Markus Wanandi dan Ibu Yani Zaini melakukan pendekatan dengan Gub. DKI Fauzi Wibowo yang
kebetulan Ketua Umum Ikatan Alumni Kanisius.

Kami sekalian tidak menghendaki bahwa peristiwa penutupan gereja Damai Kristus di Jakarta Barat didepan mata Pemerintah
Pusat dijadikan precedens untuk penutupan Gereja-Gereja lainnya disegenap penjuru tanah air.

Kali ini umat Katolik harus bisa berjuang all out untuk menyelesaikan masalah kita dengan kompak, berani, tegas, lugas dan
bilamana perlu harus berani somasi kelompok ekstreem tersebut sampai sidang pengadilan.

Disamping itu kita juga perlu koordinasi dengan tokoh Islam seperti Gus Dur, Said Agil Siradj cs. (mewakili NU) dan Syafii
Naarif,Syafii Anwarcs (mewakili Mohamadyah).

Umat katolik Paroki Damai Kristus tadi pagi terpaksa merayakan HUT Ke 20 diparoki tetangganya Gereja Kemakmuran.

Mohon dukungan doa-doa anda dimanca negara.

Michael Utama

———

KRONOLOGI PERISTIWA PENUTUPAN GEREJA DAMAI KRISTUS
PAROKI KAMPUNG DURI

Hari Senin, Tgl 19 November 2007

Pihak kelurahan mengundang Pastor dan pengurus gereja, meminta
klarifikasi mengenai isuue yang beredar di massyarakat bahwa akan ada
pembangunan gereja Damai. Dalam undangan kami diminta
untuk membawa surat Izin mendirikan Bangunan dan surat keterangan tidak
sengketa.

Menanggapi undangan tersebut :

Pada hari senin, 19 nov 2007 jam 13.00 Pihak gereja yang diwakili
beberapa pengurus dewan dan tokoh umat menjelaskan
kepada pihak kelurahan, bahwa :

Sesuai dengan IMB yang diperoleh, pihak gereja akan mendirikan rumah
tinggal, BUKAN gedung gereja.

Pihak kelurahan ( Sekretaris kelurahan, trantib, Bimas, Babinsa)
menerima penjelasan tersebut dan tidak mempermasalahkan hal ini lagi. Mereka
mempersilahkan kegiatan pembangunan yang direncanakan berjalan

Hari Rabu, tgl 21 November 2007

Pihak kelurahan dan polsek memanggil pengurus gereja
secara lisan.

Pertemuan di kelurahan tersebut dihadiri oleh Bpk. Abdul Chalik – Lurah
Duri Selatan, pengurus Gereja ( Bpk. Anton Corebima dan Bpk. Frans
Susanto) Bimas kelurahan Duri Selatan, Intel dari Polres ( Bpk. Charles )
& Kapolsek Metro Tambora

Pertemuan tersebut memberitahukan kepada pengurus Gereja, bahwa akan
ada orasi damai kepada Gereja Damai, dengan tuntutan
:
– Pembangunan gereja terselubung dihentikan
– Penggunaan aula yayasan Bunda Hati Kudus menyalahi SK gubernur tahun 1998.
– Informasi kedatangan uskup dan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja

Menanggapi tuntutan tersebut, kami menjelaskan dan dicapai kesepakatan
bahwa
:
– Peletakan batu pertama ditiadakan, dan kegiatan pembangunan rumah
tinggal ditunda sd setelah hari natal 25 desember 2007.
– Kegiatan yang berbau pesta dan mengundang sorotan massyarakat
disederhanakan.
– Tidak ada kunjungan uskup

Hari kamis, tgl 22 November 2007

Jam 14.00 pihak gereja diundang oleh pihak kecamatan.

Pertemuan ini dihadiri oleh wakil dari pengurus Gereja ( Bpk. Anton
Corebima, Bpk. Frans Sutanto ), Camat Tambora Bpk. Yanto Sattiar, Bimas
Duri Selatan (Bpk Agus), Babinsa (Bpk. Samsudin, P2B Kecamatan, Danramil
dan Kapolsek.

Dalam pertemuan tersebut, sekali lagi pihak kecamatan menginformasikan
bahwa akan ada orasi damai dengan tuntutan spt tersebut diatas. Sekali
lagi pihak gereja dimintai penjelasan mengenai hal tersebut, dan
akhirnya pihak gereja menjelaskan, bahwa :

– Pembangunan yang direncanakan adalah untuk rumah tinggal bukan gedung gereja
– Mengenai penggunaan aula serba guna sejak tahun 1968 sudah digunakan
sebagai tempat ibadah, karena tidak ada lagi sarana lain yang dapat
digunakan / disediakan oleh pemerintah.

Pada akhirnya pertemuan tersebut memutuskan bahwa pembangunan rumah
tinggal ditunda sementara sampai suasana kondusif.
Mengenai acara peletakan batu pertama ditiadakan.

Setelah pertemuan di kecamatan, pihak gereja diundang oleh Bpk. Kompol
Yacob Dedi Karyawan Sik – Kapolsek Metro Tambora untuk menghadiri
pertemuan di kantor Polsek Tambora.

Pertemuan dihadiri oleh pengurus gereja ( Bpk. Anton Corebima, Bpk.
Frans ) dan Bpk. Kompol Yacob Dedi Karyawan Sik.
Dalam pertemuan ini Kapolsek memberi pesan agar berpikir dan bertindak
cerdas demi kepentingan umat.

Pada jam 24.00 WIB pihak kepolisian ( Kasat intel Polres Jakarta Barat,
Bpk. Charles Situmorang, Bpk. Limbong dkk) Bpk Agus –Bimas Duri
Selatan, Bpk. Samsudin – Babinsa Duri Selatan dating ke pastoran memberi
kabar bahwa orasi damai esok hari pasti akan berlangsung dan memonitor
perkembangan wilayah.

