sistemnya yang harus dibenerin, sistem korupsi. kalau pangkas pelakunya satu dua paling-paling cuma menimbulkan efek jera *haaa jera koq bisa jalan2 ke Bali nonton tennis*
Betul betul betul…. bamun sungguh tidak relevan jika mengaitkan “batak” dgn tindak KORUPSI.
Dimata fanya Batak adalah salah satu distinguish and prominent ethnic Indonesia yg memiliki budaya tinggi dan adat istiadat yg sangat mengedepankan harkat, martabat dan preseance dlm marga serta norma2 sosial, spiritual dlm bermasyarakat. Batak dan kultur sosialnya adalah national heritage Indonesia yg keberadaannya perlu terus dilestarikan, meski memang, nuansa batak cukup kental dlm kasus Gayus tsb…
sayakan mengiyakan komentnya @Robin sebab apa yang di katakan Robin menurut instingku ada benarnya juga, sebab tidak selalu orang batak itu jahat ada juga Pahlawan Nasionalnya. Hal inilah yang membuatku mengiyakannya. heheheh.
Sebab dalam masalah korupsi memang jangan pandang buluh siapapun orangnya jangan pilih sukunya.
Menurutku tidak suku batak saja yang perlu dilestarikan, suku2 yang lain harus mendapat porsi yang sama, itu baru adil.
@Fillar Biru
Mas Fillar yg baik, mhn maaf kalau komen fanya diatas seolah salah sasaran karena komen fanya tsb sejatinya bukan tertuju pd mas yg begitu positif merespon komen Om RAS.
Komen fanya yg mengamini pendapat mas Fillar lebih tertuju pd orang-orang yg bertendensi menjeneralisasi secara kurang proporsional thdp permasalahan yg terkadang melibatkan umat Islam.
Sebagai contoh, dlm kasus 911yg KONON dilakukan oleh Al Qaeda dan berbagai teror bom di dunia, cenderung Islam yg dijadikan kambing hitam, padahal Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan, bahkan berdasarkan penelitian aksi2 kekerasan semacam itu justru dilatar belakangi oleh aspek politis atau kepentingan kelompok tertentu, yg tidak ada sangkut pautnya dgn Islam.
menurutmu bagaimana caranya meluruskan masalah tuduhan Islam mendalangi terorisme
:
:
:
caranya? sesungguhnya banyak cara yg dpt dan tlh dilakukan guna mendudukkan permasalahan pd proporsi yg seharusnya a.l. dgn mengembangkan cakrawala berpikir dan menjadikan KEJUJURAN sbg prinsip hidup dlm sanubari setiap individu sbgmn dikemukakan Om Parhobass dlm “Kejujuran”.
Tanpa pengembangan intelektualitas yg dilandasi kejujuran, orang terdorong utk berbuat semaunya, jahat, machiavellis dan berperilaku negatif lainnya, termasuk menciptakan kambing-kambing hitam sbg pengalihan bagi setiap keburukan yg diperbuatnya.
apakah fanya sedang menghakimi orang lain bodoh?
yang Anda hakimi yang menuduh atau yang tertuduh?
:
:
:
fanya tidak sedang menghakimi siapapun, lha wong fanya bukan hakim koq hihihi..
kalau Om Parhobass perhatikan, fanya jelas sekedar berkomentar thdp mereka (siapapun) yg cenderung menjeneralisasi secara tidak proporsional sbgmn fanya sampaikan pd mas Fillar Biru dlm komen diatas sbb:
“Komen fanya yg mengamini pendapat mas Fillar lebih tertuju pd orang-orang yg bertendensi menjeneralisasi secara kurang proporsional thdp permasalahan yg terkadang melibatkan umat Islam.”
pertanyaan:
menurutmu bagaimana caranya meluruskan masalah tuduhan Islam mendalangi terorisme
jawaban:
sesungguhnya banyak cara yg dpt dan tlh dilakukan guna mendudukkan permasalahan pd proporsi yg seharusnya a.l. dgn mengembangkan cakrawala berpikir dan menjadikan KEJUJURAN sbg prinsip hidup dlm sanubari setiap individu
pertanyaan balik:
apakah fanya sedang menghakimi orang lain bodoh?
