Pasar Senen, Jakarta

11 03 2009

pasar-senen


Aksi

Information

22 responses

11 03 2009
Charly Silaban

Tapi ada seninya kulihat para tukang jaja monza yang di senen itu.. bagaimana trik-trik mereka untuk menarik perhatian pembeli. Ada yg seolah bersandiwara, ada yg bernyanyi, ada yang melucu, yg pasti semuanya dgn suara lantang tanpa mic. Amazing…

12 03 2009
gurpaq

saya selalu salut ama2 inang2 serta amang2 yg dagang disana,benar kata yg diatas gw,suaranya harus lantang,mencari perhatian pengunjung soulny dpat bngt deh…..saluuuuuuuuuut buat mereka….HORAS EUY!!!

12 03 2009
amrin

itulah hebatnya halak kita… kalau di senen itu kan sebenarnya besaing nya mereka sama orang padang, orang padang pake mik, halak kita cukup dengan teriakan maut…

12 03 2009
bocahbancar

Memang seperti itu ya kenyataannya..??

HOhohoho…

Salam Bocahbancar…..

13 03 2009
Pandulo

Aku pernah ke pajak porsea, ada mama-mama nawar terlalu rendah, inang partiga2 itu langsung bilang..:” Eee…..lat tu langit hamu dang dapot muna songoni argana” (Kelangitpun anda tak bakal dapat harga seperti itu).

Bah fuang….entah siapa pula di langit martiga-tiga…..(hehehe)

15 03 2009
supini sofia siahaan

aku belum pernah ke pasar senen.. tapi yang pasti semua pasar samalah bisingnya…. kalo soal suara keras tanpa mic itulah kelebihan orang batak. hidup orang batak.. HORAS..

16 03 2009
gurpaq

cobalah main ke pasar senin…sekalian main kesana bah pasti seru..lagian siapa tau nemu baju bagus disana,atau mungkin saja ketemu jodoh dipasar senin….

16 03 2009
tobakartun

Sorry bang.
Kayaknya kualitas kartun abang belakangan ini mulai menurun. Apa karena kesibukan sehari2. Saya kuatir nanti seperti puisi Chairil Anwar : ” Sekali berarti, sudah itu mati.

Terus berkarya bang. Terutama teknis menggambarnya itu, masih belum memadai. Kayak gambar anak sekolah Minggu. Sorry. tapi ini untuk memacu.
Karena pujian bisa juga jadi racun.

17 03 2009
Wilton Repply Marbun

@gurpaq
Jgn mengatakan “inang-inang” Cukup katakan saja inang. Karena akan lain pengertiannya.

20 03 2009
Lambas Sihaan

Kartun sampah. Kagak ada bagus2nya. Kartunisnya musti banyak belajar menggambar lagi sama anak Sekolah Dasar. Nggak bermutu

23 03 2009
gandhim
26 03 2009
minggu

ho lambas songon na menantang do ho tu au bah

baen ma jolo gambar kartun mu
songon dia rupana na bagak di ida ho…

27 03 2009
812417d0

@lambas
bro, kayaknya bisa dengan bahasa yg lebih sopan…

30 03 2009
Lambas Siahaan

@ minggu

Namanya sih, Minggu. Tapi kelakuan : Jum’at.

30 03 2009
simbolon_par-pahae

@Lambas
Diboto lae do lapatanni goarmi???
Lambas ma lae marroha (songon goarni lae i)…asa dapot tua lae sian Tuhan i. Kalo lae memang orang terpelajar dan kami adalah orang bodoh dan tak punya sekolah (seperti komentar lae di “Jangan Bohong Kau!”), berilah kalimat yang lebih bagus untuk mengkritik orang supaya lae kelihatan orang yang terpelajar…kasilah contoh buat kami-kami yang bodoh ini lae…atau karena lae terlalu pintar jadi ga ngerti lagi cara mengkritik yang baik???
salam damai…
Horas…

3 05 2009
Gala_ren

Na hacit do hamu lae??
(Kamu sakit ya lae,,itu yang diajarin ya??nggak menghargai karya orang lain)
Pantas aja..

9 09 2009
no

GAmbarnya kuraaaaaaang….

copetnya kok gak ada?

13 09 2009
rodrymikhael

biasanya kalau aku ke pasar senen, aku perginya pedagang buku yg di dekat terminalnya itu (maklum mahasiswa), apalagi yg jual kebanyakan orang2 batak…. jadi sebelum beli buku biasanya bertarombo dulu… siapa tahu semarga atau tulangku, terus mudah2 an bisa dikasi setengah harga sambil bilang ke si penjual : “toe ma tulang, lehon ma di ahu satonga arga, ai apala berem do ahu on, simanjuttak do omakku…” hahahaha….

21 07 2010
annes

Kartunnya bagus, menggambarkan sebagian kehidupan di senen, terus berkarya ya lae.

25 11 2010
balgaucok

inti dr kartun adalah penyampaian idenya..

gak usah pake nama Lambas Siahaan lah kawan, aku yakin km bukan org batak.

8 03 2013
sania

wowwwwwww

8 03 2013
sania

bgszzz bgt ada orang yg dijual yaaaa hehehehehehehehhehehehehehe3h

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: