Pemkab Purwakarta Cabut Izin Gereja Katolik Stasi Santa Maria
23 10 2009Berbagai alasan digunakan agar gereja tidak berdiri, saya jadi ingin tahu berapa tanda tangan yang diperlukan untuk membangun diskotik, panti pijat dan bar ?
==============================================
Purwakarta – Izin pendirian gereja Katolik Stasi Santa Maria yang akan dibangun di Desa Cinangka, Kecamatan Bungur Sari dicabut oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Pendirian gereja Katolik Stasi Santa Maria tersebut sejak semula telah mengantongi surat izin pendirian tempat ibadah umat nasrani dan telah ditandatangani oleh Bupati Dedi Mulyadi
Jaenal Arifin, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Purwakarta, Senin (18/10), mengatakan surat pencabutan izin tersebut bernomor 503/2601/BPMPSP/X/2009 tertanggal 16 Oktober 2009, tentang Pencabutan Persetujuan Izin Prinsip Rumah Ibadah Katolik Stasi Santa Maria yang ditandatangani langsung Bupati Dedi Mulyadi, seperti dikutip Kompas Interaktif.
Lebih lanjut Jaenal menjelaskan bahwa pencabutan surat izin tersebut didasarkan pada hasil survei lapangan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan Departemen Agama Kabupaten Purwakarta.
Persyaratan khusus pemberian izin pembangunan suatu rumah ibadah memiliki jemaah minimal 40 orang juga telah dipenuhi,”ujar Jaenal.
Namun, dalam persyaratan teknis, diwajibkan mendapatkan persetujuan minimal 60 warga di lingkungan lokasi rumah ibadah itu akan dibangun, izin RT dan RW serta dukungan masyarakat sekitar yang disertai KTP dan IMB. “Dalam perkembangan terakhir, persetujuan warganya hanya 45 orang,” tukas Jaenal. “Makanya dianggap cacat.”
Hadi, salah seorang panitia pembangunan gereja Stasi Santa Maria, enggan berkomentar banyak prihal pencabutan surat izin pembangunan gereja oleh Bupati Purwakarta tersebut. “Kami tidak akan mengambil tindakan apa pun, karena persoalannya sudah diserahkan kepada pihak pengacara,” ujar Hadi.
Ketua Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ), Theophilus Bela mengatakan kepada Kristiani Pos, Selasa (20/10) dengan tegas membantah adanya penolakan warga terhadap rencana pembangunan gereja Stasi Santa Maria di Purwakarta, yang mengakibatkan Bupati Purwakarta mencabut izin pembangunan.
Theophilus Bela juga mengutip keterangan yang diperoleh dari Romo Agustinus Made, Kepala Paroki Salib Suci yang menyebutkan bahwa izin pendirian gereja tersebut telah mendapat dukungan tanda tangan dari 60 warga. Namun, karena takut akibat teror dari kelompok Front Pembela Islam (FPI) mengakibatkan jumlah warga yang telah menandatangani dukungan menyusut menjadi 45 orang ketika pihak FKUB dan Depag Pemkab memanggil mereka.
Aksi teror FPI menolak pembangunan gereja Katolik Stasi Santa Maria tersebut telah dimulai sejak bulan Ramadhan lalu, dan masih berlanjut sampai saat ini,”ujar Theophilus Bela.
Romo Agustinus Made, Selasa (20/10) menurut rencana akan bertemu dengan Kepala Keuskupan Bandung guna membahas mengenai masalah pencabutan izin pendirian gereja Katolik Stasi Santa Maria. (Sumber: Christianpost.com)?
Komentar : 280 Komentar »
Kategori : Uncategorized
Pengumuman
12 10 2009Horas!
Dikarenakan banyaknya komentar dan untuk menghemat bandwidth, khusus untuk komentar yang jumlahnya telah lebih dari 100, komentar-komentar yang tidak berhubungan dengan topik akan dihapus. Misalnya : Sekedar say hai/membicarakan hal lain yg bisa dilakukan di layanan email/private message, hendaknya dilakukan ditempat lain karena mengganggu. Hal ini menambah peraturan lain seperti komentar-komentar kasar dan menghina akan dihapus bahkan dibanned.
Untuk saudara-saudaraku seiman, hendaknya mempelajari apa yang mas Lambang tulis di postingan berjudul “Antimualafisasi“. Kiranya banyak hal penting yang banyak terungkap untuk menambah pengetahuan kita dan membuktikan bahwa Tuhan yang kita sembah benar-benar Tuhan yang Sejati yang turun ke bumi.
