Boleh..Boleh..Kalo aku mah boleh darimana saja. Kalo anda mau nyalon juga boleh lho. Tetapi penentuannya kan pada suara seluruh rakyat Indonesia. Tetapi prinsipnya sih semua bolehlah jadi presiden.
LOGATNYA UDAH SEPERTI NEGARA TETANGGA YG SUKA NYIKSA, MEREBUT WILAYAH DAN MEMBOHONGI MASYARAKATNYA……..TAPI AKU PERCAYA AJA KATA LAE…SMP GIMNA JADI WARTAWAN KEPANJANGANNYA “SMP” Sekolah Mauuff Puaang….he..he…
Aku kadang risih dengar logat cewek itu bah, kalau di bayangkan melayu Riau, tak gitu kali kurasa logatnya, dari 96 sampe 2003 aku di Riau hilir mudik tak seperti itu logatnya. Nah di Medan, Melayu Deli, kujamin tak seperti itu. Aku ini ganup ari di sana……Tetapi kalo logat malaysia, persis kali lah keq gitu kurasa.
Nah, sekarang koq pake logat itu ya ??????
Sebenarnya iklan di atas tidak ada yg aneh, yg aneh itu sudah tinggi pendidikan anak kita dan sudah habis-habisan uang menyekolahkannya tapi saat ada penerimaan lowongan pekerjaan setengah jalan sudah gagal karena penyeleksi melihat dan membuang ijazah yg memakai marga, ataupun beragama minoritas. Ujung-ujungnya paling banyak jd wiraswasta, pengacara dan inang-inang pusat pasar. Sedihlah keadaan dinegara yang memiliki kaum Mayoritas ini .
Menuruthu pe Lae dang adong na sala di iklan i..
nang pe gratis na nuaeng sampe SMP ba ima jo na tarpatupa, atik beha haduan sahat tu Perguruan Tinggi..
Na so setuju holan logat na i do…
hurang pas hurasa…
@Robinson Sihotang: Tulang, saya baru dengar berita, guru-guru muda wanita batak yang ingin menjadi kepala sekolah diberi bisa kemudahan, syaratnya… asal mau pakai jilbab (memeluk agama islam) mauf ma!!!
I ma jo tu si. Anggo di ahu na um pas holan ende ni si Nahum Situmorang do: “Anakkonhi do Hamoraon di Ahu”. Jala adong sadanari: ” … marsingkola ahu bapa dohot ho ale omak, unang jolo suru ahu mangula hauma i …” (las ta endehon ma …)
ini bukan hanya aneh… tapi “sedikit” memanipulasi cara berpikir rakyat yang tidak mengerti… yang gratis apa…. iklannya apa….. pemerintah gak jelas, yang bikin iklan lebih lagi…..
Ah mau gratis atau bayar… mana pengaruh itu sama orang Batak. Kita lihat saja lah prinsip orang tua kita itu, “gogo pe au mancari, arian nang botari, lao pasingkolahon gelengki, da satimbo-timbona, ittap di na tolap gogoki”. Jadi kali ini Batak udah lebih maju, ga perlu sekolah gratis itu, yang penting kerja keras supaya anak-anak bisa sekolah setinggi-tingginya.
jadi teringat aku koor di tempat kuliah abang dulu, tuh bang (DEL).
dan memang benar, bagi mayoritas orang tua orang batak, mau berapa duit pun habis untuk anaknya bersekolah, ditahankannya.
bahkan pernah kudengar kata “sampai tidak berganti pkaian dalam”.
Salutlah buat orang Batak (terutama kaum ibu. Ditaon sude angka sahit.).
ima tutu lae …. songoni majolo namasa i negarata on, tung macai porsuk do diskriminasi na terselubung pambaenan ni dongan sepupu tai ( Bani i Ismael i )
asal ma toktong hita martangiang gomos i barengin kerja keras.
@ amrinsinaga
Tepat na i dokkon lae, Gratis tidak ada dalam kamus Batak…. marsikkola na satimbo timbo na.. , ai molo pe pengangguran pokok na unga tammat sian sikkola na timbo. Ibarat pepatah orang dekat, lebih bagus sarjana walau pengangguran, dari pada pengangguran tapi sekolahnya cuma SD masuk sore pula….
berita kemarin: ada sekolah gratis (gratis tidak ada pungutan SPP dan buku) TAPI kualitas pengajarannya di bawah standar, satu buku dibaca oleh dua-tiga anak sekaligus… ini yang dimaksud pemerintah dengan sekolah gratis? kok malah jadi KEMUNDURAN??
maccam mana bisa ada pilot dihasilkan dari sekolah gratis, kalau seperti ini caranya? berjatuhan lah pesawat kita, ckckck…
Yang paling bikin aku kesal adalah logat perempuannya…
Aneh aja dengarnya..