yang Anda hakimi yang menuduh atau yang tertuduh?
saya perjelas sedikit…
Anda sedang menghakimi orang (penuduh atau tertuduh harap dijelaskan) tidak memiliki cakrawala berpikir yang luas dan tidak memiliki kejujuran (jelaskan juga si penuduh atau tertuduh)…
jawaban balik:
fanya tidak sedang menghakimi siapapun, lha wong fanya bukan hakim koq hihihi..
kalau Om Parhobass perhatikan, fanya jelas sekedar berkomentar thdp mereka (siapapun) yg cenderung menjeneralisasi secara tidak proporsional
pertanyaan balik ke awal:
jadi bagaimana caranya menyelesaikan tuduhan bahwa Islam dituduh sebagai dalang terorisme?
jadi bagaimana caranya menyelesaikan tuduhan bahwa Islam dituduh sebagai dalang terorisme? ===> Gak usah diselesaikan juga bakal selesai sendiri..Hi Hi Hi… Kurang Kerjaan kalo terlalu ngurusi omongan orang. Mau diselesaikan juga malah gak bakal selesai. Hidup ini sungguh ajaib bukan. Gitu aja kok repot .
Nggak usahlah hidup ngurusi pendapat orang lain atau diurusi pendapat orang lain. Capeeek entar. Mau ada burung berkicau pagi2 atau anjing menyalak membelah malam ya kerjaan burung kan emang berkicau, hobi anjing juga menyalak. Gak usah terlalu dianggap aneh. Mendingan minum kopi sambil kicau burung dinikmati kan ya gak repot.
Masalah ada orang bodoh atau pinter, lha wong memang bodoh ya kalo dikatakan bodoh ya gak papa. Kalem Kalem saja.
Menghakimi orang lain bodoh ??? Apa Gak boleh ya ? Kalo menghakimi orang lain pinter boleh gak ?
Yang menuduh ya bisa saja bodoh, yang sibuk membela diri juga bisa saja juga bodoh.
Lha yang gak bodoh ? Lha yang lulus dong.
Yang Lulus UNAS. He he he….
@Parhobass : Coba kita pikir yang gampang saja : Bagaimana menyelesaikan tuduhan bahwa kamu bukan jelmaannya Nyi Roro Kidul dari Planet Kripton ?
Buktinya apa ?
hihihi…, ati2 loh
dgn tuduhan spt itu bisa2 Om dihakimi orang “cerdas” loh…^_^
salam
30112010
Filar Biru(23:41:23) :
Gampang aja masuk dulu ke planet tersebut
30112010
Filar Biru(05:30:55) :
@Fanya
Di luar debat konteks agama saya tidak pandang buluh, batak, jawa, padang, bugis, asmat adalah suku bangsa yang ada di wilayah NKRI.
Saya tidak membeda-bedakan segala macam tetek bengek suku. Seluruh suku2 yang ada di republik ini harus mendapatkan kesempatan yang sama baik di dalam politik, sosial dan ekonomi. Itu baru adil.
Namun dalam konteks agama pasti sudah beda, sebab kalau bicara agama sasarannya adalah akhirat dan ini harga mati.
Dan saya berharap kepada Allah mati dalam keadaan muslim.
Betul. Tapi mau tak mau kita harus tebal kuping mendengar ocehan orang non batak disekitar kita. Kasus Gayus boleh dibilang multi dimensi, yang melibatkan beberapa instansi, kebetulan di Kejagung, Pajak dan markusnya melibatkan orang batak.
Sdh saatnya org Batak merubah paradigma,
dari TO HAVE menjadi TO BE,
dari 3 pilar Hamoraon, Hagabeon & Hasangapon.
Hamoraon bukan ukuran Hasangapon.