Hari Jumat, tgl 23 November 2007

Sejak pagi hari, pihak kepolisian sudah mengirim aparat untuk
berjaga-jaga di kompleks sekolah / gereja Damai. Sekitar jam 12.00 Pihak
kepolisian memberikan surat ijin tertulis tentang akan adanya orasi damai.
Sekitar jam 13.00 setelah sholat jumat, sekitar 75
orang berjalan dari mesjid Al Maulana menuju Gereja Damai sambil membawa
poster, dan berteriak-teriak ALLAHU AKBAR.

Sesampai di depan pintu gerbang sekolah mereka ber-orasi, dengan
tuntutan :

– SK Gubernus Sutiyoso mengenai peruntukan aula serba guna ditaati
– Menghentikan segala kegiatan ibadah yang selama ini berlangsung

Setelah melakukan orasi, pihak para demonstran mengirim utusan untuk
berbicara kepada pengurus gereja.sekitar 15 orang memasuki Pastoran
sebagai perwakilan

Sekitar jam 14.00 pertemuan di Pastoran dimulai

Pihak demonstran diwakili oleh H. Thoni , H. Komaruddin , H. Muharol,
Ustad Sidiq (FPI), Ustad Subandi, Uztad Ucuk Saefudin, akbar Syah Alam,
Fuad Satibi dan rombongan yang mengenakan sorban putih.

Dari unsur pemerintah dihadiri oleh Bapak Drs. Yanto Satyar MM –
camat Tambora, wakil camat Tambora, Bpk. Abdul Chalik – Lurah Duri
Selatan dan beberapa pengurus kelurahan.

Dari unsur kepolisian : Kombes Pol Dr. Iza Fadri Sik, SH, MH –
Kapolres Jakarta barat, Bpk. Kompol Yacob Dedy Karyawan Sik – Kapolsek
Metro Tambora, Kasat Intel Polres Jakarta Barat, Bpk. Charles Sitomorang
(Intel Polres Jakarta Barat), Bapak Limbong (Intel
Polsek Tambora), Bpk. Samsyudin (Babinsa Duri Selatan), Bpk. Agus (Bimas
Duri Selatan) dan puluhan polisi yang berjaga di luar.

Dari pihak Gereja : Romo Matius Widyolestari, MSC (Pastor Paroki),
Romo Jus Mawengkang, MSC (Komisi JPIC MSC Indonesia), Bapak Anton Corebima
(Ketua Panitia Pembangunan Gereja), Bapak Ignatius Rudy Pratikno SH
(FKUB DKI) dan pengurus Dewan Paroki lainnya.

Suasana sangat menegangkan dan mencekam karena dari pihak para pendemo
yang menamakan diri sebagai Forum Kerjasama Masjid – Musholla dan
Majlis Ta’lim sekelurahan Duri Selatan. Kemudian mereka mengajukan
pernyataan yang intinya meminta supaya kegiatan peribadatan dihentikan dan
ditutup untuk selamanya.

Mereka memaksa kami untuk menerima, menandatangani, menyetujui
pernyataan sikap tersebut, dengan ancaman apabila tidak ditandatangani dan
ibadat tidak dihentikan, mereka akan memberlakukan Hukum Rimba, dan tidak
bertanggung jawab bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Juga mereka memaksa kami untuk menurunkan atribut-atribut keagamaan
yang berada di tempat yang kami gunakan untuk menjalankan ibadat. Kami
menolak menandatangani pernyataan sikap tersebut ataupun menurunkan
atribut-atribut keagamaan kami. Apabila hendak menghentikan kegiatan
peribadatan kami, kami minta agar secara resmi Walikotamadya Jakarta Barat
memberikan surat penghentian kepada kami.

Penolakan kami ini disaksikan pula oleh Kapolres Jakarta Barat,
Kapolsek Metro Tambora, Camat Tambora dan Lurah Duri Selatan.

Akhirnya mereka meninggalkan kami Pastoran dengan pesan apabila tetap
menjalankan ibadat, mereka tidak bertanggungjawab.

Sepeninggal mereka beberapa saat kemudian kami menerima surat dari
Camat Tambora yang memutuskan untuk menghentikan kegiatan gereja.

Kampung Duri – Damai Kristus, 23 November 2007 jam 21:30

Rm. M. Widyolestari MSC – Kampung Duri

14 05 2008
tobadreams

@ Charly Silaban

Janganlah menyebarkan fitnah. Para tikus sawah itu keberatan dengan statemen Lae; karena merasa agama bukan domain mereka.

btw aku nitip link postinganku tentang : Orang Mandailing itu Batak atau bukan :

http://tobadreams.wordpress.com/2008/05/14/kajian-antropologi-orang-mandailing-adalah-etnis-batak/

Mauliate
Horas ma di hita Bangso Batak

14 05 2008
Jhon Sihaloho

Horas…
Dibongkar paksa, dilarang aktifitas, ditutup, masih mending akka dongan…
Di duri, bulan maret kemaren, ada 1 gereja GKPI yang di bakar, padahal lokasinya 2 km-an dari rumah yang non kristen, dan hanya satu rumah disamping gereja itu, dan lokasinya di sekitar perkebunan sawit..

26 05 2008
Murdock

Perusakan dan Penutupan Gereja di Indonesia 1996 – 2005

(Sebagian Kasus)
30 Maret 1996
Gereja Misi Injili di desa Peniti Kec. Siantan Kab. Pontianak, Kalimantan Barat dirusak dan dibakar.

9 Juni 1996
Sidotopo, Surabaya – Jawa Timur, 10 gedung gereja dihancurkan oleh massa yang berjumlah sekitar 3000 orang.
-Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jl. Sidotopo Indah Wetan II/26.
-Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) “POGOT” Jl. Sidotopo Wetan Indah II/62-64.
-Pos Pelayanan”SILO” GPIB “Cahaya Kasih” Jl. Bulak Raya.
-Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Firman Hayat” Jl. Tenggumung Baru Selatan 51.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Jatisrono Tengah 11.
-Gereja Kemah Injil Indonesia “Kalvari” Jl. Bulak banteng Madya 4.
-Gereja Pentakosta Tabernakel Jl. Wonosari Wetan Baru Gg. Sekolahan 22.
-Persekutuan Doa Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Bulak Banteng Wetan IV/2-4.
-Gereja Sidang Jemaat Pantekosta (GSJP) Jl. Tenggumung Karya III/54.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Sidotopo Wetan Indah.