Mengenai sekolah gratis, I’ve no comment…
Kalo bisa kuliah juga gratis, biar saya ga usah puyeng ngatur waktu kerja dan kuliah,hehehe…
However, ada sedikit rasa bangga melihat postingan abang semua…
Lack of “Hepeng” will not make our spirit die…
logatnya udah jelas dari malingsia sana secara tiap hari saya berinteraksi dgn mereka. Melayu Riau/Jambi/Deli tak ada spt itu. Yang paling dekat logat ke malingsia adalah Riau Kep/Bengkalis/Tembilahan serta Kuala Tungkal di Jambi tak juga spt itu (Tembilahan dan K. Tungkal justru mayoritas etnis Banjar).
Kalau saya adalah Cut Mini pasti saya jadi ejekan di forum blog ini.
Alhamdulillah…
Tapi sayangnya saya muslim…
Kaum muslim selalu jadi ejekan bagi non muslim
Untung saya di kaltim
Coba kalau saya di Sumatera, terutama di Batak
Wah, pasti saya dikucilkan…
Tapi anehnya….
Kok orang lain suka ngomong menggunakan kata “awak” ya?
Padahal itu bukan bahasa banjar.
Kalau bahasa Kutai, sih emang iya ada kata “awak”
Ah…sudahlah…
Pening saya melihat blog ini…
Hanya karena beda suku dan agama, maka kaum lain didiskriminasikan.
Mendingan saya ke blog yang mau menerima perbedaan.
M : Saya di kaltim tak pernah ada diskriminasi agama dan suku.
K : Cobalah lihat di Batak.
M : Cobalah lihat juga di Kaltim.
K : Sudah minum obat belum?
M : Saya hanya ingin mengatakan tak semua muslim seperti yang kau pikir.
K : Terusssssssss mbak.
M : QS Al-Baqarah 109
K : Wakakakakaka
M : Sesuai persepsi QS bahwa kaum yahudi dan nasrani tak akan senang pada Muslim sebelum mengikuti agama mereka.
K : Cuma mau membenarkan pendapat sendiri tapi tak mau mendengar pendapat orang lain.
M : saya mendengar, maka dari itu saya menjawab tapi kalian terus-terusan menyalahkan saya.
K : semua muslim termasuk anda adalah teroris karena menghalalkan darah kafir dan penyerangan bom bali.
M : Saya merasa tak pernah bilang begitu. Kan sudah saya bilang mereka salah persepsi. Jihad sah dilakukan jika diserang duluan untuk alasan membela diri dan kaum tertindas. Saya tak pernah mengatakan kalau saya mendukung teroris. saya keluarga baik-baik, bukan teroris.
K : Tapi anda enggak nyadar ya kalau anda menghalalkan darah orang kafir.
M : mana ayatnya?
K : QS At- Thaubah ……(cape deh 2)
M : Tapi tak disebutkan darah kafir itu halal. Ayat itu menceritakan Perang Badar.
K : Dan bulan lain adalah halal untuk berperang kan?
M : Saya tak pernah mengatakan begitu. Cerita itu saya kutip dari DEPAG (Departemen Agama RI) dan ceritanya juga masih bersambung karena saya belum sempat menuliskan semua.
K : Cape dehhh.. Enggak nyadar ya?
M : Saya sadar…sesadar-sadarnya anda hanya iri dan dengki dengan muslim dan menghalalkan segala cara untuk mengajak saya murtad.
K : belum minum obat?
M : Saya memang punya riwayat penyakit asam urat, tapi tak ada hubungannya dengan tulisan saya ini. Karena yang sakit adalah kaki saya bukan tangan saya.
K : Mengapa nabimu digambarkan ……………..
M : Sudah saya katakan itu fitnah.
K : Jawab dulu…
M : Sudah saya bilang itu fitnah. Ayat yang kalian tampilkan itu cerita tentang Perang Badar bukan di Turki, Mesir atau apapun. Nabi Muhammad enggak pernah jalan-jalan ke Turki dan Mesir.