[Ala hepengna do hepeng, gabe hatana hata. Bah!]
setelah sekian lama bang jephman balik lagi
…
yah yang salah itu mindset dari pelaku2 korupsi itu. terlepas dia batak atau bukan, mereka itu org2 yang punya kelainan jiwa yaitu tidak bersyukur dgn apa yang dimilikinya malah ingin menghisap darah orang lain dgn cara korupsi
mantap salaksak ni amantai bah.. hehhe
Hallo Par, pa kabar ?
halo juga
kabar baik2 saja…
gimana dirimu?
salam
good marsogood …Thank yu
Lae Jephman;
ini sebagai motivasi kepada generasi baru orang batak, bahwa HAMORAON tidak musti menjadi patokan HAGABEON/keberhasilan…
salam, horas…
Ada benarnya tapi ada salahnya juga lek parhobas…
karena kebanyakan orang berpikir kalau Hamoraon itu adalah patokan Hagabeon dan Hasangapon.
Like this….
Pas doi poank
sistemnya yang harus dibenerin, sistem korupsi. kalau pangkas pelakunya satu dua paling-paling cuma menimbulkan efek jera *haaa jera koq bisa jalan2 ke Bali nonton tennis*
Kebetulan saja orang Batak yg terjatuh dalam kasus Gayus.
Toh masih ada yg berjuang juga untuk negara ini dan dianugerahi Pahlawan Nasional
Betul betul betul
Betul betul betul…. bamun sungguh tidak relevan jika mengaitkan “batak” dgn tindak KORUPSI.
Dimata fanya Batak adalah salah satu distinguish and prominent ethnic Indonesia yg memiliki budaya tinggi dan adat istiadat yg sangat mengedepankan harkat, martabat dan preseance dlm marga serta norma2 sosial, spiritual dlm bermasyarakat. Batak dan kultur sosialnya adalah national heritage Indonesia yg keberadaannya perlu terus dilestarikan, meski memang, nuansa batak cukup kental dlm kasus Gayus tsb…
salam
@Fanya
sayakan mengiyakan komentnya @Robin sebab apa yang di katakan Robin menurut instingku ada benarnya juga, sebab tidak selalu orang batak itu jahat ada juga Pahlawan Nasionalnya. Hal inilah yang membuatku mengiyakannya. heheheh.
Sebab dalam masalah korupsi memang jangan pandang buluh siapapun orangnya jangan pilih sukunya.
Menurutku tidak suku batak saja yang perlu dilestarikan, suku2 yang lain harus mendapat porsi yang sama, itu baru adil.
@Fillar Biru
Mas Fillar yg baik, mhn maaf kalau komen fanya diatas seolah salah sasaran karena komen fanya tsb sejatinya bukan tertuju pd mas yg begitu positif merespon komen Om RAS.
Komen fanya yg mengamini pendapat mas Fillar lebih tertuju pd orang-orang yg bertendensi menjeneralisasi secara kurang proporsional thdp permasalahan yg terkadang melibatkan umat Islam.
Sebagai contoh, dlm kasus 911yg KONON dilakukan oleh Al Qaeda dan berbagai teror bom di dunia, cenderung Islam yg dijadikan kambing hitam, padahal Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan, bahkan berdasarkan penelitian aksi2 kekerasan semacam itu justru dilatar belakangi oleh aspek politis atau kepentingan kelompok tertentu, yg tidak ada sangkut pautnya dgn Islam.
Salam
@fannya
menurutmu bagaimana caranya meluruskan masalah tuduhan Islam mendalangi terorisme
salam
@Om Parhobass
menurutmu bagaimana caranya meluruskan masalah tuduhan Islam mendalangi terorisme
:
:
:
caranya? sesungguhnya banyak cara yg dpt dan tlh dilakukan guna mendudukkan permasalahan pd proporsi yg seharusnya a.l. dgn mengembangkan cakrawala berpikir dan menjadikan KEJUJURAN sbg prinsip hidup dlm sanubari setiap individu sbgmn dikemukakan Om Parhobass dlm “Kejujuran”.
Tanpa pengembangan intelektualitas yg dilandasi kejujuran, orang terdorong utk berbuat semaunya, jahat, machiavellis dan berperilaku negatif lainnya, termasuk menciptakan kambing-kambing hitam sbg pengalihan bagi setiap keburukan yg diperbuatnya.
Salam
@Fanya;
apakah fanya sedang menghakimi orang lain bodoh?
yang Anda hakimi yang menuduh atau yang tertuduh?
salam
@Om Parhobass
apakah fanya sedang menghakimi orang lain bodoh?
yang Anda hakimi yang menuduh atau yang tertuduh?
:
:
:
fanya tidak sedang menghakimi siapapun, lha wong fanya bukan hakim koq hihihi..
kalau Om Parhobass perhatikan, fanya jelas sekedar berkomentar thdp mereka (siapapun) yg cenderung menjeneralisasi secara tidak proporsional sbgmn fanya sampaikan pd mas Fillar Biru dlm komen diatas sbb:
“Komen fanya yg mengamini pendapat mas Fillar lebih tertuju pd orang-orang yg bertendensi menjeneralisasi secara kurang proporsional thdp permasalahan yg terkadang melibatkan umat Islam.”
Salam
@fanya…
pertanyaan:
menurutmu bagaimana caranya meluruskan masalah tuduhan Islam mendalangi terorisme
jawaban:
sesungguhnya banyak cara yg dpt dan tlh dilakukan guna mendudukkan permasalahan pd proporsi yg seharusnya a.l. dgn mengembangkan cakrawala berpikir dan menjadikan KEJUJURAN sbg prinsip hidup dlm sanubari setiap individu
pertanyaan balik:
apakah fanya sedang menghakimi orang lain bodoh?
yang Anda hakimi yang menuduh atau yang tertuduh?
saya perjelas sedikit…
Anda sedang menghakimi orang (penuduh atau tertuduh harap dijelaskan) tidak memiliki cakrawala berpikir yang luas dan tidak memiliki kejujuran (jelaskan juga si penuduh atau tertuduh)…
jawaban balik:
fanya tidak sedang menghakimi siapapun, lha wong fanya bukan hakim koq hihihi..
kalau Om Parhobass perhatikan, fanya jelas sekedar berkomentar thdp mereka (siapapun) yg cenderung menjeneralisasi secara tidak proporsional
pertanyaan balik ke awal:
jadi bagaimana caranya menyelesaikan tuduhan bahwa Islam dituduh sebagai dalang terorisme?
salam
‘jangan beretorika lagi kawan’
@Parhobas
apa ada bukti bahwa islam dalang teroris?
@Filar…
biasakan fokus…
salam
jadi bagaimana caranya menyelesaikan tuduhan bahwa Islam dituduh sebagai dalang terorisme? ===> Gak usah diselesaikan juga bakal selesai sendiri..Hi Hi Hi… Kurang Kerjaan kalo terlalu ngurusi omongan orang. Mau diselesaikan juga malah gak bakal selesai. Hidup ini sungguh ajaib bukan. Gitu aja kok repot .
Nggak usahlah hidup ngurusi pendapat orang lain atau diurusi pendapat orang lain. Capeeek entar. Mau ada burung berkicau pagi2 atau anjing menyalak membelah malam ya kerjaan burung kan emang berkicau, hobi anjing juga menyalak. Gak usah terlalu dianggap aneh. Mendingan minum kopi sambil kicau burung dinikmati kan ya gak repot.
Masalah ada orang bodoh atau pinter, lha wong memang bodoh ya kalo dikatakan bodoh ya gak papa. Kalem Kalem saja.
Menghakimi orang lain bodoh ??? Apa Gak boleh ya ? Kalo menghakimi orang lain pinter boleh gak ?
Yang menuduh ya bisa saja bodoh, yang sibuk membela diri juga bisa saja juga bodoh.
Lha yang gak bodoh ? Lha yang lulus dong.
Yang Lulus UNAS. He he he….
Katanya gitu sih.
Kata bukunya Tatang Sutarman.
kayaknya gitu. Hi Hi Hi .
