Pernahkan di Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Bali, Kalimantan, Toraja, Papua, NTT ada spanduk semacam ini?

Ini adalah lokasi GKI jemaat Taman Yasmin, Bogor. Belum pernah ada spanduk semacam ini di daerah-daerah yang di dominasi kafir dan musyrikin yang katanya bakal masuk neraka. Kenapa ya, justru didaerah yang mayoritas beragama paling sempurna, indah, damai, penuh toleransi justru muncul spanduk ini? Ah…janganlah kita menyalahkan minoritas radikal yang katanya berbuat seperti ini, sementara mayoritas yang katanya lebih pluralis diam saja.




Mendingan “air susu dibalas air tuak” …
Kalau orang Kristen (yang melaksanakan prinsip kasih) ‘nggak bakalan melakukan semacam ini. Sudah pasti!
Jika ditanya, berbagai macam alasan akan keluar dari mulut para pengecut: tidak ada izin, tidak ada umat penganut, mengganggu ketertiban, dan lain-lain. Kalau dirunut-runut, yang paling masuk akal sebagai faktor penyebabnya adalah: TAKUT.
Orang Kristen jangan pernah mau takut. Sejarah telah membuktikan: semakin dihambat, semakin merambat.
“…beragama paling sempurna, indah, damai, penuh toleransi…”
masih kurang : rahmatan lil alamin, akhlaqul kharimah, kun faya kun abakadrabrasimsalabim
ah…, yang tiga tuh ja belum diaksanakan kok udah ditambah yang lain2…
Haahaha
Lucu..
Abakadabranya itu loh..
hahaha..
Kutambahin deh..
Agama penyempurna Gemah ripah loh jinawi..
Hihihihi..
ya begitulah saudara jauh itu… penyakitnya banyak dan yang paling menyakitkan mereka cepat lupa…
Emang sih..
Susu itu nggak semua orang suka,
Ada yang suka
Ada yang nggak suka
Ada juga yang pura2 suka tapi terpaksa meminumnya..
Klo dikasih air mineral..mungkin beda kali ya..??
Tanya kenapa????
Matius 5:43-46
43: Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44: Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
45: Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan yang tidak benar.
Selama ini “mereka” selalu berkoar-koar sebagai agama yang penuh damai, agama yang membawa perdamaian dan agama yang disempurnakan… Tapi omong kosong semuanya. Kita lihat saja nanti, karena mereka tidak tahu siapa yang dilawan. Mereka pikir kita akan mudah terprovokasi seperti mereka, kita serahkan ini kepada Tuhan saja, biarkan Tuhan yang membalasnya.
Mungkin kita perlu juga mengajak saudara-saudara kita itu
jalan-jalan ke Kampungku di Pahae sana…disana banyak berdiri
mesjid yang setiap pagi membangunkan orang-orang dan sore harinya
mengingatkan orang-orang untuk pulang dari sawah dengan suara
Adzannya yang nyaring. Warga yang mayoritas Kristen disana tidak pernah meminta
KTP minimal 50 warga yang setuju (seperti diamanahkan SKB 3 menteri
yang kontroversial itu) apabila warga Muslim mau membangun Mesjid di
dekat pemukiman Kristen. Warga kristen disana tidak pernah bertindak
semena-mena terhadap warga muslim sekalipun kristen disana adalah warga
mayoritas.
sebenarnya yang mengganggu ketertiban itu siapa..????
yang berkoar koar 5 kali sehari itu siapa..????
sampai towa dipasang ke 8 penjuru angin.
Bertobat lah kalian hai saudaraku.. sebelum kalian ku tobatkan….
jangan takut sama hamba Tuhan..
kami datang membawa damai
makanya dukunglah propinsi tapanuli, siapa tahu indonesia ini dipaksa jadi satu agama, bisalah pulang dan berlindung ke tapanuli. dan tapanuli jadi negara berdaulat dmn toleransi dan pluralisme agama benar-benar dihargai dan hidup berdampingan dengan baik.
for siboto lungun:
propinsi tapanuli lagi
kapan pikiran bisa maju sih? membuat propinsi yang dikelilingi 3 daerah mayoritas muslim, gunung-gunung, dan samudera. apa untungnya?