K : Tapi ada pedang dan …..di museum dan bla bla bla
M : Memangnya tahu apa lho? Saya yang menganut agama saya Islam justru lebih tahu riwayat hidup Nabi Muhammad menyebarkan islam. Situsnya juga sudah saya berikan (cape deh 2).
K : Jawab dengan hati nurani.
M : Saya sudah jawab dengan hati nurani. Situs juga sudah saya berikan. Kalaulah agama Islam sejahat itu, takkan mungkin keluarga saya menganut Islam. Bahkan takkan mungkin Islam disahkan menjadi salah satu agama di Indonesia.
K : Pemerintah kan selalu mendiskriminasikan non muslim didaerah sumatera jawa dan sebagian sulawesi.
M : Kalau di kaltim, aman damai dan tentram tuh. Pindah saja ke kaltim.
K : Sudah makan obat mbak?
M : Memangnya ada yang salah dengan kaltim? Tak ada hubungannya penyakit asam urat dengan tulisan saya. Yang sakit kaki saya bukan tangan saya. Saya pernah lumpuh 2 minggu enggak bisa jalan, tapi masih bisa menggerakkan tangan saya.
K : Teroris itu selalu meneriakkan Allahu Akbar.
M : Enggak ada ayatnya kalau ngebom harus teriak begitu. Memangnya pernah kaltim terjadi pengeboman oleh teroris?
K : Lihat dong di jawa dan bali.
M : Yah lihat juga dong di kaltim, masa yang dilihat tempat pengeboman melulu. Kapan kalian bisa lihat Islam itu agama damai, kalau terus-terusan termakan hasutan orang yang hanya membuat blog yang isinya menjelekkan muslim.
K : Blog anda juga dengan cerdas mengandung SARA.
M : Tentang apa? Perdebatan Sosok Isa Almasih? Memangnya disitu menyinggung dan menyebut agama kristen?
K : Pokoknya begitu lah.
M : Yah pokoknya saya juga begitu.
K : Belum minum obat ya?
M : Doakan saja saya cepat meninggal. Kalian kan benci dengan muslim.
Iklan ini ga ad yg salah kok.Malahan dari dulu hal ini udah ditanamkan sama Mamak dan Bapak saya.
“Walau kuli bapakmu, mamakmu tukang jait.Adek bisa jadi Orang hebat.Ya inang ya.”
itu selalu saya tanamkan dipikiran saya.Apalagi diantara semua suku di Indonesia yg plg peduli dg pendidikan anak’y itu Orang Batak.Sampai ad inang2 yg rela jadi parengge2 di pasar hanya spy jadi sarjana anak’y.Atau akka ama2 yg rela jd kuli panggul spy bsa si butet atau ucok di rumah beli buku pelajaran.
Yg salah itu kebanyakan di kita kaum muda batak ini.Suka ga tau diri.Udah setengah mati natoras’y mancari hepeng malah maen2 dy sekolah.Marisap ,marjuji, mangalangkon hepeng sikola, massam ma i..
Ai adong do hita di Forum on na songon i?? Hu tangiangkon ahu dohot hita saluhutna dang adong na songoni.mantab??
“skulah harus bisa, mau?”
hehehe
Sekolah gratis? Gratis dr hongkong? hasil ngutang kok
kata menteri pendidikannya..
“Gratiskan menurut pemerintah, bukan gratisnya masyarakat”..
dia baru jujur setelah Pilpres selesai…
Parhobass berpikir :
“jika sudah 5 presiden dari situ gagal.. apakah sudah layak 1 presiden dari sini ?”
Boleh..Boleh..Kalo aku mah boleh darimana saja. Kalo anda mau nyalon juga boleh lho. Tetapi penentuannya kan pada suara seluruh rakyat Indonesia. Tetapi prinsipnya sih semua bolehlah jadi presiden.
[...] Iklan Yang Aneh [...]
LOGATNYA UDAH SEPERTI NEGARA TETANGGA YG SUKA NYIKSA, MEREBUT WILAYAH DAN MEMBOHONGI MASYARAKATNYA……..TAPI AKU PERCAYA AJA KATA LAE…SMP GIMNA JADI WARTAWAN KEPANJANGANNYA “SMP” Sekolah Mauuff Puaang….he..he…
Aku kadang risih dengar logat cewek itu bah, kalau di bayangkan melayu Riau, tak gitu kali kurasa logatnya, dari 96 sampe 2003 aku di Riau hilir mudik tak seperti itu logatnya. Nah di Medan, Melayu Deli, kujamin tak seperti itu. Aku ini ganup ari di sana……Tetapi kalo logat malaysia, persis kali lah keq gitu kurasa.
Nah, sekarang koq pake logat itu ya ??????
Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahhahahahahahahhahahahahahahahahahahahahahahahahaah
Sebenarnya iklan di atas tidak ada yg aneh, yg aneh itu sudah tinggi pendidikan anak kita dan sudah habis-habisan uang menyekolahkannya tapi saat ada penerimaan lowongan pekerjaan setengah jalan sudah gagal karena penyeleksi melihat dan membuang ijazah yg memakai marga, ataupun beragama minoritas. Ujung-ujungnya paling banyak jd wiraswasta, pengacara dan inang-inang pusat pasar. Sedihlah keadaan dinegara yang memiliki kaum Mayoritas ini .
Setuju banget tuch, emank susah jadi kaum minorotas.
Menuruthu pe Lae dang adong na sala di iklan i..
nang pe gratis na nuaeng sampe SMP ba ima jo na tarpatupa, atik beha haduan sahat tu Perguruan Tinggi..
Na so setuju holan logat na i do…
hurang pas hurasa…
e-tahe, holan iklan mai… asalma disi huana-i, adong laporan menghabiskan budget negara….
@Robinson Sihotang: Tulang, saya baru dengar berita, guru-guru muda wanita batak yang ingin menjadi kepala sekolah diberi bisa kemudahan, syaratnya… asal mau pakai jilbab (memeluk agama islam) mauf ma!!!
horas
I ma jo tu si. Anggo di ahu na um pas holan ende ni si Nahum Situmorang do: “Anakkonhi do Hamoraon di Ahu”. Jala adong sadanari: ” … marsingkola ahu bapa dohot ho ale omak, unang jolo suru ahu mangula hauma i …” (las ta endehon ma …)
“… ai na metmet dope au, ndang tarula au dope. holan marsingkola do, ulaonku na tama …” hehehe
ini bukan hanya aneh… tapi “sedikit” memanipulasi cara berpikir rakyat yang tidak mengerti… yang gratis apa…. iklannya apa….. pemerintah gak jelas, yang bikin iklan lebih lagi…..
satu lagi bang, itu logat aneh kali ya…. saya tinggal lama di sumatera di beberapa propinsi tapi gak pernah dengar kek gitu…..
Ah mau gratis atau bayar… mana pengaruh itu sama orang Batak. Kita lihat saja lah prinsip orang tua kita itu, “gogo pe au mancari, arian nang botari, lao pasingkolahon gelengki, da satimbo-timbona, ittap di na tolap gogoki”. Jadi kali ini Batak udah lebih maju, ga perlu sekolah gratis itu, yang penting kerja keras supaya anak-anak bisa sekolah setinggi-tingginya.
Hidup Batak…..!
jadi teringat aku koor di tempat kuliah abang dulu, tuh bang (DEL).
dan memang benar, bagi mayoritas orang tua orang batak, mau berapa duit pun habis untuk anaknya bersekolah, ditahankannya.
bahkan pernah kudengar kata “sampai tidak berganti pkaian dalam”.
Salutlah buat orang Batak (terutama kaum ibu. Ditaon sude angka sahit.).
@lagubatak
ima tutu lae …. songoni majolo namasa i negarata on, tung macai porsuk do diskriminasi na terselubung pambaenan ni dongan sepupu tai ( Bani i Ismael i )
asal ma toktong hita martangiang gomos i barengin kerja keras.
@ amrinsinaga
Tepat na i dokkon lae, Gratis tidak ada dalam kamus Batak…. marsikkola na satimbo timbo na.. , ai molo pe pengangguran pokok na unga tammat sian sikkola na timbo. Ibarat pepatah orang dekat, lebih bagus sarjana walau pengangguran, dari pada pengangguran tapi sekolahnya cuma SD masuk sore pula….
Horas ma
HOhohohohohooo….
Nyelekit banget kartunnya……..
berita kemarin: ada sekolah gratis (gratis tidak ada pungutan SPP dan buku) TAPI kualitas pengajarannya di bawah standar, satu buku dibaca oleh dua-tiga anak sekaligus… ini yang dimaksud pemerintah dengan sekolah gratis? kok malah jadi KEMUNDURAN??
maccam mana bisa ada pilot dihasilkan dari sekolah gratis, kalau seperti ini caranya? berjatuhan lah pesawat kita, ckckck…
http://sectiocadaveris.wordpress.com
Yang paling bikin aku kesal adalah logat perempuannya…
Aneh aja dengarnya..
Mengenai sekolah gratis, I’ve no comment…
Kalo bisa kuliah juga gratis, biar saya ga usah puyeng ngatur waktu kerja dan kuliah,hehehe…
However, ada sedikit rasa bangga melihat postingan abang semua…
Lack of “Hepeng” will not make our spirit die…
Horas…
hahahha…
huahahaha..
setuju..!!!
mck..
perasaan iklan ini seringkali muncul
saat menjelang pemilu..
sekalian kampanye rupanya..
tapi kartunnya..bagus..2 jempol.
: )
logatnya udah jelas dari malingsia sana secara tiap hari saya berinteraksi dgn mereka. Melayu Riau/Jambi/Deli tak ada spt itu. Yang paling dekat logat ke malingsia adalah Riau Kep/Bengkalis/Tembilahan serta Kuala Tungkal di Jambi tak juga spt itu (Tembilahan dan K. Tungkal justru mayoritas etnis Banjar).
Itu logat Aceh bukan?
@ Emanuel Setio
iya mungkin…. memang logat Aceh mas, tuh kan Cut Mini boru Aceh do na huboto i
Untung saya bukan Cut Mini.
Kalau saya adalah Cut Mini pasti saya jadi ejekan di forum blog ini.
Alhamdulillah…
Tapi sayangnya saya muslim…
Kaum muslim selalu jadi ejekan bagi non muslim
Untung saya di kaltim
Coba kalau saya di Sumatera, terutama di Batak
Wah, pasti saya dikucilkan…
Tapi anehnya….
Kok orang lain suka ngomong menggunakan kata “awak” ya?
Padahal itu bukan bahasa banjar.
Kalau bahasa Kutai, sih emang iya ada kata “awak”
Ah…sudahlah…
Pening saya melihat blog ini…
Hanya karena beda suku dan agama, maka kaum lain didiskriminasikan.
Mendingan saya ke blog yang mau menerima perbedaan.
M : Saya di kaltim tak pernah ada diskriminasi agama dan suku.
K : Cobalah lihat di Batak.
M : Cobalah lihat juga di Kaltim.
K : Sudah minum obat belum?
M : Saya hanya ingin mengatakan tak semua muslim seperti yang kau pikir.
K : Terusssssssss mbak.
M : QS Al-Baqarah 109
K : Wakakakakaka
M : Sesuai persepsi QS bahwa kaum yahudi dan nasrani tak akan senang pada Muslim sebelum mengikuti agama mereka.
K : Cuma mau membenarkan pendapat sendiri tapi tak mau mendengar pendapat orang lain.
M : saya mendengar, maka dari itu saya menjawab tapi kalian terus-terusan menyalahkan saya.
K : semua muslim termasuk anda adalah teroris karena menghalalkan darah kafir dan penyerangan bom bali.
M : Saya merasa tak pernah bilang begitu. Kan sudah saya bilang mereka salah persepsi. Jihad sah dilakukan jika diserang duluan untuk alasan membela diri dan kaum tertindas. Saya tak pernah mengatakan kalau saya mendukung teroris. saya keluarga baik-baik, bukan teroris.
K : Tapi anda enggak nyadar ya kalau anda menghalalkan darah orang kafir.
M : mana ayatnya?
K : QS At- Thaubah ……(cape deh 2)
M : Tapi tak disebutkan darah kafir itu halal. Ayat itu menceritakan Perang Badar.
K : Dan bulan lain adalah halal untuk berperang kan?
M : Saya tak pernah mengatakan begitu. Cerita itu saya kutip dari DEPAG (Departemen Agama RI) dan ceritanya juga masih bersambung karena saya belum sempat menuliskan semua.
K : Cape dehhh.. Enggak nyadar ya?
M : Saya sadar…sesadar-sadarnya anda hanya iri dan dengki dengan muslim dan menghalalkan segala cara untuk mengajak saya murtad.
K : belum minum obat?
M : Saya memang punya riwayat penyakit asam urat, tapi tak ada hubungannya dengan tulisan saya ini. Karena yang sakit adalah kaki saya bukan tangan saya.
K : Mengapa nabimu digambarkan ……………..
M : Sudah saya katakan itu fitnah.
K : Jawab dulu…
M : Sudah saya bilang itu fitnah. Ayat yang kalian tampilkan itu cerita tentang Perang Badar bukan di Turki, Mesir atau apapun. Nabi Muhammad enggak pernah jalan-jalan ke Turki dan Mesir.
K : Tapi ada pedang dan …..di museum dan bla bla bla
M : Memangnya tahu apa lho? Saya yang menganut agama saya Islam justru lebih tahu riwayat hidup Nabi Muhammad menyebarkan islam. Situsnya juga sudah saya berikan (cape deh 2).
K : Jawab dengan hati nurani.
M : Saya sudah jawab dengan hati nurani. Situs juga sudah saya berikan. Kalaulah agama Islam sejahat itu, takkan mungkin keluarga saya menganut Islam. Bahkan takkan mungkin Islam disahkan menjadi salah satu agama di Indonesia.
K : Pemerintah kan selalu mendiskriminasikan non muslim didaerah sumatera jawa dan sebagian sulawesi.
M : Kalau di kaltim, aman damai dan tentram tuh. Pindah saja ke kaltim.
K : Sudah makan obat mbak?
M : Memangnya ada yang salah dengan kaltim? Tak ada hubungannya penyakit asam urat dengan tulisan saya. Yang sakit kaki saya bukan tangan saya. Saya pernah lumpuh 2 minggu enggak bisa jalan, tapi masih bisa menggerakkan tangan saya.
K : Teroris itu selalu meneriakkan Allahu Akbar.
M : Enggak ada ayatnya kalau ngebom harus teriak begitu. Memangnya pernah kaltim terjadi pengeboman oleh teroris?
K : Lihat dong di jawa dan bali.
M : Yah lihat juga dong di kaltim, masa yang dilihat tempat pengeboman melulu. Kapan kalian bisa lihat Islam itu agama damai, kalau terus-terusan termakan hasutan orang yang hanya membuat blog yang isinya menjelekkan muslim.
K : Blog anda juga dengan cerdas mengandung SARA.
M : Tentang apa? Perdebatan Sosok Isa Almasih? Memangnya disitu menyinggung dan menyebut agama kristen?
K : Pokoknya begitu lah.
M : Yah pokoknya saya juga begitu.
K : Belum minum obat ya?
M : Doakan saja saya cepat meninggal. Kalian kan benci dengan muslim.
@Fetria
http://hakadosh.wordpress.com/2009/08/13/hidup-bersama-setan/
sebagai renungan ….
neng Fetria sudah pernah ke Sumateran Utara ? Tapanuli?
atau Anda hanya mendengar berita-berita dari sumber kedua.ketiga.dst.
saya akui, Kaltim toleransinya emang top….
tapi apakah Anda sudah cek perlakuan FPI di samarinda ?
saya hanya mengajak Anda merenung saja
bahwa manusia di mana saja (baik tempat, agama, d.l.l) sama saja dalam hal tidak ada yang kudus, baik, suci….
“Untung saya bukan Cut Mini. Kalau saya adalah Cut Mini pasti saya jadi ejekan di forum blog ini.
Alhamdulillah…
Tapi sayangnya saya muslim…
Kaum muslim selalu jadi ejekan bagi non muslim
Untung saya di kaltim
Coba kalau saya di Sumatera, terutama di Batak
Wah, pasti saya dikucilkan…
>> Ah jangan suuzon bu. Kita gak sepicik itu. Yg diserang kan PENDAPATNYA bukan orangnya
Sepakat…
Salam kenal.
Iklan ini ga ad yg salah kok.Malahan dari dulu hal ini udah ditanamkan sama Mamak dan Bapak saya.
“Walau kuli bapakmu, mamakmu tukang jait.Adek bisa jadi Orang hebat.Ya inang ya.”
itu selalu saya tanamkan dipikiran saya.Apalagi diantara semua suku di Indonesia yg plg peduli dg pendidikan anak’y itu Orang Batak.Sampai ad inang2 yg rela jadi parengge2 di pasar hanya spy jadi sarjana anak’y.Atau akka ama2 yg rela jd kuli panggul spy bsa si butet atau ucok di rumah beli buku pelajaran.
Yg salah itu kebanyakan di kita kaum muda batak ini.Suka ga tau diri.Udah setengah mati natoras’y mancari hepeng malah maen2 dy sekolah.Marisap ,marjuji, mangalangkon hepeng sikola, massam ma i..
Ai adong do hita di Forum on na songon i?? Hu tangiangkon ahu dohot hita saluhutna dang adong na songoni.mantab??
saya mita diajari menggambar bos.. he..he..
aha do??????