Coba kita tanya rumput yang bergoyang ..^_^
See You
@Parhobass : Coba kita pikir yang gampang saja : Bagaimana menyelesaikan tuduhan bahwa kamu bukan jelmaannya Nyi Roro Kidul dari Planet Kripton ?
Buktinya apa ?
@Om Lovepassword
hihihi…, ati2 loh
dgn tuduhan spt itu bisa2 Om dihakimi orang “cerdas” loh…^_^
salam
Gampang aja masuk dulu ke planet tersebut
@Fanya
Di luar debat konteks agama saya tidak pandang buluh, batak, jawa, padang, bugis, asmat adalah suku bangsa yang ada di wilayah NKRI.
Saya tidak membeda-bedakan segala macam tetek bengek suku. Seluruh suku2 yang ada di republik ini harus mendapatkan kesempatan yang sama baik di dalam politik, sosial dan ekonomi. Itu baru adil.
Namun dalam konteks agama pasti sudah beda, sebab kalau bicara agama sasarannya adalah akhirat dan ini harga mati.
Dan saya berharap kepada Allah mati dalam keadaan muslim.
@Fillar Biru
Akuuur mas….. Amin.
salam
@Fanya
Salam juga
Betul. Tapi mau tak mau kita harus tebal kuping mendengar ocehan orang non batak disekitar kita. Kasus Gayus boleh dibilang multi dimensi, yang melibatkan beberapa instansi, kebetulan di Kejagung, Pajak dan markusnya melibatkan orang batak.
like this coment bang
Iya…Jangan Tebang Pilih…Kalo mau milih ya mulai yang besar…^_^
Kalau yang besar, nebangnya susah..
jadi tetap aja yang kecil2 dulu yang di tebang….
Yang besar yang kecil sama aja, kalau milih yang besar duluan itu tetap juga tebang pilih hehehe,
Lho yang namanya nebang itu harus besar, kalo kecil namanya matahin ranting. hi hi hi
yang benar itu di cabut bukan di tebang,kalau nebang masih ada sisanya heheheeh
@Parhobas, SSSTS (Saya Sangat Setuju Sekali)
Sdh saatnya org Batak merubah paradigma,
dari TO HAVE menjadi TO BE,
dari 3 pilar Hamoraon, Hagabeon & Hasangapon.
Hamoraon bukan ukuran Hasangapon.
[Ala hepengna do hepeng, gabe hatana hata. Bah!]
Jago do ate lae Pakpahanon gabe raja parhata…
Piisss lek…
setelah sekian lama bang jephman balik lagi
…
yah yang salah itu mindset dari pelaku2 korupsi itu. terlepas dia batak atau bukan, mereka itu org2 yang punya kelainan jiwa yaitu tidak bersyukur dgn apa yang dimilikinya malah ingin menghisap darah orang lain dgn cara korupsi
Masalah korupsi sepertinya ga bakalan selesai kalau semua pejabat tinggi masih cinta uang…
Wakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakak
Yang penting, aku, sudah Batak, (haleluya!) Kristen pula!
Saya juga batak..juga cinta sama Batak.
@tanobato dan Marende
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
(Mazmur 117:1)
Di sorga kelak, kiranya salah satu Pujian akan bergema di dalam bahasa Batak….
kebetulan ajanya itu tapi seolah olah dibuat org batk yg korupsi
ambal -ambal ni hata ; nadohot do namar bola di aff on tebang pilih?
songon naso adong apala sahalak pe bangso i tarpillit
@ all:
“selamat natal dohot taon baru ma dihita saluhut na” horas 3X
capek mikirin indonesia merdeka
mana karikatur natal tahun barunya bang jephman???
Stuju banget tuh tema kartunnya.
Mantap banget amang….orang batak memang kreatiff…
Negeri BATAK:
Terdakwa BATAK
Polisi BATAK.
Pengacara BATAK.
Jaksa BATAK.
Hakim BATAK.
Hahahaha……….
yg nyopet diterminal batak
yg nebar paku dijalanan jakarta batak
yg jualan sambil maksa2 ya batak juga….
mantap lae..