14 Juni 1996
Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Wates, Kediri – Jawa Timurdiserang dan dirusak pada jam 02.00 dini hari.

25 Juni 1996
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pare, Kediri – Jawa Timur dirusak massa, peralatan/perlengka pan gereja dikeluarkan dan dibakar. Kejadian pada jam 12.00 tengah hari.

16, 20 & 21 Juli 1996
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pondok Gede, Bekasi – Jawa Barat dirusak oleh massa.

17 September 1996
Gereja St. Leo Agung (Katolik) Bekasi – Jawa Barat,dirusak dengan kerugian materi sekitar 700 juta rupiah.

10 Oktober 1996
24 gedung gereja di Situbondo , Panarukan, Wonorejo, Asembagus, Besuki, Ranurejo – Jawa Timur dirusak dan dibakar oleh massa yang berjumlah kurang lebih 3000 orang. Peristiwa ini membawa korban 5 orang yang mati syahid karena terbakar (Pdt. Ishak Christian & keluarganya)
Situbondo
-Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bukit Sion – dibakar.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) – dihancurkan.
-Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) – dibakar
-Gereja Sidang Jemaat Pantekosta (GSJP) – dibakar.
-Gereja Kristen Jawi Wetan – dibakar.
-Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) – dibakar.
-Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) – dihancurkan.
-Gereja Katolik Bintang Samudra – dibakar.
Panarukan
-Gereja Katolik – dibakar.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) – dibakar.
Wonorejo
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) – dirusak.
-Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) – dibakar.
-Gereja Bethel Tabernakel (GBT) – dibakar.
-Gereja Katolik – dirusak.
Asembagus
-Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) – dibakar
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) – dirusak.
-Gereja katolik – dibakar.
Besuki
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) – dirusak.
-Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) – dirusak.
-Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) – dirusak.
-Gereja Katolik – dirusak.
Ranurejo
-Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) induk – dibakar.
-Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) cabang – dibakar.
-Gereja Kristus Tuhan (GKT) – dibakar.

26 Desember 1996
15 gedung gereja di Tasikmalaya – Jawa Barat dirusak dan dibakar. 4 orang meninggal dalam peristiwa kerusuhan ini.
-Gereja Katolik “Hati Kudus Yesus” berikut pastori, Jl. Sutisna Senjaya 50 – dibakar.
-Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl. Veteran 49 – dibakar.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Panyeurutan 10 – dibakar.
-Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Selakaso 61 – dibakar.
-Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Tentara Pelajar – dibakar.
-Gereja Gerekan Pantekosta (GGP) “Ebenhaezer” – dihancurkan.
-Gereja Kristen Indonesia (GKI) “Sion” Jl. Tentara Pelajar 8 – dihancurkan. –
Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Jl. Veteran 72 – dirusak.
-Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jl. Merdeka 24 – dirusak.
-Gereja Yesus Sejati , Jl. Empang Sari 32 – dirusak.
-Gereja Kristen Immanuel (GKIm) Jl. Mayor Utarya 11 – dirusak.
-Gereja Kerasulan Baru, Jl. Tentara Pelajar 50 – dirusak.
-Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Jl. Mekarsari, Cipanas Cipatujah – dihancurkan.
-Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Cikaong Ading kalaksanaan Cipatujah – dibakar.
-Kapel Gereja Katolik Jl. Raya Ciawi Ds. Palemanggu – dibakar.
13 Januari 1997
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) di desa Arjasa, Situbondo – Jawa Timur ditutup Camat Arjasa (Drs. Mansejar) walau seluruh masyarakat lingkungan sekitar, babinsa dan kapolsek menyetujui adanya gereja tersebut.

30 Januari 1997
5 gedung gereja di Rengasdengklok – Jawa Barat dirusak satu diantaranya dibakar habis.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Raya Bedeng – dibakar.
-Gereja Kristen Indonesia (GKI) – dihancurkan.
-Gereja Bethel Tabernakel (GBT) induk Jl. Raya Bedeng – dihancurkan
-Gereja Bethel Tabernakel (GBT) cabang – dihancurkan.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Bantar Jaya – dihancurkan.

10 Februari 1997
TK-SLTP-SMU Katolik di Ambon Maluku dibakar dengan harapan gereja Katolik di dalamnyapun terbakar. 6 orang pelaku tertangkap.

11 Februari 1997
Gereja Sidang Persekutuan Injili Indonesia (GSPII) di Sumenep, Madura – Jawa Timur ditutup berdasarkan Surat Perintah Bupati Sumenep.

12 Februari 1997
Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Cipaku, Bogor – Jawa Barat diserbu dan dihancurkan massa.

22 Februari 1997
Gereja Kristen Pasundan (GKP) di Cisewu, Garut – Jawa Barat dibakar.

6 Maret 1997
Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) di Rancabuaya, Garut – Jawa Barat dihancur-robohkan.

9 Maret 1997
2 gedung gereja GKJ dan sekolah Katolik di Wonosobo – Jawa Tengahdilempari batu oleh oknum-oknum yang baru pulang pengajian umum di malam hari.

13 Maret 1997
Gereja Kristen indonesia (GKI) Jl.
Ngagel Surabaya – Jawa Timurd dilempari pelajar-pelajar STM.

28-30 Maret 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Petra” Surabaya – Jawa Timur dilempari batu oleh oknum-oknum melalui gerbong Kereta Api. 8 orang pelaku tertangkap.

28 Maret 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Immanuel” pos PI cabang Kedung Gudel Widodaren, Ngawi – Jawa Timurdirusak.

12 April 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Sulung dan Gereja Katolik Jl. Kepanjen Surabaya – Jawa Timur dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal pada pukul 19.00.

