Sebuah gereja di Negara Bagian Wisconsin, Amerika Serikat timur laut, telah memperkenankan umat Islam melaksanakan shalat dua kali sehari.
“Kami merasa berterima kasih kepada gereja itu,” kata Ajaz Qhavi, seorang tokoh Islam setempat.
Gereja Presbiterian di Kota Franklin, Wisconsin selatan, itu telah mengijinkan kaum Muslimin setempat melaksanakan shalat sebanyak lima hari dalam sepekan, tulis Journal Sentinel, seperti dilaporkan IINA.
Sejak pekan lalu, kaum Muslimin berkumpul di ruagan Sekolah Minggu gereja itu untuk melaksanakan shalat Subuh dan Isya.
Pusat Islam Milwaukee membayar biaya sewa untuk menutup pengeluaran gereja. Langkah tersebut diambil sehubungan tak adanya mesjid terdekat di kawasan itu.
Para jemaah biasanya shalat di mana saja, seperti di rumah, di luar rumah, bandara, kata Isa Sadlon, Direktur Eksekutif Pusat Islam Milwaukee.
Namun demikian, banyak umat Islam lebih suka shalat berjamaah dan lima perjalanan per hari ke mesjid sangat membebani pengeluaran mereka, kata mereka.
Tempat shalat tersebut, kata Sadlon, memungkinkan mereka untuk memenuhi kewajiban mereka dan jaraknya dekat dengan rumah atau tempat kerja mereka. Di Kota Franklin, kini terdapat sekitar 150 keluarga Muslim.
Sebuah terobosan yang luar biasa. Dengan toleransi seperti ini, jika di aplikasikan di berbagai tempat tentu berbagai ketegangan berisu SARA tidak perlu terjadi.
Sumber : Antara/VM
http://www.jawaban.com/news/news/detail.php?id_news=081201130343





Wah…salut juga dengan orang Amerika ya…
Seandainya di Indonesia juga bisa begitu, saya rasa tak bakalan ada lagi konflik dengan isu agama.
Berdoa yuk…biar di negara kita seperti itu juga..
Amin…Amin…Amin…..
Salam kenal.
Saut
http://kesugihen1607.wordpress.com
Info ini sangat bermanfaat untuk membangun kerukunan antar umat beragama. Sudah saatnya kita membangun peradaban baru, sebuah peradaban yang benar2 bisa menerima setiap perbedaan.
Akan tetapi perjuangan ke arah itu tentu saja tidak semudah membalik telapak tangan karena masih ada pemikiran2 sempit dari tokoh2 agama seperti larangan menggunakan kata Allah dalam kitab Injil di Malaysia, tentu pertanyaan yang menggoda…
Apakah “Allah” itu Hanya Milik Umat Islam?
Masih ada beberapa state lagi selain Wisconsin yang melakukan hal seperti itu, dan seluruh statepun tidak akan berbeda dari state Wisconsin.
Udah pernah dengar gak masjid jadi tempat misa/kebaktian?
Ada!
(tapi boong)
Kerukunan yg patut dicontoh.
http://VidRicSimamora.com
ahh indahnya
kereeennn !
Indah nya suatu perdamaian akan selalu terwujud bila tanpa embel-embel didalamnya semoga…Hanya Tuhan yang tahu niat dari orang…yang baik berbuah baik yang salah berbuah salah…..
waduuh indahnya kl di Indonesia bisa seperti itu
salut!
kapan indonesia spt ini?
gerejanya aja ga boleh dibangun, gimana ente mau numpang ????????
Suatu bukti bahwa Gereja adalah jalan yang benar menuju Sorga.
hidup rukun berdampingan, indah tapi ada aja nggak suka damai, sukanya memprovokasi, memancing di air keruh, dasar tuh manusia penghasut, seperti komen yg terdahulu
Ago fuang…di sana muslim bisa ibadah di Gereja……….di sini utk tanda tangan SK pendirian gereja aja uda haarrrraaaammmm…..hik ..hik..hik sedih aku….
kapan yah di indonesia..??
mungkin masih menjadi suatu hal yang mustahil…
salam,
bonar
Ironisnya, hal seperti itu lebih sering mereka pandang sebagai sebuah KEMENANGAN daripada sebuah wujud kebaikan.
Hati-hati pihak gereja. Pertama2 umat islam akan sewa, tapi setelah itu gereja itu jadi milik mereka dan dijadikan mesjid. Di Inggris pada awal tahun 80-an gereja berjumlah 80.000 di seluruh Inggris. TAPI, sekarang gereja tinggal 40.000an. Sebagian besar sudah jadi Mesjid.
Bagus tapi salah besar.
Gereja adalah rumah Tuhan bukan rumah ALLAH.
ALLAH adalah dewa yang disembah bangsa Arab sebelum islam ada.
Kata ALLAH diadopsi dari bahasa Arab.
Sebaiknya penggunaan kata allah dalam Alkitab diganti dengan kata YAHWE. YEHOVA, EL SADAI, BAPA.
Suatu sikap toleransi yang cukup menggugah hati dan dapt dicontoh oleh para pemimpin Amerika yang kurang peduli dengan pelaksanaan ibadah agama , sehingga sering kebijakan Amerika bertentangan dengan toleransi beraagama yang universal , seperti betapa mereka membiarkan Israel menghancurkan Palestine
@ Rahmaludin
nggak nyambung tuh bossss!
Amerika gak seperti Indo, kebijakan negaranya gak ada sangkut paut sama agama.
Jangan berpikir pakai cara berpikirmu buat menilai orang lain.
Ketahuan tololnya…
heheehe
@ fery
kkkkkkkkkkk
“ketahuan tololnya” kkkkkkkkkkkkkeren
asik bro kata2nya….. ada lagi kagak……
“Hati-hati pihak gereja. Pertama2 umat islam akan sewa, tapi setelah itu gereja itu jadi milik mereka dan dijadikan mesjid. Di Inggris pada awal tahun 80-an gereja berjumlah 80.000 di seluruh Inggris. TAPI, sekarang gereja tinggal 40.000an. Sebagian besar sudah jadi Mesjid.”
<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<bagi saya sebagai orang kristen tempat bukan jadi malasah…..
ada yg lebih suci dari sebuat tempat yaitu bait……..
bait ALLAH:Adalah tubuh mu sendiri!!!
Mw jadi mejid ke mw jadi karoukean ndak masalah!!!!!!
Walaupun di indonesia susah bangun gereja saya cukup bersukur!!!
Di cina untuk baca alkitab aja susah!!!!
saya termasuk orang yg beruntung masih bisa baca alkitab masih bisa beribadah, walaupun bukan di gedung gereja, hanya sebuah bangunan yg disewa!!!
Tapi tetap bersyukur!!!!!!!!!!!!!!!!!!
MERDEKA!!!!!!!!!!!!!
klo disini gereja malah dibakar-bakarin oleh kaum muslim
http://www.denioktora.com
kita lihat saja saat kebenaran itu terungkap. Entah saat mati atau saat mendapat Hidayah dengan terus mencari kebenaran itu.