Entahhh….. heran aku liatnya….. heppot kali dgn propinsi Tapanuli itu…….. Utk membangun Tapanuli…. bukan harus jd propinsi…. Saya rasa yg perlu digerakkan lagi program Marsipature Huta na Be…..
Dengan PD mengatakan
“Lingkungan Kami”
Klo nggak salah..
Klo salah tolong diperbaiki..
Lama sebelum terbentuk NKRI,,
Lebih dulu masuk agama Hindu di Indonesia..
Dengan Kerajaan2nya..
Semestinya merekalah pemilik sebenarnya tanah Indonesia..
Merekalah yang berhak berkata demikian..
Harusnya merekalah yang kita hormati sebagai pemilik lingkungan..
Apa mau dikata…
Sekarang telah bangkit banyak antikristus, memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh2 termasuk pada kita.
Siapakah pendusta itu?
Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus?
dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barang siapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.
Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.
Maka sekarang anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.
Amin.
Lengkapnya..
Baca 1 Yohanes 2 : 18-29
bagaimana, ya….sewaktu aku kecil di huta (mayoritas KRISTEN) aku TIDAK pernah diajarin utk menyudutkan AGAMA lain, tapi di halakion…..mereka DIAJARI utk menyudutkan…he..he….
Molo dang songon i, dang halakinon i ninna hamu da……
hei, antikris itu udah datang nggak perlu ditunggu lagi. kita aja yang nggak nyadari. coba pikir secara rasional:
1. tanda di dahi (666) itu bukan hurufiah, kalau hurufiah kita gampang mengenalinya, tapi tanda di dahi adalah ‘kerak’ pemujaan terhadap sang ‘naga’ yang hanya bisa dilihat oleh orang yang mengerti. nah tanda itu ada di dahi mereka (perhatikan secara cermat, orang-orang……. yang khusuk tunduk pada ………nya ada tanda hitam di dahinya)
2. ‘naga’ itu membuat seluruh dunia tunduk menyembah kepadanya dan patungnya. pikir lagi secara rasional: dengan cara apa seluruh dunia bisa tunduk menyembah kepada sang antikris itu? dengan kewajiban menyembah, beribadah, melakukan pemujaan ke arah yang ditentukan, melakukan ibadah dengan menghadap arah lain dianggap pemberontakan.
3. pengikut naga itu memegang sesuatu di tangan kanannya. dulu kita berpikir dari katolik akan datang sang antikris, karena mereka memegang rosario, kita tidak pernah berpikir bahwa para pembenci orang kristen memegang tasbih di tangan kanannya
4. pada abad permulaan hampir seluruh dunia menjadi Kristen, tetapi ketika datang sang naga itu, ekornya menyeret sepertiga bintang-bintang (umat Tuhan). lihatlah sekarang lebih dari sepertiga dunia telah menyembah ‘naga’ itu, antikris itu.
5. antikris itu membunuh dan memenggal orang-orang kristen dengan pedang. Siapa yang melakukan kebiadaban ini dengan pedang? hanya umat yang satu itu! Para pemuja “naga”
6. pikir lagi: siapa yang paling membenci orang kristen?
7. dan dari mana ‘naga itu berasal’ ? darimana antikris itu berasal? dari antara kita. Baca sejarah hidupnya: dia tahu sekali ajaran kristen, dan dia yang paling berani memutar balikkan ajaran ALkitab dalam kitab ajarannya.
JADI SODARA-SODARA TAHU KAN, SIAPA YANG SAYA MAKSUD “NAGA/ANTIKRIS/PATUNG NAGA” itu? Jadi waspadalah…waspadalah….
