Plis dong !

4 09 2009

Plis-deh





Livin’ On The Edge

28 05 2009

Livinontheedge





Caleg Terpilih Diancam Pindah Agama di Sumbar

22 05 2009

Caleg Terpilih Diancam Pindah Agama di Sumbar
http://hariankomentar.h2pro. us/hl006. html

Pasaman, KOMENTAR
Sebuah kelompok di Propinsi Sumatera Barat (Sumbar), dikabarkan melakukan pengancaman terhadap Domini-kus Supriyanto, satu-satunya caleg beragama Katolik yang berhasil mendapatkan kursi dalam pemilihan calon legislative April 2009 lalu. Gilanya, kelompok tersebut memaksa Supriyanto untuk berpindah keyakinan bila dia tetap ingin duduk sebagai anggota DPRD Pasaman Barat, Sumbar.

Ancaman tidak hanya dengan lisan saja. Buktinya, rumah Supriyanto dilempari dengan batu serta memecahkan beberapa kaca jendela. Supriyanto yang saat kejadian sedang berada di rumah, memberi kesaksian bahwa para penyerang tersebut meneriakkan ancaman dan permintaan bahwa ia harus berpindah keyakinannya bila tetap ingin berada di dunia politik.

Supriyanto kemudian melaporkan insiden tersebut ke aparat yang berwajib serta meminta perlindungan yang lebih untuk dirinya dan keluarganya. Setelah beberapa penyelidikan dilakukan, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa insiden tersebut terjadi karena ada unsur kekecewaan atas kandidat di pengancam yang tidak lolos pada pemilihan anggota legislatif lalu.

“Saya menang, ranking satu, yang kalah tidak mau mengaku kekalahannya, tidak senang,” tandas Dominikus Supriyanto yang dilansir radio Netherland Worldwide.

Seperti diketahui, Supriyanto merupakan kandidat anggota legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pasaman Barat, Sumbar. 98 persen pemilih di daerah pemilihan tersebut beragama Islam. Namun salah seorang sumber mengatakan, para pemilih mendukung Supriyanto atas simpatinya dengan para kaum Muslim.

Sebelumnya, para pendukung dari partai lainnya menyebarkan isu bahwa bila terpilih nanti, Supriyanto akan ‘mengkristenkan’ Pasaman Barat bila terpilih nanti. Walau pun mengalami ancaman, Supriyanto tetap akan duduk sebagai anggota legislatif. “Saya akan tetap memeluk agama Katolik walau apa pun yang terjadi,” ujar Supriyanto seraya meminta dukungan dari para anggota PDIP lainnya di Jakarta.

Uskup Martinus Situmorang mengatakan, Supriyanto telah memenangkan pemilihan dengan adil. Bila ancaman tersebut terus berlanjut, permasalahan ini akan dibawa ke tingkat nasional. Sementara itu, sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan forum keagamaan, berjanji akan mengadakan demo secara besar-besaran terhadap Supriyanto di hari pelantikannya sebagai legislator. Dominukus Supriyanto berasal dari keluarga Jawa, orangtuanya adalah transmigran di Sumatera, ia sendiri lahir di Sumbar dan merasa dirinya orang Sumatera Barat





Air Susu Dibalas Air Tuba

7 05 2009

Pernahkan di Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Bali, Kalimantan, Toraja, Papua, NTT ada spanduk semacam ini?


lokasigki

Ini adalah lokasi GKI jemaat Taman Yasmin, Bogor. Belum pernah ada spanduk semacam ini di daerah-daerah yang di dominasi kafir dan musyrikin yang katanya bakal masuk neraka. Kenapa ya, justru didaerah yang mayoritas beragama paling sempurna, indah, damai, penuh toleransi justru muncul spanduk ini? Ah…janganlah kita menyalahkan minoritas radikal yang katanya berbuat seperti ini, sementara mayoritas yang katanya lebih pluralis diam saja.





Ijin HKBP DEPOK Dicabut

29 04 2009

Untuk mereka yang suka berdalih bahwa penutupan gereja adalah disebabkan tidak adanya ijin, berdalihlah dalam kasus ini. Silahkan :

==============================================

IMB Gereja HKBP Depok Dicabut (sumber : Kompas.com)

DEPOK, KOMPAS.com — Persekutuan Gereja-gereja Setempat (PGIS) Kota Depok menolak pencabutan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Tempat Ibadah dan Gedung Serbaguna atas nama Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Jalan Pesanggrahan Cinere, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

“Umat Kristen di Kota Depok sangat prihatin dan menolak atas keluarnya keputusan Pencabutan IMB pembangunan Gereja HKBP di Cinere yang hanya mendengar pendapat sebagian warga yang menolak,” kata Ketua Umum PGIS Kota Depok, Pendeta Simon Todingallo, di Gereja HKBP Depok I, Jalan Cendrawasih, Rabu (29/4).

Pada 27 Maret 2009, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail(Kader PKS, red) melalui keputusannya Nomor 645.8/144/Kpts/Sos/Huk/2009 menyatakan mencabut IMB Tempat Ibadah dan Gedung Serbaguna atas nama HKBP Pangakalan Jati Gandul yang beralamat di Jalan Puri Pesanggarahan IV Kav NT-24 Kelurahan Cinere Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

Sebelumnya HKBP telah mendapatkan IMB yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Nomor 453.2/229/TKB/1998 tanggal 13 Juni 1998. Pendeta Simon Todingallo menjelaskan, penolakan tersebut karena dasar pencabutan IMB tidak mengacu kepada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksana Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala daerah dalam kerukunan Umat Beragama, pemberdayaan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan Pendirian Rumah Ibadah.

“Seyogyanya rekomendasi penolakan harusnya dari FKUB Kota Depok dan bukan dari Wali Kota Depok,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pembangunan Gereja HKBP Cinere Betty Sitompul mengatakan, pencabutan IMB tersebut merupakan suatu keputusan yang mengejutkan karena pada tahun 1998, HKBP telah berhasil memperoleh IMB dengan No 453.2/229.TKB/1998 dari Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor untuk membangun tempat ibadah dan ruang serbaguna.

Betty menjelaskan pada tahun 1997 membeli tanah seluas 5.000 di daerah tersebut untuk dibangun gereja dan ruang serbaguna. Setelah mendapatkan IMB tersebut maka mulai melakukan pembangunan, karena terbatasnya dana maka pembangunan dihentikan.

Akan tetapi, ketika akan mulai pembangunan kembali pada tahun 2008 ada sekelompok warga yang memprotes pembangunan gereja tersebut, dan meminta untuk dihentikan. “Warga yang protes sebagian besar justru bukan warga di sekitar gereja, melainkan warga dari daerah lainnya seperti Pondok Cabe,” ujarnya.

Karena situasi memanas maka Wali Kota Depok pada saat itu, Badrul Kamal, memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan gereja. Penundaan tersebut berjalan terus-menerus tanpa adanya penyelesaian yang jelas. Oleh karena itu, pada Oktober 2007 pihak panitia pembangunan gereja berupaya untuk melanjutkan pembangunan gereja.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah mengirim surat kepada Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang isinya menyatakan bahwa HKBP berniat untuk melanjutkan pembangunan. Surat tersebut dikirim pada Januari 2008.

“Kami tunggu 6 bulan ternyata tidak digubris, kami kirim lagi pada bulan Juni. Ternyata surat yang kedua itu pun tidak mendapat tanggapan dari wali kota,” katanya.

Pada Februari 2009, pihak HKBP kembali mengirim surat ke wali kota yang intinya meminta berdialog agar menemukan solusi atas kasus ini. Ternyata pada 19 Februari, pihak masyarakat yang menolak juga mengirim surat kepada wali kota yang intinya agar IMB pembangunan gereja dicabut.

Puncaknya adalah pada 27 Maret 2009, Wali Kota Depok mengeluarkan surat yang intinya mencabut IMB pembangunan gereja atas nama HKBP Pangkalan Jati Gandul. “Kami menyesalkan keputusan wali kota tersebut,” katanya.





Lagi sibuk

29 04 2009

sibuksendiri





Lebay

28 04 2009

dasar-babi1

Entah kenapa Detik.com begitu gencar menurunkan berita-berita tentang flu Babi dan foto-foto Lapo yang masih buka ketika penyakit ini merebak, padahal kita semua tahu flu Babi belum ada di Indonesia. Saya merasakan ada pemberitaan berlebihan pas disaat pemilu Presiden sudah didepan hidung dan seakan-akan yang bakal diwaspadai jadi “medium” penyebaran flu babi adalah lapo. Padahal yang namanya virus flu itu menyebar melalui udara. Saya belum melihat penghakiman massa berdasarkan hukum ilahi mereka terhadap babi, tapi kalau mau fair, tentu burung juga harusnya mendapat cap “tuh kan Tuhan juga sudah melarang”. Dan ini yang paling penting : semoga saja tidak terjadi juga penudingan bahwa medium penyebaran flu babi adalah Lapo dan tempat makan sejenis. Jika hal itu terjadi, betapa lucunya, dan capek deh bikin kartunnya.





Hidup Kartini !

21 04 2009

kartini