Haleluya!
Komentar : 20 Komentar »
Kategori : Uncategorized
Psst! Di Alkitab nabi-nabi pada mabok loh!
9 09 2009Mari Belajar Menjawab Mereka 4
Menyambung tulisan-tulisan sebelumnya, kali ini saya mencoba menulis tentang pandangan muslim terhadap perilaku nabi-nabi di Alkitab Perjanjian Lama.
Kita pasti pernah menemukan tulisan atau perkataan atau cara pandang saudara-saudara kita terkasih muslim yang negatif terutama jika mereka mengomentari Alkitab tentang nabi-nabi dari sudut pandang mereka. Ini menarik karena memberikan pelajaran betapa berbeda agama Kristen dengan Islam.
Banyak tanggapan negatif dari saudara terkasih muslim ketika Alkitab mencatat bahwa Salomo (Sulaiman) memiliki ratusan istri dan gundik, atau Lot dibuat mabuk oleh anak perempuannnya lalu meniduri mereka, Harun yang membuat patung sapi dari emas lalu menyembahnya, atau nabi Nuh setelah air bah lalu mabuk minuman, atau betapa kejinya nabi Daud yang dicatat meniduri istri panglimanya sendiri lalu mengirimkannya ke baris depan perang agar mati dan banyak contoh-contoh lain yang ditulis Alkitab.
Satu hal yang perlu digarisbawahi, Alkitab mencatat kejadian-kejadian ini bukan untuk ditiru perilaku buruknya dan Alkitab selalu mencatat akibat dari perbuatan buruk itu.
Dari beberapa komentar muslim tentang hal ini beberapa benar, beberapa lainnya salah. Hal-hal detail mengenail hal ini dapat dibahas nanti, tapi ada hal lain yang lebih baik untuk ditarik pelajaran, yaitu Kekristenan memiliki cara pandang berbeda tentang nabi.
Alkitab mencatat bahwa para nabi pernah melakukan dosa, tetapi TUHAN tetap memilih mereka walaupun berdosa. Sedangkan Alquran memandang: “Nabi itu suci tidak berdosa karena sudah dipilih Allah maka dijaga Allah dari dosa”. Pernyataan ini memang ada benarnya. Cobalah kita bayangkan, masa kita melarang orang berjudi padahal kita sendiri tukang main judi? Jadi tidak masalah kan?
Mari kita mencoba berfikir kenapa hal ini menurutku tidak menjadi masalah:
Alquran mengatakan kepada pengikutnya agar tidak memiliki lebih dari 4 istri.
Muhammad memiliki minimal 11 istri.
Tidak ada masalah kan?
Tentu saja, muslim terus menghormati dan mengikuti beliau dan boleh memiliki 4 istri. Lantas kenapa contoh-contoh seperti Salomo, Lot, Nuh, Harun atau Daud diatas menjadi masalah? Tentu tidak menjadi masalah bukan?
Kenapa tidak mungkin orang-orang yang telah berdosa menjadi nabi? Asalkan mereka telah mengakui kesalahan mereka dan bertobat. Yang menjadi masalah adalah jika berkotbah tentang dosa dan pada saat yang sama tetap melakukan dosa dan tetap menganggapnya bukan perkara besar. Hal ini tentu saja merupakan kemunafikan dan merusak kredibiltas nabi itu.
Tapi ketika mereka bertobat dan menyesali apa yang telah mereka perbuat, tentu saja tidak menghalangi mereka dipilih Tuhan menjadi nabi.
Saya pribadi bisa mengerti mengapa muslim punya pikiran negatif dengan ayat-ayat Alkitab tentang nabi-nabi yang berbuat dosa, karena memang itulah yang diajarkan kepada mereka. Tetapi Alquran nyata sekali berbeda dengan Alkitab, dan kita harus mencoba saling mengerti, mulai dari diri kita sendiri mencoba memahami mengapa cara pandang muslim begitu negatif.
Tidak ada yang memalukan mengatakan kebenaran. Orang bilang : “Kebenaran kadang menyakitkan”. Dan Alkitab adalah buku jujur yang mencatat benar-salah, baik-buruknya para nabi. Alkitab bahkan membeberkan borok-borok dari para pahlawannya sendiri. Maka dari itu saya dapat mempercayainya. Jujur.
Komentar : 243 Komentar »
Kategori : Apologetika











Komentar Terakhir