13 April 1997
Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) Jl. Bubutan Surabaya – Jawa Timurdisebelah kantor polisi dilempari batu.

15 Mei 1997
Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) desa Bejagung Semanding, Tuban – Jawa Timurdibakar massa.

23 Mei 1997
13 gedung gereja di Banjarmasin – Kalimantan Selatan dirusak satu diantaranya dibakar rata dengan tanah
-Katedral Kudus/Sasana Sehati, Jl. Lambung Mangkurat – dirusak.
-Gereja Santa Maria Kelayan, Jl. Rantauan Timur – dirusak.
-Gereja Hati Kudus Yesus, Jl. Veteran Merpati – dirusak.
-Gereja GKE EBEEN EZER, Jl. S. Parman No. 96 – dirusak.
-Huria Kristen Batak Protestan Resort Banjarmasin, Jl. P. Samudera No. 83 – dibakar.
-Gereja G.K.K.A, Jl. Veteran No. 85 – dirusak.
-Gereja Yesus Sejati (GYS), Jl. AES. Nasution – dirusak.
-Gereja GPDI Pantekosta, Jl. Veteran No. 35 – dirusak.
-Gereja Jemaat GBI Bethani, Jl. Veteran – dirusak.
-Gereja Terang Kristus, Jl. Lambung Mangkurat – dirusak.
-GBI Jemaat Siloan, Jl. RK. Ilir – dirusak.
-GPIB Jemaat Banjarmasin, Jl. Gatot Soebroto – dirusak.
-GPPS Jemaat Banjarmasin, Jl. Lab. SMP 6 – dirusak

23 Mei 1997
Pasuruan – Jawa Timur
-Gereja Pantekosta Sion – dirusak.
-Gereja Bethel Indonesia – dirusak.
-Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat – dirusak.
-Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Halmahera – dirusak.
-Gereja Katolik – dirusak.

23 Mei 1997
Gereja Kristen Muria di Kudus – Jawa Tengah Indonesia dirusak.

23 Mei 1997
Cikarang, Lemah Abang, Bekasi, Tangerang – Jawa Barat,
Cikarang
-Gereja Kristen Pasundan Pos Cikarang – dirusak & dibakar.
-GPDI Cikarang – dilempari massa. Lemah Abang
-Gereja Pantekosta Yerusalem Lemah Abang – dirusak
Bekasi
-Gereja Kristen Pasundan – dilempari massa.
Tangerang
-GPDI Kisamun – dilempari massa.
-GBI Betlehem – dilempari massa.
-Gereja Katolik Santa Maria – dilempari massa.

23 Mei 1997
Gereja Bethel Injil Sepenuh Rawa Kemiri Kebayoran Lama – Jakarta Selatan diserbu, dirusak dan coba dibakar massa dalam beberapa gelombang.

23 Mei 1997
Gereja Katolik Jl. Jokotole Pamekasan, Madura – Jawa Timur dirusak.

26 Mei 1997
Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Brawijaya Kadipaten – Jawa Baratdirusak massa dan Gedung / Balai pertemuan GKP di Cideres juga dilempari massa.

14 Juni 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Bangkalan, Madura – Jawa Timurdirusak dan dibakar. Sebelumnya, pada saat kampanye Gereja Katolik dilempari batu.

10 Juli 1997
Gereja Pantekosta Tabernakel “Yesus Penolong” Desa Betet, Kec. Pesantren, Kodya Kediri – Jawa Timur ditutup oleh kakandepag Kodya Kediri.

21 Juli 1997
Bukit Doa “Bukit Zaitun” Cisarua, Bogor – Jawa Baratyang sedang dipakai retreat mahasiswa STT-SETIA diserbu dan dibakar massa.

27 Juli 1997
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) “Puthuk” Kandangan, Kediri – Jawa Timur dibakar sekitar 300 massa pada pukul 22.30 wib.

15 Agustus 1997
Umat Gereja Baptis Baitlahim Sukamenak Bandung – Jawa Barat dilarang beribadah lagi di tempatnya oleh masyarakat sekitar sehingga pindah ke markas Koramil.

22 Agustus 1997
35Gereja Kristen Oikumene (GKO) di dalam kompleks Barito Pasifik Kalimantan Selatan dibakar.

5 September 1997
Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow Desa Barako, Gorontalo – Sulawesi Utara dirusak massa.

15-16 September 1997
Gereja Katolik “Kristus Raja” Jl. Andalas 61 Ujung Pandang -Sulawesi Selatan dirusak, kendaraan, peralatan ibadah dan Alkitab di bakar di luar gedung. GKKA juga dirusak. 6 sekolah Katolik dan beberapa sekolah protestan dirusak. 13 gereja lainnya hanya dilempar selewat saja.

28 September 1997
Gereja Isa Almasih Arcamanik Bandung Jawa Barat diminta untuk menghentikan kegiatannya oleh ketua RT setempat karena alasan stabilitas & keamanan.

15 Oktober 1997
Gereja Kristus Tuhan Kepanjen, Malang Selatan – Jawa Timur ditakut-takuti dan ditutup oknum aparat serta melarang untuk tidak mengadakan ibadat dalam bentuk apapun.

17 Oktober 1997
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Mumbulsari, Jember – Jawa Timur dirusak dan dirampok oleh massa sebelum akhirnya ditutup oleh aparat Pemda dan Oknum ABRI.

27 Oktober 1997
Gereja Kristen Baithani Plosorejo, Garum, Blitar – Jawa Timur dihancurkan massa.

3 dan 10 November 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bethany Tanggul, Jember – Jawa Timur ditutup oleh aparat depag.

13 November 1997
Gereja Utusan Pantekosta (GUP) dibongkar paksa dan Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI)Sanan Kulon,Blitar – Jawa Timur dibakar massa. 3 Orang polisi menjadi korban bacokan kebringasan massa.

16 November 1997
Gereja Persekutuan Injili Baptis Indonesia (GPIBI) Bantul – Yogyakarta didesak untuk menutup ibadahnya dan dirusak oleh 500 massa didukung oleh aparat (Muspika).

22 November 1997
Pepanthan (Cabang) Gereja Kristen Jawa (GKJ) “Modalan” dan “Babadan Gedongkuning” di Kota Gede – Yogyakarta dibakar massa. Setelah sebelumnya mengintimidasi gereja-gereja di Bantul.

24 November 1997
Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kota Gede-Yogyakarta, dilempari.

25 November 1997
Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Karya Tani – Lampung yang sedang dibangun diserbu dan dihancurkan / dibakar massa.

9 Desember 1997
Kanwil Depag. Jabar dengan resmi memerintahkan penghentian pembangunan Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Fajar Pengharapan Bandung dan memohon walikota mencabut kembali IMBnya.

21 Desember 1997
GKII Tambun, Bekasi – Jawa Barat diteror pada saat merayakan Natal. Perayaan Natal terhenti dan gereja dilempari para pemuda . Gembala Sidang meloloskan diri dengan memanjat tembok.

23 Desember 1997
Gereja Kristen Oikumene (GKO) Bumi Serpong Damai, Tangerang – Jawa Barat diserbu dan dihancurkan massa walau berada di tengah komunitas non-muslim.

23 Desember 1997
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Songgon, Banyuwangi – Jawa Timur dibakar massa ketika pendetanya sedang tidak berada di tempat.

25 Desember 1997
Pos Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) Bethel Citepus, Subang – Jawa Barat diblokade massa luar daerah dan kendaraan gereja dicoret-coret dengan paku serta melarang diselenggarakannya perayaan Natal.

25 Desember 1997
Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh (GMAHK) Langensari, Ciamis – Jawa Barat diperintahkan untuk dibongkar paksa oleh Muspika atas desakan MUI setempat.

3 Januari 1998
Warga RSS Sukabumi Indah Bandar Lampung sejak 27 Desember 1997 diintimidasi para pemuda dan sejak 3 Jan’98 mulai melarang ibadah rutin. (Gereja Baptis)

19 Januari 1998
Gereja Kristen Jawi Wetan Kalisat, Jember – Jawa Timur ditutup oleh Camat.

20 Januari 1998
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Puger, Jember – Jawa Timur dilempari batu oleh demonstrasi massa.

26 Januari 1998
Kapel Gereja Katolik Kragan dirusak massa. Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kragan, Rembang – Jawa Tengah dirusak dan teras dihujani batu. Toko-toko milik keturunan dan Kristen dijarah dan dirusak total.

28 Januari 1998
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Desa Bulu Banjar, Kab. Tuban – Jawa Timur, dirusak massa. Kursi, s.sytem, kipas angin, mimbar, papan nama rusak berat.

Februari 1998 – Juli 2002
Daftar belum lengkap – sekitar 600 gedung Gereja ditutup atau dihancurkan dalam 4 tahun ini = kebanyakan di Ambon, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Lombok dan Jawa Barat.

4-15 Agustus 2002
Poso, Sulawesi Tengah. Massa membakar enam gereja.

15 September 2002
Massa di Pulau Halmahera mambakar habis 3 gereja.

18 September 2002
Kekerasan komunal menghancurkan lima gereja di Pulau Haruku, Sulawesi Tengah

6 September 2002
Pemerintah daerah Bandung mengeluarkan sebuah surat yang memerintahkan penutupan sebuah Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) yang telah beroperasi selama 11 tahun.

22 Maret 2004
GPII Sidang Penuaian Ds. Sekarawangi, Kab. Bandung ditutup berdasarkan surat 01/MUI-DS/2004 tentang penyampaian hasil musyawarah yang intinya bahwa kegiatan ibadah yang dilaksanakan tidak ada ijin resmi sehingga harus ditutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

3 Oktober 2004
Bangunan sekolah sementara Sang Timur yang digunakan sebagai tempat ibadah umat Katolik Santa Bernadet Ciledug, Tangerang, ditutup oleh FPI dan masyarakat karang tengah. Ibadah tidak lagi berlangsung di tempat itu dan pagar sekolah Sang Timur masih dalam keadaan tertutup sehingga kendaraan pengantar sekolah hanya dapat sampai di jalan yang berjarak sekitar 350 m dari area sekolah.

21 Februari 2004
Gereja Gerakan Pantekosta (GPP) yang berlokasi di Desa Tawali, Kecamatan Cikalong Wetan Kab. Bandung secara normatif ditutup oleh Muspika Kecamatan Cikalong Wetan, Kab. Bandung

April 2005
Sebuah gereja di Ciseu Kabupaten Garut ditutup.

16 Mei 2005
Peristiwa penutupan Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) serta penangkapan dan persidangan 3 (tiga) orang pembina Minggu Ceria, yaitu dr. Rebecca, Ibu Ratna Mala Bangun, Ibu Ety Pangesti yang dituduh melakukan pemurtadan dan Kristenisasi oleh MUI di Kec. Haurgeulis, Kab. Indramayu. Ketiga Ibu tersebut ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Indramayu dan dihukum tiga tahun penjara pada tanggal 1 September 2005.

16 Juli 2005
Peristiwa penutupan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Perum Gading Tutukan Soreang, Kab Bandung yang dilakukan oleh Muspika setempat.

27 Juli 2005
Gereja Kristen Pasundan (GKP) di Katapang, Kabupaten Bandung ditutup.

31 Juli 2005
Peristiwa pembongkaran Tempat Pembinaan Iman Gereja Isa Almasih (GIA) di Karangroto, Kecamatan Genuk – Semarang oleh Camat setempat.

7 Agustus 2005
Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) di Kampung Warung Mekar, Ds. Bungursari RT 6 / RW 3, Kec. Bungursari, Kab. Purwakarta oleh Front Pembela Islam (FPI) Wilayah Purwakarta

14 Agustus 2005
Pukul 09.45 Wib gereja-gereja yang berada di Komplek Permata Cimahi, Kel. Tani Mulya, Kec. Ngamprah, Kab. Bandung diserang dan ditutup, yaitu :
-Gereja Anglikan
-Gereja Sidang Pantekosta
-Gereja Pantekosta di Indonesia
-GSPdI
-GKI Anugrah
-Gereja Bethel Injil Sepenuh

22 Agustus 2005
Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot, Bandung, ditutup paksa

(Sisilia Pujiastuti/berbagai sumber)

22 07 2008
halak kita

In the end, we will remember not the words of our enemies, but the silence of our friends.
Ini kata2nya Martin Luther King Jr yang sudah muak dgn advokasi dari silent majority.
Bilangnya di depan berpihak tapi ketika Luther dihajar mereka diam saja.

22 07 2008
Menggugat Mualaf

saya turut prihatin bang jephman, juga tuk semua teman-teman di sini..
tak berani banyak berkata, takut menjadi silent majority yang hanya berpihak tanpa bisa apa-apa..
tapi saya sangat prihatin itu, iya.

23 07 2008
jephman

prihatin tanpa berbuat udah banyak bu.
Lip service istilahnya 😛

4 08 2008
Leo Siahaan

berat kali lah lae negara nih banyak kali rusaknya negara ini lama2 hancurnya kembali kejaman orang eropa menjajah,giman nggak wong hutang indonesia sudah banyak gak bisa dibayar lagi.

6 08 2008
robin

sekedar nanya, bagaimana ya kondisi umat islam di negara2 EROPA. apakah mereka tertekan juga ya??

7 08 2008
Nafry Marmata

Ngga berani komentari bah……. ( Bagiku bukan masalah agama, tapi lebih ke Sifat manusianya)….

8 09 2008
Los Blancos

Halo semua, saya baru baca berita ini, maka nya saya mau ikut nimbrung, dan nulis unek2x saya, karena ini kejadian nya nyata.

Saya mau kasih tambahan nih mengenai kebebasan umat beragama disini. Memang benar banyak kejadian seperti itu. Dalih nya Gereja ditutup karena mengganggu ketentraman kata nya. Bukan hanya itu sekolah minggu pun begitu. Di tempat kami di Banten (Cilegon, Serang dan sekitar nya) banyak kejadian seperti itu. Kebaktian mingguan (partangiangan) di rumah tidak boleh, sekolah minggu pun tidak boleh. Alasan nya klasik, mengganggu ketentraman umum. Tapi memang, sebagian bisa, tapi itu sebagian kecil, kecil sekali. Kecuali penduduk setempat pikiran nya maju.

Padahal suara orang2x kebaktian itu tidak lah keras seperti suara pakai alat pengeras. Mau bikin Gereja pun disini tidak bisa. Pernah dulu sudah dibikin pondasi, tahun 1992 di Merak, di lintas Merak-Cilegon, malah di hancurkan dan di acak2x oleh penduduk setempat. Dan tahun 2006 lalu pun sudah mau didirikan Gereja lagi, oleh penduduk setempat setuju, tapi hanya ucapan manis saja.

Apakah arti PANCASILA itu? NONSENSE

Itu hanya ucapan basi saja. Tetapi kalau orang Islam Indonesia ke luar negeri, bisa bebas beribadah di negeri yang mayoritas Kristen. Ini nyata, banyak kejadian seperti itu. Dan para Islam dari Indonesia itu bilang, di negara kami masyarakat nya bebas beragama, karena ada pancasila.

Ya begitulah kenyataan nya, jika di luar negri ngomong bebas beragama, tapi saya tidak tau apakah dia sadar itu.

Dan tahun ini pun di Cilegon ada pendeta yang di fitnah, karena di bilang telah meng-kristen kan salah seorang warga. Itu murni fitnah, silahkan datang, tapi korban nya telah di usir, ga boleh tinggal disitu lagi oleh masa.

Jadi kalau di data, banyak sekali kasus itu disini. Dan sampai SAAT INI pun masih sering terjadi khotbah2x di masjid di lingkungan komplek PLTU Suralaya yang isi khotbah nya memprovokasi dan membuat orang benci terhadap kristen.

Seperti di bilang, jangan terima kalau ada orang Kristen yang mau mengontrak rumah kita disini, atau hati2x terhadap orang Kristen, nanti bisa2x anak cucu kita menjadi Kristen. Kalau kalimat terakhir ini saya dengar sendiri pake kuping saya dan bukan dari orang lain. Bukan kata nya – kata nya.

Tetapi apa tindakan pemerintah setempat, NIHIL. Tetapi kalau ke tempat mayoritas orang Kristen mereka baik selayak nya teman, tetapi kalau sudah kembali ke kampung asal nya disini, muka asli nya kelihatan. Banyak kejadian ini terhadap orang2x Timur Tengah yang imigrasi ke negara Barat, bukan orang Indonesia saja. Mereka bilang Islam sangat toleransi terhadap agama lain. Padahal banyak kejadian buruk terhadap Kristen di negara2x Islam. Banyak laporan melalui internet. Dan tetap alasan utama nya menggangu ketentraman umum.

Lihat di aceh bung, bagaimana di sana kebebasan beragama nya. Merak bilang kafir ke kita, tetapi bisa di lihat SIAPA yang sangat antusias sekali memberikan bantuan ketika terjadi Tsunami di aceh. Harap di pikirkan itu.

Dan pernah mentri luar negri Jerman datang ke Indonesia, kalau tidak salah bulan 3 lalu. Beliau mengatakan, Jerman akan lebih besar lagi meng-investasikan modal nya ke Indonesia, dengan alasan karena kehidupan umat beragama di Indonesia sudah baik.

Beliau tidak tahu apa yang terjadi di lapangan, karena yang Herr Jerman itu dengar dari petinggi2x negara kita, bukan melihat langsung. Karena masih kata nya.

PADAHAL di lapangan, AMBURADUL.

Dan harap diketahui, Jerman kenal Indonesia karena kenal Batak lebih dahulu, maka nya Jerman tahu Indonesia. Tahun 2001, presiden Jerman masih mau mampir ke Sumatra utara untuk melihat Gereja HKBP, karena dulu dia hanya bisa dengar di sekolah minggu di Jerman, yaitu di Wuppertal. Padahal beliau jelas2x datang kesini untuk kunjungan kenegaraan.

Alasan beliau karena dulu waktu masih sekolah minggu, beliau sering kumpulkan duit untuk misi Nommensen misionaris Batak agar dapat melayani orang2x Batak yang masih primitif, alias SI ALLANG JOLMA. Sampai ada majalah sekolah minggu di Jerman dengan nama “TOLE” begitu alasan beliau. Tetapi sayang, dia tidak datang ke Toba untuk melihat Geraja pertama yang hasil mujizat Jesus Kristus melalui Nommenssen di dirikan, karena hanya sampai di deli serdang saja.

Dulu pernah pemerintah Jerman kasih bantuan komputer banyak sekali jumlah nya buat orang2x Kristen disini, perguruan kristen. Kejadian nya sekitar tahun 80-an. Tetapi yang datang hanya beberapa biji saja yang sampai ke perguruan Kristen itu. Karena telah di curi oleh orang2 berjubah yang mengaku kata nya beragama.

Jadi lebih bagus nya, bagi yang memiliki bukti akibat KEKERASAN DALAM BERAGAMA, lebih baik ambil gambar tersebut dan laporkan bukti tersebut kepada orang 2x di Eropa dan America yang menangani persekutuan Gereja. Supaya mereka bisa lihat langsung. Saya pun disini sudah siap untuk mengambil bukti jika terjadi KEKERASAN DALAM BERAGAMA.

Apalagi kepada mentri luar negri Jerman, agar beliau tahu kejadian sebenar nya disini. Jadi kalau ada pengalamn kawan2x, harap tulis cerita disini, dan itu harus kejadian realita, bukan fitnah. Karena kita di ajarkan untuk jujur.

Begitu tanggapan dari saya, mauliate godang.

15 10 2008
Penjambung Lidah Rakjat

Adakah orang yang mentjoleng nama Pancasila itu lupa bahwa ini negara dibangun atas ketiga kerangka ini : sosio-nasionalisme, sosio demokrasi dan berketuhanan. Awas-awas dan waspada jika tanpa ada unsur Roh Kristus, paling orang akan terjebak dalam sistem legalisme. YA, jika mungkin kita hargai juga perjuangan keislaman, karena keislaman juga messianistik, tapi memang harus diakui ada keislaman atau kekristenan yang kekanak-kanakan. Anggap saja mereka itu kayak orang Farisi atau kaum fundamental garis keras yang mencoba membom itu mobilnya Soekarno 6 kali lebih. Soekarno sebagai wakil dari Pancasila saja dibom mobilnya sama pihak islam kekanak-kanakan ini. Jadi, ya tetap awas saja sama hal-hal kekanak-kanakan itu.

1 12 2008
ancient

Kejadian 12:3: “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Makanya Indonesia hancur karena mayoritas orang2 di negara ini mengutuki orang Kristen….

10 04 2009
P. Pasaribu

sdikit info..
jaman komunis di jerman sarat oleh pengawasan agama. semua agama boleh ibadah dgn bebas, tapi mesti diawasi oleh pemerintah, termasuk waktu ngejalanin ibadahnya. dan perkembangan agama sangat sulit, krn mesti sesuai dgn kebutuhan pemerintah..
masih demokrasi..??

9 05 2009
Pdt.L.Simanjuntak

Saya sangat sedih membaca riwayat gereja saudara.Kenapa saya sedih karena riwyat gereja saudara sama dengan riwayat gereja kami yang ada di langensari-jabar.Saudara ku yang kekasih,marilah kita bersama-sama saat ini dengan hati yang bulat dan hati yang bertekad untuk bersama2 berdoa dan berpuasa demi tercapainya negara yang agamis,masyarakat yang benar2 pedulu terhadap agama dan masyarakat yang benar2 pedulu terhadap sosialisasi yang baik dalam keagamaan mereka.
Bilamana ingin menghubungi saya, ini no saya :081322684752.

1 08 2009
J.Kaunang

Sekedar berbagi pendapat dengan saudara sekalian………………dari nama saya anda sekalian mungkin bisa mengetahui bahwa saya bukan bersasal dari Sumatra Utara, melainkan dari Sulawesi Utara, ada terdapat kesamaannya pada kata Utaranya saja…tapi saya percaya kalau didalam nama Jesus Kristus kita semua pasti bersaudara. Saya bukan penulis tapi setelah saya membaca berita yang ada di Web site ini saya memberanikan untuk mengungkapkan perasaan yang ada didalam hati saya. Saya sebenarnya lupa, tidak ingat, atau sengaja untuk tidak mengingat dan bahkan baru tahu setelah membaca akan semua peristiwa yang terjadi diatas…..Seperti halnya peristiwa Situbondo. Saya menjadi sedih dan menangis ( walaupun saya bukan seorang melankolis) setelah saya membaca peristiwa ini kembali….saya hanya dapat mendoakan arwah Martir kita yang menjadi korban kekejaman peristiwa tersebut. Yang menjadi perhatian saya…..Kenapa orang mudah sekali mencontoh untuk melakukan tindakan yang anarkis dan tidak berperi kemanusiaan seperti halnya “Melarang orang untuk berdoa dan beribadah menurut kepercayaannya”, sedangkan masih banyak tempat untuk pesugihan umum yang bisa digunakan untuk kegiatan yang bertengtangan dengan ajaran agama apapun karena bisa dikategorikan Musrik atau menghujat Tuhan. Saya ingin berbagi cerita…saya berasal dari keluarga yang bisa mewakili kebhineka tunggal ika-an kita yang digagas oleh “Founder’s Father” negara kita. Karena saya adalah seorang khatolik yang mempunyai istri seorang muslim (Yang notabene untuk istri saya menurut ajaran agamanya dia telah melakukan jinah…..tetapi saya menikah secara Khatolik,digereja Khatolik dan menerima pemberkatan gereja). Saya mempunyai Ayah Beragama Kristen Ibu Khatolik(Dimana sebelumnya adalah Muslimah, karena Al. Kakek saya dari ibu adalah orang arab asli yang diangkat anak oleh orang bangka) Selama ini saya menjalani bahtera perkawinan ini dengan bahagia sekali. Dari hasil pernikahan itu saya dikaruniai seorang anak perempuan yang menurut saya dia adalah malaikat Tuhan yang dititipkan kepada saya. Kenapa bangsa kita yang terkenal akan keramah tamahannya tidak bisa mencotoh hal indah seperti ini…..padahal kita semua bisa memulainya dari diri kita sendiri, lalu keluarga kita kemudian orang lain.
Kebetulan saya pernah Kenegara Turki yang merupakan negara islam yang besar dieropa…..yang mempunyai pengaruh besar terhadap sejarah peradaban manusia. Disana saya mendatangi sendiri sebuah Majid yang Indah, besar dan sangat besar. Yang bernama Aya Soffiah (ejaan Indonesia). Masjid ini asalnya adalah sebuah Gereja Kahtedral tua pada jaman Alexander The Great menduduki Turki. Tetapi setelah pendudukan oleh Raja Solomon Gereja ini diubah fungsinya menjadi sebuah Masjid tanpa merusak ornamen bahkan Lukisan Jesus Kristus yang dipangku oleh Bunda Maria yang sangat besar terletak di bagian atas platfoam bangunan tersebut. bahkan tempat altar, dan tempat pastor melakukan khotbah tidak dihilangkan. Yang menjadikan tanda bahwa bagunan tersebut adalah sebuah Masjid ialah terdapat sebuah kaligrafi Arab yang sangat besar didinding bangunan ini dan ditiadakannya tempat duduk buat umat yang biasanya lazim terdapat didalam sebuah bangunan gereja, hal ini dapat dimengerti dikarenakan Masjid itu masih digunakan oleh umat agama islma diturki untuk melakukan sholat jumat hingga kini. Yang menjadi keprihatinan saya kenapa bangsa Indonesia tidak bisa mencontoh hal positif seperti ini yang menunjukkan toleransi beragama yang tinggi, dan tidak adanya kemunafikan. mohon dimaafkan kalau ada penyusunan kata-kata yang salah, kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca sekalian. Dan mungkin ini bukan wacana yang tepat kalo saya berceloteh panjang lebar. Tetapi ada satu hal penting yang ingin saya sampaikan adalah tindakan nyata yang bisa kita perbuat untuk membantu saudara-saudara kita dengan menyisihkan rejeki kita untuk membangun kembali tempat berdoa dan beribadah baik ditempat semula atau ditempat yang baru, karena pembangunan kembali atau membuat yg baru ditempat lain pasti membutuhkan biaya yg tidak sedikit. Seperti halnya gereja saya yang membutuhkan biaya pembangunan yang sangat besar dimana pos pengeluarannya terbesarnya adalah perbaikan jalan. Karena jika tidak diperbaiki jalan disekitar gereja. maka ijin pembangunan Gedung serba guna yang digunakan sebagai gereja, juga tidak dapat keluar. Inilah kenyataan yang terjadi di negara kita.

27 12 2009
Fitri

Banyak muslim di negara barat yang tidak di perkenankan memakai jilbab, di halangi melaksanakan ibadah, hari lebaran tidak di beri waktu liburan, dan sering masjid di curigai sebagai markas teroris. Saya pun hanya bisa prihatin, karena saya golongan bawah, lemah dan tak punya kekuasaan layaknya pejabat. Sementara kristen menganggap kejadian tersebut adalah balasan dan karma yang di terima muslim. Seperti tsunami di Aceh dan gempa di Padang, kristen sangat senang dan kegirangan melihat muslim mengalami musibah dan prihatin pun tidak.

27 12 2009
hh

Jangan mengigau ah,,,,,neng Fiet. Kristen justru bahu membahu memberikan bantuan. Kalau ada satu dua orang yang menghubungkan itu dengan karma, dan anda menilai orang itu merasa senang atas musibah itu, janganlah penilaianmu itu menjadikan semua orang kena getah padahal hanya satu yang makan cempedak.

Menjadi pengkut Yesus memang harus murni berbuat baik, sedikit berbuat salah akan menjadi cemoohan. Matius 7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan.

Ada kisah nyata seperti ini, aku langsung kutip ya, gak diterjemahkan.

A woman driving her vihicle, was pulled over by a few squad cars, and, when the police came out, they had their guns drawn. The woman was shocked. What had she done?
“You were weaving in and out traffic,” one officer said, ‘making obscene gestures to other drivers and cursing them.”
“For that, “she replied, “you full out your guns?”
“Well,” the officer said, “we saw the bumper sticker, which said you were a Chiristian, and we just assumed the car had been stolen.

This silly story brings out an important point: Christians, bye their very profesion, are held up to a high moral standard.

Hehehe…….karena kristen yang berbuat seperti itu, dianggap sudah penjahat super kakap, perlu beberapa mobil polisi lengkap dengan senjata untuk mengamankannya.

Waktu SMP dulu, saya pernah bertengkar dengan adik saya, hanya sebentar, trus tetangga saya bilang gini:
“Eh, kamu kristen bukan?”
“Benar pak, saya jawab.”
“Kristen kok bertengkar?” Tanya tetangga itu.

20 08 2010
good magazine

I think it is going to be some bring old article, but it really compensated for my time. I will postedthe trackback to the article on my blog. I am sure ours visitors will thought this very useful

27 07 2012
gopalsilalahi

aka FPI do na mancari ribut ate,,ai islam aha do naeng i,,,,
molo muslim na denggan,,dag songoni na huboto….
di porang amerika dohot israel jo nian indonesia on,,songon na di palestin i

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: