Pertamax…!!
Bah… bah… aha salah ni si blekky on…? Amangoi amang haccitnai….! Ai kenapa didanggur ulunya si blekky sampai bonyokkk? Unang talu ho blekky….. pittor harat attong, asa hona rabies amattai…. wakakakakk.
Btw… Lucu dehh…. setiap ito Jeph menggambar “pilo” ( pinahan lobu ) kenapa ekornya selalu melintirrr…? Adong do artini i ito? ….
kacian ya kalo liat guk2 di aniaya..padahal meong yang mereka anggep mahluk kesayangan Nabi, eh malah suka nyolong ikan, dan suka nyakar….padahal guk2 itu bisa diajarin sopan santun…HidUP Guk2 and PiggY…PiGGy itu Enak kali…apalagi di panggang plus pake Sambel ijo yang ada andalimannya…ugh yummy…
horas…..salam kenal, saya baru pertama kali berkunjung ke situs ini…lucu dan seger ceritanya, cuma kalau boleh saran, tetaplah berhati2 dalam membuat komentar, jangan sampai “menyakiti” perasaan kelompok tertentu, karena Tuhan Yesus juga mengajarkan kita untuk mengasihi sesama, uuppsss…maaf…saya ga maksud apa2, ok deh, thanks ya lae atas kartun dan cerita2nya yg menyegarkan…tetap semangat dan sukses, mauliate godang, JBU
Perkataan “lae” biasanya hanya diperuntukkan sesama orang batak. Tetapi tak apa2lah jaman sudah berubah.
Ini kutipan2nya berdasarkan sumber Islam sendiri. Pesan saya, tidak usah bermain ditafsiran, karena pada waktu hadits ini dikatakan, saya yakin tidak sedang tafsir-menafsir.
[11]. HEWAN YANG DIPERINTAHKAN AGAMA SUPAYA DIBUNUH
“Dari Aisyah berkata: Rasulullah bersabda: Lima hewan fasik yang hendaknya
dibunuh, baik di tanah halal maupun haram yaitu ular, tikus, anjing hitam.”
[Hadits Riwayat Muslim no. 1198 dan Bukhari no. 1829 dengan lafadz
"kalajengking: gantinya "ular"]
Imam ibnu Hazm mengatakan dalam Al-Muhalla (6/73-74): “Setiap binatang yang
diperintahkan oleh Rasulullah supaya dibunuh maka tidak ada sembelihan baginya,
karena Rasulullah melarang dari menyia-nyiakan harta dan tidak halal membunuh
binatang yang dimakan” [Lihat pula Al-Mughni (13/323) oleh Ibnu Qudamah dan
Al-Majmu' Syarh Muhadzab (9/23) oleh Nawawi]
“Artinya : Dari Ummu Syarik berkata bahwa Nabi memerintahkan supaya membunuh
tokek/cecak” [Hadits Riwayat. Bukhari no. 3359 dan Muslim 2237). Imam Ibnu Abdil
Barr berkata dalam At-Tamhid (6/129) : “Tokek/cecak telah
disepakati keharaman memakannya”.
Diatas cuma disebut tiga. Menurut sumber lain :
2) hewan yang tidak bernaluri buas, namun bisa menjadi buas kalau diganggu, seperti anjing dan kucing. Hewan jenis ini bila membahayakan atau mengganggu ketertiban umum, bisa dibunuh, seperti anjing yang menyerang orang, atau anjing gila, atau kucing yang memangsa hewan ternak dan piaraan.
3) hewan yang membahayakan manusia dan sering hidup ditengah populasi manusia, seperti ular, kalajengking. Hewan jenis ini dianjurkan untuk dibunuh dalam kondisi apapun. Dalam sebuah hadist nabi pernah bersabda “Lima jenis hewan yang harus dibunuh, baik di tanah haram maupun di tanah biasa, yaitu : ular, kalajengking, tikus, anjing buas dan burung rajawali” (H.R. Abu Daud) dalam riwayat lain disebutkan juga burung gagak.
4) Hewan yang tidak membahayakan, namun dianjurkan untuk dibunuh seperti cicak dan tokek, karena menurut riwayat ketika nabi Ibrahim dihukum bakar olah raja Namrud, binatang ini ikut meniup apinya. (H.R. Bukhari, Ibnu Majah, Ahmad)
Saya sendiri bukan pemelihara anjing sejati. Dalam artian, bukan penggemar. Tapi pernah piara waktu SMU dan waktu kuliah. 2 anjing yang beda, tapi sama setianya. Meski tak pernah saya usap2, sayang pulak saya sama anjing2 itu. Setianya mungkin lebih dari manusia
Tentang ajaran Islam yang mengatakan demikian, sebenarnya tidak tepat benar. Entahlah ya, ini pemahaman Islam di kampung halaman saya di Aceh sini. Bahwa anjing hitam jaman dulu mesti dibunuh, karena ada penyakit anjing gila (namanya rabies belum dikenal, IMHO) saat itu. Hadist itu memang tak bisa ditafsir, tapi juga bukan monopoli pihak yang anti pada anjing saja.
Tentu saja argumen saya ini bisa dianggap pembenaran. Tapi itu pemahaman yang saya dapat. Adapun orang2 pantengong yang memegang ajaran demikian dengan taqlidnya, sebenarnya malah tak paham benar tentang agamanya sendiri. Setidaknya di sini lho, saya tidak berbicara Islam dalam definisi ala laskar-laskaran bersorban itu. Karena di kampung2 saja, banyak orang berladang yang piara binatang setia itu
Saya juga mengkritik pola pikir sempit ala kaum radikal itu di postingan ini.
BTW, sejumlah hadist diatas itu, setahu saya sanadnya dhaif alias lemah. Bukhari-Muslim sendiri bukannya tidak rentan dari kelemahan merawikan hadist yang memang lebih pada sistem dari mulut ke mulut itu
hahaha….Lucu kartunnya. I like it much…
Tapi harusnya si babinya seneng donk, kan kalo ga ada yang mao makan dia jadi bisa tetep idup, ini koq malah sedih hehehe….
Buat bang jephman, sukses selalu dan terus berkarya…
kenapa sie hrs d bahas??sudahlah..
toh ni Indonesia yg mengijin’kan 5 agama d negaranya..
saya emg krg setuju dg adanya isu Indonesia mw d jadikan negara Islam,,
tp yg perlu qt ingat sebagai manusia d Indonesia marilah bersatu..
ada kan organisasi yg isinya semua pemeluk agama yg berbeda..dan mereka bersatu ko..tidak ada celaan..
apa pun ras kita,apa pun agama kita,patutlah qt bersatu..
Islam memiliki kepercayaan yg harus d jalani..
begitu jg agama lain..tak usah lah meributkan hadist..toh agama lain jg punya hadist bagi mereka sendiri..
mari jalani perintah Tuhan qt menurut agama qt masing-masing..
tanpa harus menyela atau pun berkomentar tentang agama lain..
toh yg tau ttg hadist masing-masing agama adalah pemeluk agamanya masing-masing juga..
Pertamax…!!
Bah… bah… aha salah ni si blekky on…? Amangoi amang haccitnai….! Ai kenapa didanggur ulunya si blekky sampai bonyokkk? Unang talu ho blekky….. pittor harat attong, asa hona rabies amattai…. wakakakakk.
Btw… Lucu dehh…. setiap ito Jeph menggambar “pilo” ( pinahan lobu ) kenapa ekornya selalu melintirrr…? Adong do artini i ito? ….
kacian ya kalo liat guk2 di aniaya..padahal meong yang mereka anggep mahluk kesayangan Nabi, eh malah suka nyolong ikan, dan suka nyakar….padahal guk2 itu bisa diajarin sopan santun…HidUP Guk2 and PiggY…PiGGy itu Enak kali…apalagi di panggang plus pake Sambel ijo yang ada andalimannya…ugh yummy…
Bang Jephman , kasian kali si blekky itu, padahal dongan ni halak i do i. Kan molo si blekky tong do mar poligami.
Nendang kali ini postingan, bah!
Mantafffff nian lae Jephman….
mudah2an bisa jadi pencerahan buat mereka yg benci si blecky….
gabe taringot ahu dohot si blecky ku di huta ..
“Kupunya anjing kecil ”
“kuberi nama blecky”
“blecky”
“guk guk”
“kemari”
“guk guk”
“ayo lari lari “
ito jeph,
kalo gambar halak silom, tak pernah lupa gambar jenggotnya..
hehehe..
ciri khas wajib tampaknya..
iya nampak ga punya alat cukur…mirip kambing y…
Curhat si bleki ya jep. Wakkakakakaak
Anjing binatang satu satunya yg paling setia kepada Manusia!
horas…..salam kenal, saya baru pertama kali berkunjung ke situs ini…lucu dan seger ceritanya, cuma kalau boleh saran, tetaplah berhati2 dalam membuat komentar, jangan sampai “menyakiti” perasaan kelompok tertentu, karena Tuhan Yesus juga mengajarkan kita untuk mengasihi sesama, uuppsss…maaf…saya ga maksud apa2, ok deh, thanks ya lae atas kartun dan cerita2nya yg menyegarkan…tetap semangat dan sukses, mauliate godang, JBU
yang suruh membunuh si blecky siapa lae…?
@ Daeng Limpo
Perkataan “lae” biasanya hanya diperuntukkan sesama orang batak. Tetapi tak apa2lah jaman sudah berubah.
Ini kutipan2nya berdasarkan sumber Islam sendiri. Pesan saya, tidak usah bermain ditafsiran, karena pada waktu hadits ini dikatakan, saya yakin tidak sedang tafsir-menafsir.
[11]. HEWAN YANG DIPERINTAHKAN AGAMA SUPAYA DIBUNUH
“Dari Aisyah berkata: Rasulullah bersabda: Lima hewan fasik yang hendaknya
dibunuh, baik di tanah halal maupun haram yaitu ular, tikus, anjing hitam.”
[Hadits Riwayat Muslim no. 1198 dan Bukhari no. 1829 dengan lafadz
"kalajengking: gantinya "ular"]
Imam ibnu Hazm mengatakan dalam Al-Muhalla (6/73-74): “Setiap binatang yang
diperintahkan oleh Rasulullah supaya dibunuh maka tidak ada sembelihan baginya,
karena Rasulullah melarang dari menyia-nyiakan harta dan tidak halal membunuh
binatang yang dimakan” [Lihat pula Al-Mughni (13/323) oleh Ibnu Qudamah dan
Al-Majmu' Syarh Muhadzab (9/23) oleh Nawawi]
“Artinya : Dari Ummu Syarik berkata bahwa Nabi memerintahkan supaya membunuh
tokek/cecak” [Hadits Riwayat. Bukhari no. 3359 dan Muslim 2237). Imam Ibnu Abdil
Barr berkata dalam At-Tamhid (6/129) : “Tokek/cecak telah
disepakati keharaman memakannya”.
sumber : http://groups.yahoo.com/group/Halal-Baik-Enak/message/7958
Diatas cuma disebut tiga. Menurut sumber lain :
2) hewan yang tidak bernaluri buas, namun bisa menjadi buas kalau diganggu, seperti anjing dan kucing. Hewan jenis ini bila membahayakan atau mengganggu ketertiban umum, bisa dibunuh, seperti anjing yang menyerang orang, atau anjing gila, atau kucing yang memangsa hewan ternak dan piaraan.
3) hewan yang membahayakan manusia dan sering hidup ditengah populasi manusia, seperti ular, kalajengking. Hewan jenis ini dianjurkan untuk dibunuh dalam kondisi apapun. Dalam sebuah hadist nabi pernah bersabda “Lima jenis hewan yang harus dibunuh, baik di tanah haram maupun di tanah biasa, yaitu : ular, kalajengking, tikus, anjing buas dan burung rajawali” (H.R. Abu Daud) dalam riwayat lain disebutkan juga burung gagak.
4) Hewan yang tidak membahayakan, namun dianjurkan untuk dibunuh seperti cicak dan tokek, karena menurut riwayat ketika nabi Ibrahim dihukum bakar olah raja Namrud, binatang ini ikut meniup apinya. (H.R. Bukhari, Ibnu Majah, Ahmad)
sumber: http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=920&Itemid=30
Beh, kok hapal kali bang jephman ini soal-soal ginian?
kalo main bikin tanpa fakta, asal bunyi itu namanya
Ahahaha… kocak…kocak kartunnya Bung Jephman
Saya sendiri bukan pemelihara anjing sejati. Dalam artian, bukan penggemar. Tapi pernah piara waktu SMU dan waktu kuliah. 2 anjing yang beda, tapi sama setianya. Meski tak pernah saya usap2, sayang pulak saya sama anjing2 itu. Setianya mungkin lebih dari manusia
Tentang ajaran Islam yang mengatakan demikian, sebenarnya tidak tepat benar. Entahlah ya, ini pemahaman Islam di kampung halaman saya di Aceh sini. Bahwa anjing hitam jaman dulu mesti dibunuh, karena ada penyakit anjing gila (namanya rabies belum dikenal, IMHO) saat itu. Hadist itu memang tak bisa ditafsir, tapi juga bukan monopoli pihak yang anti pada anjing saja.
Tentu saja argumen saya ini bisa dianggap pembenaran. Tapi itu pemahaman yang saya dapat. Adapun orang2 pantengong yang memegang ajaran demikian dengan taqlidnya, sebenarnya malah tak paham benar tentang agamanya sendiri. Setidaknya di sini lho, saya tidak berbicara Islam dalam definisi ala laskar-laskaran bersorban itu. Karena di kampung2 saja, banyak orang berladang yang piara binatang setia itu
Saya juga mengkritik pola pikir sempit ala kaum radikal itu di postingan ini.
BTW, sejumlah hadist diatas itu, setahu saya sanadnya dhaif alias lemah. Bukhari-Muslim sendiri bukannya tidak rentan dari kelemahan merawikan hadist yang memang lebih pada sistem dari mulut ke mulut itu
Tapi, ya… saya suka kartunnya itu. Nyentil
hahaha….Lucu kartunnya. I like it much…
Tapi harusnya si babinya seneng donk, kan kalo ga ada yang mao makan dia jadi bisa tetep idup, ini koq malah sedih hehehe….
Buat bang jephman, sukses selalu dan terus berkarya…
kenapa sie hrs d bahas??sudahlah..
toh ni Indonesia yg mengijin’kan 5 agama d negaranya..
saya emg krg setuju dg adanya isu Indonesia mw d jadikan negara Islam,,
tp yg perlu qt ingat sebagai manusia d Indonesia marilah bersatu..
ada kan organisasi yg isinya semua pemeluk agama yg berbeda..dan mereka bersatu ko..tidak ada celaan..
apa pun ras kita,apa pun agama kita,patutlah qt bersatu..
Islam memiliki kepercayaan yg harus d jalani..
begitu jg agama lain..tak usah lah meributkan hadist..toh agama lain jg punya hadist bagi mereka sendiri..
mari jalani perintah Tuhan qt menurut agama qt masing-masing..
tanpa harus menyela atau pun berkomentar tentang agama lain..
toh yg tau ttg hadist masing-masing agama adalah pemeluk agamanya masing-masing juga..
salam damai
@ CEPI
TIDAK ADA ASAP ALAU TIDAK ADA API.
ORANG TIDAK AKAN BAHAS KALAU MUSLIM SENDIRI TIDAK USIL DENGAN AGAMA LAIN.