Berdoalah agar sistem perbankan syariah yang dianggap mampu memberi solusi di tengah krisi global ini tidak berhasil, sebab bila itu berhasil, maka kita, harus mengenakan tanda itu di dahi, di tangan, atau di tubuh kita, agar kita bisa berbelanja. Jadi itulah antikris yang sesungguhnya, bukan katolik, bukan MEE….Mereka sudah datang, jadi waspadalah, berjaga dan berdoalah….agar kita semua kuat.
ayo…dukung PRO-TAP
dark dbanditz siap ulangi perang salib.
Kalau HKBP kan kebaktiannya tenang, tentram, hikmat. Tidak sampai mengganggu tetangga.
Kalau Pentakosta? dengan band nya full audio, sound system. Terus suara yang besar sambil nangis-nangis di mike? bagaimana itu? saya kira mengganggu tetangga lho…
Kita juga perlu introspeksi.
Membandingkan HKBP dengan Pentakosta ibarat membandingkan jeruk dengan apel, ukurannya hampir sama tapi bentuk dan isinya berbeda. Sama-sama Kristen tapi tata atau ritual ibadahnya berbeda. Semua agama punya caranya sendiri untuk beribadah, ada yang hening, ada yang riang dan ada yang ‘menggelegar’ heheheh
, dan itu merupakan suatu kebebasan dalam beragama. Klo riang, dengan musik boleh ditoleransi, atau kalau sampai menggelegar pun (dan sepertinya bikin suara sebesar itu penuh kerja keras, speaker diletakkan setinggi-tinggi nya dan belum lagi harus tarik nafas dalam2 heheheh
), itu juga boleh ditoleransi tapi dengan kadar toleransi yang lebih tinggi
. Tapi untuk melarang untuk membangun rumah ibadah itu “TIDAK ADA TOLERANSI”, itu bukan hanya melanggar undang2 tapi juga HAM.
Lae ini keknya agak ga pernah ke gereja pantekosta yang di daerah agak padat penduduk..
Biasanya, dan setauku hampir semuanya dilengkapi peredam suara yang dibuat semaksimal mungkin supaya ga ganggu lae..
Kecuali yang di hotel2 ato gedung pertemuan, kan ga ganggu sapa2..
Cobalah tengok kalo gereja2 pantekosta di daerah jawa ni..
horas lae,
angka silom i pe songon i do
umgogo do baba ni halak i (ala ni mar toa i) sian hita (pantekosta)…
bandingkan dengan ini :
karena komunitas mereka (islam) sedikit dan jauh dari mesjid yang terdapat di kota besar, maka ada yang menawarkan agar gereja (kristen) dipakai untuk kegiatan2 mereka untuk menjalankan sholat dll (terutama bulan puasa). dan hal itu terjadi dengan tanpa gangguan, bahkan fasilitas fasilitas lainnya dapat mereka gunakan. itu terjadi di everett karena cukup jauh dari seattle (wa).
kasih memang harus tetap dikibarkan untuk menyadarkan ke-”dangkalan” kalau tidak mau disebut “hamokkuson ningolu”.
@dongan
Tidak maju? bah kawan, sesempit itukah pikiranmu. Hanya karena dijepit gunung dan laut, dan tetangga yg mayoritas muslim jadi ngeper. Udah keenakan rupanya anda di tempat kerja sekarang sehingga membayangkan balik dan membangun tapanuli seperti kehampaan.
Aku mau menjadi Gubernur Provinsi Tapanuli (atau apapun namanya kemudian …). Siapa mau mendukung?
Membantu, Memahami Agama Orang Lain ..???!!@#$%^&)(*&^%$#@!
Bukankah disamping untuk beribadah , tempat ibadah juga menjadi salah satu tempat belajar agama ???
kasihan yaaa..a mereka masih diliputi prasangka terhadap penganut agama lain apalagi mencurigai kalau ada umat beragama lain akan mendirikan tempat beribadah.
BUKANNYA membantu justru melakukan tindakan penolakan dan bahkan DESTRUKTIF !! atas nama Agamanya. Apa fanatisme sudah ada dalam penghayatan agama mereka? kalau memang ada ngeeeriii kali pun.
memang susah kali menghadapi masyarakat yang masih TUNA ADAB!!
MAYORITAS & KUANTITAS TIDAK MENJAMIN MOORALITASS !!!!
Holan sada do dalan nahuboto boi mamorangi on.
Ima, maju ma sude nian halak batak i.
Singkola sude satimbo-timbona. Molo dung maju sude, hita ma mangatur indonesia on.
Jadi di hamu angka dongan, hita bantu hamu ma angka parsingkola sian huta. Asa unang tetap peta kemiskinan hutanta i.
Hita lehon na boi tarlean hita, materi dohot pingkiran.
Horas ma tu luhut…
TUHAN DIPIHAK KITA,SIAPA YANG BISA MELAWAN KITA?
Jadi jangan takut sama kaum mayoritas,
mereka mayoritas di Indonesia tapi tidak di dunia.
kita tidak bisa melawan ataupun berontak,
biarlah Tuhan jadi lawan mereka.
Kuasa Iblis memang sangat terasa di negeri tercinta Indonesia.
Shalom,
Horas di hamu saluhut na.
Benar apa yang saudara Yudi katakan diatas, bahwa sang Naga sudah datang, dan kita dapat mengetahui nya dengan cara mereka sembah. Dan benar hampir semua di timur tengah dipaksakan menjadi pengikut sang Naga. Karena dahulu timur tengah adalah mayoritas Kristen, tetapi sang Naga datang dengan pedang nya, merampok hak hidup pengikut Kristus.
Kita harus yakin kan kepada diri kita, bahwa kita tidak boleh gentar atau takut kepada sang Naga jika kita terancam menjadi pengikut Kristus. Jangan seperti si Judas iskariot yang rela menjual Tuhan untuk menjadi pengikut sang Naga itu.
Jika saudara-saudara ingin mengetahui sepak terjang sang Naga terhadap pengikut Kristus, saudara bisa membaca nya pada link di bawah ini.
* http://trulyislam.blogspot.com/
* http://www.faithfreedom.org/
Mereka katakan bahwa mereka toleran sekali kepada kita jika mereka berada di dunia international atau di tempat mayoritas Kristen, tetapi jika kit aberada di tempat mereka, habis lah kita.
Saudara-saudara kita di Mandailing pun telah di rampok hidup nya oleh pengikut sang Naga ketika tahun 1800-an, dan mereka pun di hadapkan oleh 2 pilihan, ikut sang Naga maka selamat, tidak ikut berarti mati.
Dan kita pun harus bersukur kepada Tuhan, Naga tersebut tidak bisa menguasai tanah utara, dan datang lah utusan Tuhan dari negri jauh untuk memberitakan keselamatan dari Tuhan, Haleluya.
Maka saya hanya berpesan, jangan tinggalkan Tuhan, karena Tuhan tidak pernah meniggalkan kita. Dan jangan lah seperti si Judas Iskariot, yang rela menjual Tuhan demi harta dunia, karena Tuhan lah sumber kehidupan kita.
Ingat lah akan apa yang di katakan Daud. Tuhan adalah gembala ku, tak akan aku kekurangan, amen.
UDAH LAH EMANG BEGITU CARA MEREKA UNTUK MENEKAN KITA, BUKAN CUMA ITU. BAHKAN KALIAN SUDAH TAU KALAU BANYAK GEREJA DI LEMPARI, DI RUSAK BAHKAN DIBAKAR. LEBIH BAIK KITA MEMIKIRKAN BAGAIMANA CARANYA SUPAYA JEMAAT KITA BERTAMBAH……..DAN IMAN KITA SEMAKIN BERSATU ANTARA SESAMA JEMAAT. ANGGAPLAH ORANG YANG BIKIN SEPANDUK ITU ORANG YANG IRI DENGAN KITA.
rasanya yang memasang spanduk bukan muslim, tapi orang sesat
saya koq sangat yakin kalo orang endonesya yang beragama tidak mungkin melakukan pemasangan spanduk begitu… paling keturunan jahiliyah dari arab!
@arif
Yap, semoga saja bukan muslim yang pasang.
Tapi anehnya.., orang muslim yang ada di sekitarnya kok diam saja ya namanya di catut untuk ketidakbajikan???. Kalo memang bukan muslim, kenapa spanduknya tidak di copot sama mereka??. Walahuallam..
Janganlah mencari kambing hitam dari arab, banyak sekali kambing hitam di negeri sendiri kok!.
Hmmm…
sebelum berdebat di situs-situs yang ditulis pada komentar-komentar diatas, baiknya yuk kita pelajari dulu sisi pemahaman lain di
http://www.jalan-lurus.tk
Jalan Bang….
Sebelum berjibaku dalam situs-situs yang ditulis pada komentar-komentar di atas, baiknya kita pelajari dulu yuk sisi pemahaman lain di Lingkar Studi – Jalan Lurus
Jalan Bang….
pentakosta apa pantekosta ya…
yang ribut-ribut itu.
Yang menggelegar, kemudian menangis-nangis, terus menggelegar lagi. Barr..
Kemudian tetangga sebelah yang konghucu datang menghampiri dan bertanya,”ada yang meninggal ya?”. Ini contoh nyata loh.
Kita berdoa kepada Tuhan, dalam hati pun diucapkan, Tuhan tahu, Tuhan dengar.
[...] diambil dari Kartun Orang Batak dengan seijin yang [...]
Yoh 14:17 “yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”
Apapun yang dunia lakukan kepada kita, anak-anak Tuhan, tetaplah mengasihi mereka. Tuhan berfirman :
Luk. 6:32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
Luk. 6:33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian
Bagian kita, orang yang percaya kepada Tuhan adalah TETAP mengasihi setiap orang yang ada didunia ini dengan tidak jemu-jemu dan setulus hati, apapun kondisinya!, karena dari situlah dunia melihat kemuliaan Allah Bapa dalam diri kita orang percaya. dari situlah dunia melihat pancaran Kasih Kristus yang keluar dari diri kita.
Lalu bagaimana kita dapat mengasihi mereka?
Pembalasan adalah hak Tuhan, berdoa dan berkati orang yang membenci kita dengan tulus hati, konsen kita ke Tuhan, bukan ke manusia. Kalau kita konsen ke Tuhan, PASTI Kasih Setia-Nya yang besar dan mengagumkan itu akan kita rasakan, dan otomatis pancaran Kasih itu akan keluar dari diri kita untuk orang lain.
pada akhirnya Pilihan jatuh pada kita sendiri, HAL SEPERTI KASUS DIATAS ini sudah tertulis di Alkitab, dan Tuhan Yesus sudah mengingatkan kita untuk berjaga-jaga. Maksudnya disini berjaga bukan untuk membela Tuhan. Dia tidak perlu dibela!! kekuatanNya tidak kurang dahsyat untuk membinasakan orang-orang fasik, tanganNya tidak kurang panjang untuk menolong kita yang tertindas, KasihNya tidak kurang Besar untuk menyertai kita. Berjaga-jaga adalah bagaimana kita tetap berjalan bersama-Nya dalam kehidupan iman kita, bagaimana kita membalas apa yang sudah Dia berikan kepada kita karena Kasih-Nya, bayangkan Raja segala raja, Allah Yang Maha Kuasa, Maha KUDUS, Pencipta Alam Semesta, MAU dengan KERENDAHAN HATI turun ke dunia mengambil rupa seorang hamba untuk menyelamatkan MILIKNYA, semua itu DIa lakukan karena KASIH, Kasih Anugerah.
intinya, Tugas kita adalah mengenalkan Kasih Setia Tuhan yang Besar itu kepada sesama kita. Berapapun harganya!
Tuhan memberkati
Mari bersama berjuang!! ^^
Di kampung kita yang notabene mayoritas kristen, mesjid bebas bertebaran dimana-mana (ini fakta bung! Boleh dicek wahai saudaraku muslim!)…tapi kok ya kami di rantau diperlakukan tidak adil? Perih….